Home / Hukum

Kamis, 2 Juli 2020 - 09:18 WIB

Menkopolhukam Perintahkan Jaksa Agung Tangkap Djoko Tjandra

Djoko Tjandra

Djoko Tjandra

JAKARTA, Transparanmerdeka.co – Menkopolhukam Mahfud MD memerintahkan Jaksa Agung untuk segera menangkap narapidana dan Buronan Kelas Kakap, Djoko S Tjandra. Dia menegaskan, hal itu sudah disampaikan kepada Jaksa Agung lewat sambungan telepon untuk bisa segera melakukan tindakan.

“Saya tadi sudah bicara dengan Jaksa Agung supaya segera menangkap buronan Joko Tjandra. Ini adalah buronan yang masuk dalam DPO (Daftar Pencarian Orang) oleh sebab itu Kejaksaan Agung maupun Kepolisian harus segera menangkapnya. Tidak ada alasan bagi orang yang DPO meskipun dia mau minta PK lalu dibiarkan berkeliaran,” kata Mahfud di kantornya, Jakarta, Kamis (2/7/2020)

Seperti diberitakan, Djoko Tjandra dikabarkan berada di tanah air pada tanggal 8 Juni 2020 lalu. Saat itu Djoko bertemu dengan tim kuasa hukumnya saat saat mendaftarkan perkara Peninjauan Kembali di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Padahal menurut Menkopolhukam, menurut undang-undang orang yang mengajukan Peninjauan kembali harus hadir dalam pengadilan. Jika tidak maka maka Peninjauan Kembali tidak bisa dilakukan.

Baca juga  Korupsi Pembangunan Masjid Raya Sriwijaya, Kejati Sumsel Tahan 4 Tersangka

“Oleh sebab itu ketika hadir di Pengadilan, saya minta Polisi dan Kejaksaan untuk menangkapnya dan segera dijebloskan ke penjara sesuai dengan putusan pengadilan yang telah inkracht (berkekuatan hukum tetap) Jadi tidak ada penundaan hukuman bagi orang yang sudah minta PK. Itu saja demi kepastian hukum dan perang melawan korupsi,” tegasnya.

Untuk diketahui, Djoko Tjandra merupakan buronan kasus cessie Bank Bali yang masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) sejak tahun 2019 lalu. Saat masuk tanah air, Djoko sama sekali terdeteksi oleh pihak imigrasi sehingga bisa melenggang bebas di dalam negeri.

Baca juga  Mawardi Yahya Dilaporkan Alex Noerdin, Ini Kata Kuasa Hukum Wagub Sumsel

Sebelumnya, Jaksa Agung Sanitiar Burhanuddin mengatakan, terpidana kasus Bank Bali, Djoko Sugiarto Tjandra, saat ini sudah berada di Indonesia sejak tiga bulan lalu. Ia mengaku begitu sakit hati dengan informasi tersebut karena Djoko Tjandra telah buron selama bertahun-tahun.

“Informasinya lagi yang menyakitkan hati saya adalah katanya tiga bulanan dia ada di sini. Baru sekarang terbukanya,” ujar Burhanuddin dalam kerja bersama Komisi III DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta pada akhir Juni lalu. (adm)

Share :

Baca Juga

Hukum

Selain Ruang Kerja Azis Syamsudin, KPK Juga Geledah Rumah Dinas dan Pribadi

Hukum

Kasus Korupsi Ditjen Pajak, MAKI Desak KPK Tetapkan Tersangka

Hukum

Terkait Jiwasraya, Kejagung Segel 6 Bidang Tanah dan Bangunan di Jaksel

Hukum

Unggul Dari Kotak Kosong, Petahana Cawabup OKU Ditahan KPK

Hukum

Nurul Ghufron: Komnas HAM Tanyakan Isu Taliban di KPK

Hukum

Ombudsman RI Temukan Ini Dalam Proses Eksekusi DjokoTjandra

Hukum

Jadi Tersangka, Pengacara Djoko Tjandra Penuhi Panggilan Bareskrim Polri

Hukum

Hukuman Mati Menanti Mantan Anggota DPRD Yang Terjerat Kasus Narkotika