Home / Hukum

Senin, 10 Agustus 2020 - 08:58 WIB

MAKI Serahkan 4 Nama Yang Diduga Terlibat Kasus Djoko Tjandra ke Bareskrim Polri

Djoko Tjandra. (kompas)

Djoko Tjandra. (kompas)

JAKARTA, Transparanmerdeka.co – Penanganan kasus pelarian buronan Djoko Tjandra kian terungkap dan makin terang benderang. Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) telah menyerahkan berkas berisi nama-nama saksi terkait kasus Djoko Tjandra ke Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri.

MAKI mengungkap empat saksi untuk diperiksa terkait kasus surat jalan dan bebas Covid-19 palsu sang buronan Djoko Tjandra. Koordinator MAKI, Boyamin Saiman mengatakan, empat saksi itu tiga diantaranya dari kalangan swasta dan satu lagi dari Kejaksaan Agung, yakni jaksa Pinangki Sirna Malasari.

“Kami menyampaikan empat saksi ini yang terkait dengan tersangka Brigjen Prasetyo Utomo dan Anita Kolopaking yang saat ini sedang dalam pemeriksaan Bareskrim Polri terkait Djoko Tjandra,” kata Boyamin di Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, Senin (10/8/2020).

Diungkapkan, saksi pertama adalah Tommy Sumardi atau TS, pihak swasta yang kini tinggal di Jakarta Pusat. Pada April 2020 dia diduga meminta Brigadir Jenderal Prasetijo Utomo untuk memperkenalkan dengan pejabat di Divisi Hubungan Internasional Mabes Polri yang membawahi NCB Interpol Indonesia.

Baca juga  Suap Ekspor Benur Lobster, KPK Berpeluang Jerat PT ACK

NCB Interpol Indonesia diketahui memberitahu pihak Imigrasi yang berisi red notice Joko Tjandra telah terhapus dengan alasan sejak 2014 tak diperpanjang Kejaksaan Agung. “Informasi lainnya, Tommy mempunyai anak perempuan yang bertunangan dengan anak Najib Razak (mantan PM Malaysia), di mana Najib Razak diduga berteman dengan Djoko Tjandra,” katanya.

Saksi kedua adalah Viady atau VS yang juga berasal dari pihak swasta. VS adalah rekan kerja dari Djoko Tjandra yang diduga saat ini tinggal di Jakarta atau Bali. “Berdasarkan pemberitaan,” kata Boyamin. “Izin Mendirikan Bangunan (IMB) Hotel Mulia Bali yang saat ini atas nama VS, sebelumnya atas nama Djoko Tjandra,” lanjutnya.

Berdasarkan cuitan akun Twitter @xdigeeembok, terdapat dugaan keterkaitan dengan Prasetijo. VS terbang dengan pesawat carter PK-TWX pada 22 Juni 2020 ke Jakarta atau Pontianak diduga bertemu dengan Djoko Tjandra. Sebelumnya pada 6 Juni 2020, Prasetijo pernah terbang dengan pesawat yang sama untuk bertemu Djoko di Pontianak.

Baca juga  Ini Daftar Kekayaan Mensos Yang Jadi Tersangka KPK

Kemudian ada Rahmat S atau RS yang disebut Boyamin sebagai saksi ketiga dan juga berasal dari pihak swasta. Ia adalah Pengawas Koperasi Nusantara. Dalam perannya di kasus ini, dia mengajak Anita Kolopaking untuk menjadi kuasa hukum Djoko Tjandra RS diduga dua kali terbang ke Kuala Lumpur untuk bertemu Djoko Tjandra.

“Yang pertama tanggal 12 November 2019 terbang bersama Pinangki Sirna Malasari (jaksa). Dan kedua tanggal 25 November 2019 bersama Pinangki Sirna Malasari dan Anita Kolopaking,” jelas Boyamin.

Terakhir adalah Jaksa Pinangki. Dia juga diduga mengajak Anita Kolopaking menjadi kuasa hukum Djoko Tjandra. Dia pernah pergi ke Malaysia dua kali untuk bertemu buronan korupsi Djoko Tjandra. Waktu keberangkatannya sama seperti RS, sekitar November 2019.

“Saksi adalah orang yang diduga mengetahui, melihat, mendengar suatu peristiwa yang atas keterangannya diharapkan menjadikan terang peristiwa tersebut. Saksi belum tentu terlibat, namun keterangannya diperlukan untuk menambah dan memperkuat alat bukti,” papar Boyamin. (ato)

Share :

Baca Juga

Hukum

Hadapi Praperadilan RJ Lino, KPK Ajukan 56 Barang Bukti

Hukum

Propam akan Periksa AKP Stepanus Robin Pattuju, Penyidik KPK Yang Dipecat Dewas

Hukum

Divonis Seumur Hidup, Heru Hidayat Harus Bayar Uang Pengganti Rp 10,7 T

Hukum

Borok Pinangki Dibongkar Saksi, 9 Kali Lakukan Perjalanan Dinas Tanpa Izin Kejagung

Hukum

Tak Optimal Tangani Korupsi, Jaksa Agung Ancam Mutasi Jajarannya

Hukum

Untuk Keselamatan Penegak Hukum Dari Covid-19, MA Harus Hentikan Persidangan

Hukum

Kasus Suap Bansos Mensos, KPK Periksa Adik Anggota DPR Ihsan Yunus

Hukum

Sembuh Dari Covid-19, Dua Terdakwa Kasus Jiwasraya Akan Jalani Sidang Tuntutan