Home / Olahraga

Minggu, 15 Maret 2020 - 18:41 WIB

Marcus/Kevin Gagal Ikuti Jejak Praveen/Melati

Birmingham, Transparanmerdeka.co
Ambisi ‘The Minions’ Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo untuk menebus kegagalan tahun lalu kandas. Ganda putra terbaik dunia dan menjadi unggulan pertama di turnamen bulutangkis All England Open 2020 itu, menyerah kepada unggulan keenam asal Jepang, Hiroyuki Endo/Yuta Watanabe dalam pertandingan rubber game dengan skor 18-21, 21-12, dan 19-21 dalam waktu 72 menit pada partai final yang berlangsung di Birmingham Arena, Inggris, Senin (16/3/2020) dinihari.

Kegagalan itu cukup menyakitkan bagi Marcus/Kevin yang sebelumnya menjadi juara ganda putra All Engkand pada 2017 dan 2018. Usaha pasangan itu untuk mencetak ‘hattrick’ gelar juara pada 2019, kandas ditangan pasangan China, Liu Cheng/Zhang Nan di babak pertama. Sayangnya, target menjadi juara pada penyelenggaraan tahun ini digagalkan pasangan Jepang, Hiroyuki Endo/Yuta Watanabe dalam pertandingan yang ketat.

Indonesia pun di turnamen tertua dunia itu akhirnya hanya meraih satu gelar melalui ganda campuran Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti yang mengatasi perlawanan Dechapol Puavaranukroh/Sapsiree Taerattanachai (Thailand) dengan skor 21-15, 17-21, dan 21-8. Pada turnaman ini, Jepang berhasil meregut dua gelar yang dipersembahkan ganda putri Yuki Fukushima/Sayaka Hirota dan Hiroyuki Endo/Yuta Watanabe. Denmark meraih satu gelar melalui tunggal putra Viktor Axelsen dan Taiwan merebut tunggal putri melalui Tai Tzu Ying.

Baca juga  'The Minions' Targetkan Medali Emas Olimpiade Tokyo

Luar Biasa
Hasil menggembirakan yang diraih ganda campuran Praveen Jordan/Melati Daeva Oktaviati merupakan target PP PBSI. “Pastinya bangga banget bisa juara di sini (All England-red). Karena ini kan salah satu cita-cita dan impian dari kecil. Siapa sih yang nggak mau juara All England. Semua pemain badminton kalau ditanya pasti maunya juara All England, Kejuaraan Dunia dan Olimpiade. Alhamdulillah bisa terwujud salah satu impianku,” kata Melati.

Praveen/Melati sudah lima kali bertemu sebelumnya dengan Dechapol/Sapsiree dan merebut tiga kemenangan. Hasil ini kian menambah keunggulan pasangan Indonesia tersebut menjadi 4-2. Kalau dibilang menang mudah juga enggak. Mereka pasangan yang kuat. Terus di game kedua kami ada kesalahan strategi, kami terlalu banyak meladeni pukulan mereka. Game ketiga kami banyak langsung menyerang,” kata Praveen usai pertandingan di Birmingham Arena, Inggris.

Baca juga  Komjen Listyo Sigit Akui Dalam Posisi Sangat 'Mesra' Dengan KPK

Hasil Pertandingan Final All England 2020
Ganda Campuran:
Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti (5-Indonesia) vs Dechapol Puavaranukroh/Sapsiree Taerattanachai (3-Thailand) 21-15, 17-21, dan 21-8 (62 menit).
Ganda Putri: Yuki Fukushima/Sayaka Hirota (3-Jepang) Du Yue/Li Yin Hui (6-China) 21-13, 21-15 (46 menit).
Tunggal Putra: Viktor Axelsen (2-Denmark) vs Chou Tien Chen (1-Taiwan) 21-13, 21-14 (46 menit).
Tunggal Putri: Tai Tzu Ying (2/Taiwan) vz Chen Yu Fei (1/China) 21-19, 21-15 (44 menit)
Ganda Putra: Hiroyuki Endo/Yuta Watanabe (6-Jepang) vs Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo (1-Indonesia) 21-18, 21-12, 21-19 (72 menit) (ato)

Share :

Baca Juga

Olahraga

Tunggal Putra Gagal Di All England, Ini Evaluasi Pelatih Hendry Saputra

Olahraga

Bersama Repsol Honda, Pol Espargaro Mengaku Berpeluang Juara MotoGP

Olahraga

Jadwal Ulang Formula E Jakarta, Panitia Pantau Situasi Terkait Virus Corona

Olahraga

Ini Kata Akbar dan Winny Soal Sulitnya Beradaptasi

Olahraga

Ketum PSSI: Sumsel Sangat Serius Jadi Tuan Rumah Piala Dunia U-20

Olahraga

Jalani Isolasi Mandiri, ‘The Daddies’ Jadi Anak Asrama Lagi

Olahraga

Indonesia Incar Dua Gelar Di BWF World Tour Final 2020

Olahraga

EURO 2020: Denmark Siap Hancurkan Finlandia