Home / Nasional

Rabu, 13 Mei 2020 - 04:25 WIB

Menkes Setujui Pelaksanaan PSBB Palembang dan Prabumulih

Pasar Pagi Lemabang, Palembang sudah menerapkan social distancing dalam aktivitas jual beli. (pr)

Pasar Pagi Lemabang, Palembang sudah menerapkan social distancing dalam aktivitas jual beli. (pr)

JAKARTA, Transparanmerdeka.co – Menteri Kesehatan (Menkes) Terawan Agus Putranto akhirnya menyetujui usulan penerapan status Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Kota Palembang dan Prabumulih Sumatera Selatan. Keputusan penetapan PSBB itu ditetapkan Terawan pada Selasa (12/5/2020) melalui Keputusan Menteri Kesehatan Nomor HK.01.07/Menkes/307/2020.

Dalam keterangan, Menkes Terawan Agus Putranto menyatakan, PSBB di Kota Palembang dilaksanakan berdasarkan hasil kajian epidemiologi dan pertimbangan kesiapan daerah dalam aspek, sosial, ekonomi, dan aspek lainnya. “Diharapkan dengan PSBB ini penyebaran virus Corona Covid-19 bisa ditekan seminimal mungkin. PSBB ini akan berlaku selama 14 hari, namun bisa diperpanjang jika kondisi mengharuskan,” kata Terawan, Rabu (13/5/2020)

Aturan tentang PSBB ada di Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 21 Tahun 2020, yang kemudian diturunkan secara rinci pada Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes) RI Nomor 9 Tahun 2020 tentang Pedoman Pembatasan Sosial Berskala Besar dalam Rangka Percepatan Corona Virus Disease 2019 (Covid-19). Dalam Permenkes tersebut, diatur hal-hal yang boleh dan yang tidak boleh dilakukan sehari-hari.

Baca juga  Update Covid-19 Indonesia 15 September: Dua Provinsi Sumbang Kasus Terbanyak

Terawan meminta kepada masyarakat Palembang dan Prabumulih untuk mematuhi segala ketentuan saat diterapkannya PSBB. “Saat PSBB itu diterapkan, masyarakat diharapkan bisa bekerjasama untuk tetap di rumah, jaga jarak, olah raga, bisakan cuci tangan pakai sabun. Karena hanya upaya tetsebutlah yang dapat mencegah kita dari penularan Covid-19,” ujarnya.

PSBB di Kota Palembang ditetapkan dalam rangka percepatan penanganan penyebaran virus corona. Terjadi peningkatan dan penyebaran kasus Covid-19 yang signifikan di wilayah tersebut. PSBB tersebut dilaksanakan selama masa inkubasi terpanjang dan dapat diperpanjang jika masih terdapat bukti penyebaran. Ketentuan dimulainya PSBB di Palembang mengikuti aturan pemerintah daerah.

Namun pemerintah kota Palembang hingga kini belum menetapkan kapan pelaksanaan PSBB ini efektif berlaku. Bila berkaca dari penerapan PSBB di Kabupaten/Kota lain di Indonesia, secara garis besarnya kegiatan apa saja yang boleh dilakukan dan apa yang dilarang, adalah sebagai berikut :

Baca juga  Penny K Lukito: Vaksin Sinovac Jadi Penentu Atasi Covid-19

Kegiatan yang Dibolehkan

  1. Sektor kesehatan.
  2. Sektor pangan, makanan dan minuman.
  3. Sektor energi , seperti air , listrik gas , pompa bensin.
  4. Sektor komunikasi, baik jasa komunikasi sampai media komunikasi.
  5. Sektor keuangan dan perbankan, termasuk pasar modal itu semuanya berjalan seperti biasa.
  6. Kegiatan logistik distribusi barang berjalan seperti biasa jadi ini dikecualikan.
  7. Kebutuhan keseharian, retail, seperti warung, toko kelontong yang memberikan kebutuhan warga itu dikecualikan.
  8. Delivery barang.

Kegiatan yang Dilarang

  1. Kegiatan belajar mengajar di sekolah dan universitas.
  2. Kegiatan peribadatan di rumah ibadah.
  3. Menutup seluruh fasilitas umum, pusat perbelanjaan, tempat hiburan milik pemerintah maupun umum, taman, balai pertemuan, ruang RPTRA, gedung olah raga dan museum.
  4. Kegiatan sosial budaya.
  5. Resepsi pernikahan dan pesta khitanan.
  6. Berkerumun di luar ruangan maksimal 5 orang.
  7. Kapasitas penumpang di kendaraan umum maupun pribadi maksimal 50 persen.
  8. Makan di restoran atau tempat makan umumnya. Hanya boleh untuk take away atau dibawa pulang. (adm)

Share :

Baca Juga

Nasional

Perang Melawan Covid-19, Doni Monardo Ungkap Peran Penting Pemuda

Nasional

Update Covid-19 pada 10 Juni 2021: Kasus Aktif Bertambah 3.020 Orang

Nasional

Update Covid-19 Pada 15 Januari: Rekor Baru Pasien Positif Capai 12.818 Orang

Nasional

Cegah Penyebaran Covid-19, Doni Monardo Gandeng PWI Pusat

Nasional

Update Covid-19 Pada 29 November: Kembali Pecah Rekor

Nasional

Update Covid-19 pada 9 Maret: Tambah 6.389 Pasien, Jabar Tertinggi

Nasional

Update Covid-19 Indonesia 10 Agustus: Bertambah 1.687, Total Menjadi 127.083 Kasus

Nasional

Update Covid-19 pada 9 Desember: Ada Penambahan 6.058 Kasus Baru