Home / Regional

Kamis, 4 Juni 2020 - 08:12 WIB

Masa Transisi, Warga Jakarta Tak Pakai Masker Didenda Rp 250 Ribu

Gubernur Provinsi DKI Jakarta, Anies Baswedan. (dok)

Gubernur Provinsi DKI Jakarta, Anies Baswedan. (dok)

JAKARTA, Transparanmerdeka.co – Warga DKI Jakarta diwajibkan menggunakan masker pada masa transisi pembatasan sosial berskala besar (PSBB). Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan menegaskan, bagi yang tidak menggunakan masker, akan dikenai denda.

“Jika berada di luar rumah jangan sampai tidak memakai masker. Bila tidak menggunakan masker anda akan kena denda Rp 250.000,” kata Anies Baswedan dalam konferensi pers yang disiarkan kanal YouTube Pemprov DKI Jakarta, Kamis (4/6/2020).

Dikatakan, Pemprov DKI Jakarta telah membagikan 20 juta masker kepada warga. Karena itu, tidak ada alasan untuk tidak menggunakan masker. “DKI sudah membagikan 20 juta masker gratis untuk seluruh masyarakat di Jakarta sehingga tidak ada alasan untuk tidak punya masker,” ujarnya.

Bagi warga yang masih membutuhkan masker, Gubernur DKI Jakarta itu mengatakan, kelurahan pun menyediakan masker yang dibagikan tanpa biaya. “Dan bila masih perlu masker silakan datang ke kantor kelurahan. Kantor-kantor kelurahan kita siap dengan masker yang bisa diambil secara cuma-cuma,” kata Anies.

Baca juga  Pasien Positif Covid-19 di Jakarta Capai 2.823 Kasus

Di sisi lain, Pemprov DKI Jakarta juga memperbolehkan rumah ibadah, kantor, hingga tempat usaha kembali dibuka pada masa pembatasan sosial berskala besar (PSBB) transisi. Pemprov juga akan kembali membuka taman, ruang publik terpadu ramah anak (RPTRA), museum, hingga pantai pada masa transisi.

Meskipun demikian, Pemprov DKI Jakarta membatasi aktivitas di tempat-tempat yang diperbolehkan beroperasi. “Sekarang ditambahkan di masa transisi ini, ada beberapa (yang boleh beroperasi),” ujar Anies.

Karyawan yang bekerja di kantor dibatasi maksimal 50 persen. Pengunjung rumah makan, mal, hingga taman juga dibatasi maksimal 50 persen dari kapasitas. “Prinsipnya ini adalah sektor-sektor yang mulai dibuka pada masa transisi, tapi lagi-lagi (dibatasi) 50 persen kapasitasnya dan jarak aman dijaga,” jelasnya.

Baca juga  Suporter Ultras Palembang Sasar Warga Terdampak Covid-19 Yang Belum Terima Bantuan

Berikut waktu dibukanya tempat-tempat yang boleh beroperasi pada masa PSBB transisi:
– Rumah ibadah: 5 Juni 2020
– Perkantoran: 8 Juni 2020
– Rumah makan mandiri: 8 Juni 2020
– Perindustrian: 8 Juni 2020
– Pergudangan: 8 Juni 2020
– Pertokoan/ritel/showroom mandiri: 8 Juni 2020
– Lokasi binaan UMKM Pemprov DKI: 13-14 Juni 2020
– Mal dan pasar non-pangan: 15 Juni 2020
– Bengkel, tempat fotokopi (layanan pendukung): 8 Juni 2020
– Taman rekreasi indoor-outdoor: 20-21 Juni 2020
– Kebun binatang: 20-21 Juni 2020
– Fasilitas olahraga outdoor: 5 Juni 2020
– Museum, galeri: 8 Juni 2020
– Perpustakaan: 8 Juni 2020
– Taman, RPTRA: 13-14 Juni 2020
– Pantai: 13-14 Juni 2020
– Ojek boleh angkut penumpang: 8 Juni 2020
(adm)

Share :

Baca Juga

Regional

Dodi Reza: Golkar Dukung Heri Amalindo dan Soemarjono di Pilkada PALI

Regional

Gubernur Sumsel: Aksi Terorisme Tak Terkait Agama Tertentu

Regional

Untuk 11 Kali Berturut-turut, Pemkot Palembang Terima WTP

Regional

Dampak Covid-19 di Palembang, Jumlah Warga Misbar Capai 63 Ribu

Regional

Polda Sumsel Siap Luncurkan ETLE Tahap Kedua

Regional

Lahan Subur Kena Proyek Jalan Tol, Warga Nagari Koto Baru Simalanggang Protes

Regional

Awas! 2 Daerah Sumsel Ini Masuk Zona Merah Covid-19

Regional

7 Bulan Belajar Daring, Ahmad Zulinto: Walimurid Kapan Masuk Sekolah?