Home / Nasional

Rabu, 2 September 2020 - 10:37 WIB

Masuki Masa Pensiun, Irjen Arman Depari Dimutasi ke Mabes Polri

JAKARTA, Transparanmerdeka.co – Kapolri Jenderal Idham Aziz menarik Irjen Arman Depari dari jabatan Deputi Pemberantasan Badan Narkotikan Nasional (BNN) ke Mabes Polri. Penarikan Arman Depari ke Mabes Polri ini karena yang bersangkutan akan segera memasuki masa pensiun. Selain Arman Depari, ada enam jenderal lainnya yang juga ditarik ke Mabes Polri.

Rotasi jabatan tertuang dalam surat telegram Kapolri Nomor ST/2557/IX/KEP./2020 dan ST/2558/IX/KEP./2020 dan tertanggal 1 September 2020. Kedua surat tersebut ditandatangani oleh Asisten Kapolri bidang Sumber Daya Manusia (As SDM) Irjen (Pol) Sutrisno Yudi Hermawan atas nama Kapolri.

Kepala Divisi Humas Polri Irjen (Pol) Argo Yuwono ketika dikonfirmasi wartawan membenarkan isi telegram tersebut. Salah seorang yang dimutasi adalah Deputi Pemberantasan Badan Narkotika Nasional (BNN) Irjen Arman Depari. Dia dimutasi sebagai pati Bareskrim Polri dalam rangka memasuki masa pensiun.

Selain Arman, terdapat lima jenderal dan 10 pamen Polri lainnya yang dimutasi dalam rangka pensiun dalam surat telegram nomor ST/2557/IX/KEP./2020. Seperti, Komjen (Pol) Iza Fadri yang sebelumnya ditugaskan sebagai duta besar dimutasi menjadi pati Divisi Hubungan Internasional Polri. Juga ada Brigjen (Pol) Edy Supriadi, Brigjen (Pol) Agus Riansyah, Brigjen (Pol) Agus Rianto, serta Brigjen (Pol) Agus Irianto.

Baca juga  Update Covid-19 pada 2 Juni 2021: Pasien Sembuh Tercatat 1.680.501

Sementara, pada surat telegram bernomor ST/2558/IX/KEP./2020, terdapat 89 pati maupun pamen yang dimutasi. Salah satunya adalah Wakapolda Papua Brigjen (Pol) Yakobus Marjuki yang ditunjuk menjadi Widyaiswara Kepolisian Utama Tk. I Sespim Lemdiklat Polri.

Jabatan Wakapolda Papua akan diisi oleh Brigjen (Pol) Matius D. Fakhiri yang sebelumnya menjabat sebagai Wakapolda Papua Barat. Lalu, Irwasda Polda Papua Kombes Petrus Patrige Rudolf Renwarin akan menduduki posisi sebagai Wakapolda Papua Barat.

Jadi Komisaris BUMN
Sosok Arman Depari dikenal sebagai Jenderal bintang dua yang kerap pemberantas gembong narkoba kelas kakap. Ketika menjabat sebagai Deputi Pemberantasan BNN rekam jejaknya tak main-main. Dia sering menggagalkan aksi sindikat narkoba internasional.

Oleh timnya, para gembong yang akan atau tengah mengedarkan barang haram di Indonesia pun bisa dibekuk. Tak hanya sepak terjangnya, ada hal lain yang kerap menjadi sorotan dari Irjen Arman Depari yaitu penampilannya. Jenderal yang satu ini memiliki rambut yang gondrong. Terkadang, ia pun kerap tampil berkumis.

Baca juga  Update Covid-19 pada 23 Maret: Pasien Sembuh 6.954 Orang

Saat tampil di depan publik, ia kerap menguncir rambut gondrongnya. Penampilan Arman Depari ini membuat dia terlihat semakin garang. Kini, pemberantas gembong narkoba ini menjadi bos di BUMN. Pada April 2020, ia ditunjuk sebagai Komisaris PT Pelabuhan Indonedia I (Persero).

Kabar ini pun sempat diumumkan akun resmi Pelindo I pada 21 April 2020. Pelindo 1 telah mengalami pergantian jajaran komisaris. Dengan demikian, saat ini susunan jajaran komisaris PT Pelabuhan Indonesia I (Persero) adalah sebagai berikut :

  1. Achmad Djamaludin – Komisaris Utama
  2. Arman Depari – Komisaris
  3. Herbert Timbo Parluhutan Siahaan – Komisaris Independen
  4. Ahmad Perwira Mulia Tarigan – Komisaris Independen
  5. Irma Suryani Chaniago – Komisaris Independen
  6. Winata Supriatna – Komisaris (adm)

Share :

Baca Juga

Nasional

Update Covid-19 pada 26 Mei 2021: Kasus Baru Ada di 30 Provinsi, Riau Terbanyak

Nasional

Satgas Covid-19: 64 Kabupaten/Kota di Indonesia Termasuk Risiko Tinggi

Nasional

Update Covid-19 pada 8 Februari: Pasien Sembuh Capai 13.038 Orang

Nasional

Update Covid-19 Indonesia 27 Agustus: Ada Pasien Sembuh Sebanyak 3.166 Orang

Nasional

Total 1.878 WNA di Indonesia Positif Covid-19

Nasional

Update Covid-19 Indonesia 23 September: Pasien Meninggal Dekati Angka 10.000 Orang

Nasional

Kasus Positif Covid-19 Bertambah Jadi 790, Pasien Meninggal Dunia Jadi 58 Orang

Nasional

Pakar Epidemiologi UI: Sebutan Zona Merah Covid-19 Menyesatkan Masyarakat