Home / Regional

Sabtu, 18 April 2020 - 07:58 WIB

Masuk Zona merah Covid-19, Pemkot Palembang Bahas Penerapan PSBB

Wakil Wali Kota Palembang, Fitrianti Agustinda. (antaranews)

Wakil Wali Kota Palembang, Fitrianti Agustinda. (antaranews)

PALEMBANG, Transparanmerdeka.co – Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang mulai membahas persiapan kemungkinan diberlakukannya Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) setelah ditetapkannya kota ini sebagai zona merah Corona Virus Disease 2019 atau Covid-19. Zona merah itu dilekatkan karena Kota Palembang terdapat penambahan jumlah pasien positif Virus Corona sebanyak 17 orang, dan 15 di antaranya tinggal di kota itu.

“Kami mulai memikirkan hal-hal apa saja yang perlu disiapkan jika diberlakukan PSBB, karena Palembang ditetapkan sebagai zona merah setelah hari ini terkonfirmasi penambahan 17 pasien positif Covid-19 dan 15 pasien di antaranya berdomisili di kota ini. Secara keseluruhan Sumarera Selatan (Sumsel) memiliki pasien positif Covid-19 sebanyak 54 orang, lima di antaranya sembuh, dan dua meninggal ,” kata Wakil Wali Kota Palembang, Fitrianti Agustinda.

Seperti dikutip dari ‘antaranews’, Sabtu (18/4/2020), jika virus corona baru itu terus menyebar dan meluas, semua pihak dan warga kota ini harus siap untuk PSBB sebagai upaya memutus mata rantai penyebaran dan percepatan penanggulangan wabah penyakit yang dapat menyebabkan kematian bagi penderita. “Sebelum PSBB diberlakukan, ada beberapa poin yang menjadi perhatian, seperti persediaan kebutuhan pokok dan semakin banyak pekerja informal serta pelaku UMKM yang terdampak ekonominya,” jelasnya.

Baca juga  Gubernur Sumsel: Banyak Pedagang Menolak Divaksin Karena Hoaks

Kebutuhan pokok harus tersedia dalam jumlah cukup, serta perlu diberikan bantuan sosial kepada pekerja informal dan pelaku UMKM yang pendapatan keluarganya terganggu selama diberlakukan PSBB. Mengenai kebutuhan pokok, seperti beras, gula dan minyak goreng berdasarkan pemantauan di pasar dan gudang Bulog beberapa hari terakhir tersedia cukup banyak dan mencukupi kebutuhan warga untuk tiga bulan ke depan.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Sumsel, Kombes Pol Supriyadi mengatakan, jajaran Polda Sumsel akan lebih memperketat keamanan setalah Kota Palembang dinyatakan Zona Merah dari Covid-19 atau Virus Corona. Status Zona Merah dari Virus Corona ini disampaikan salah seorang juru bicara Gugus Tugas Percepatan dan Penanganan Covid-19 Sumsel, Ahmad Z.

Baca juga  Hari Ini, Pasien Positif Covid-19 di Jakarta Bertambah 167 Orang

Menurut Supriadi, zona merah tersebut menandakan Covid-19 ini semakin serius dan harus di waspadai. Sebab itu, pihaknya harus lebih memperketat keamanan, baik di siang atau malam hari. “Sebelum zona merah juga Polri sudah memerintahkan seluruh Polda untuk menertibkan kegiatan malam tapi karena sudah masuk zona merah kita akan memperketat keamanan,” ujarnya.

Bukan hanya keliling patroli dan mendatangi tempat kerumunan di malam hari, sekarang pihaknya pun akan patroli di siang hari. Tujuannya agar tidak ada kerumunan yang terjadi baik di siang ataupun malam hari. Dia juga menyatakan bahwa tugas keamanan tersebut sudah menjadi bagian tugas kepolisian baik ada ataupun tidaknya Covid-19. Dalam permasalahan ini pihaknya hanya bisa membantu dalam patroli pencegahan kerumunan warga, selebihnya tugas para medis yang bekerja. (adm)

Share :

Baca Juga

Regional

1.272 Calon Penumpang KA Ditolak, Ini Syarat Naik Kereta Api di Sumsel

Regional

Jelang PSU di PALI, KPU Sumsel Fokus Pada Data Pemilih

Regional

Tingkatkan Partisipasi Masyarakat Pada Pilkada, KPU PALI Gelar Media Gathering

Regional

Kasus Positif Aktif Covid-19 Jatim Lampaui DKI Jakarta

Regional

Covid-19 Belum Mereda, Pangdam II Sriwijaya: Itu Masalah Bersama

Regional

Satgas Covid-19 PALI Kembali Lakukan Penyemprotan Disinfektan

Regional

Siswa Jakarta Memulai Tahun Ajaran Baru dengan Belajar di Rumah

Regional

Kapolri Resmikan Kampung Tangguh dan Aplikasi Polisi Dulur Kito