Home / Nasional

Senin, 4 Mei 2020 - 01:30 WIB

Menristek: Ventilator Pasien Covid-19 Produksi Anak Bangsa Masih Uji Endurance

Menristek/Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional, Bambang PS Brodjonegoro PhD. (bnpb)

Menristek/Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional, Bambang PS Brodjonegoro PhD. (bnpb)

JAKARTA, Transparanmerdeka.co – Menteri Riset dan Teknologi (Menristek)/Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Bambang PS Brodjonegoro PhD mengatakan, ventilator khusus karya anak bangsa saat ini sebagian masih melakukan uji ketahanan sebagai uji coba tahap akhir sebelum dapat digunakan untuk penanganan Corona Virus Disease 2019 atau Covid-19.

“Saat ini di Balai Pengamanan Fasilitas Kesehatan (BPFK ) Kemenkes, sebagian masih melakukan uji endurance,” kata Bambang di Media Center Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Jakarta.

Seperti dikutip ‘Transparanmerdeka.co’ dari situs resmi pemerintah, ‘covid19.go.id’ Senin (4/5/2020), Menristek menyebutkan bahwa nantinya setelah melalui uji ketahanan, ventilator tersebut selanjutnya akan diuji secara klinis dan diperkirakan akan memakan waktu selama sepekan.

Baca juga  Update Covid-19 Indonesia 10 Agustus: Bertambah 1.687, Total Menjadi 127.083 Kasus

“Diharapkan pertengahan Mei ini kita sudah bisa melihat ventilator produksi Indonesia yang diproduksi oleh mitra industri. Untuk memproduksi ventilator tersebut, Kemenristek, bekerja sama dengan beberapa konsorsium BUMN dan juga pihak swasta,” jelasnya.

Empat prototype ventilator yang saat ini sudah melalui proses pengujian BPFK dan sedang diuji secara klinis adalah prototype yang berasal dari Institut Teknologi Bandung (ITB), Universitas Indonesia (UI), Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) serta dari salah satu perusahaan swasta PT Dharma.

Menristek berharap produksi ventilator tersebut ke depan dapat memenuhi kebutuhan dalam perang melawan Covid-19, yang sudah didiskusikan dengan Kemenkes yang dibutuhkan sekitar 1.000 ventilator jenis continuous positive airway pressure (CPAP) dan sekitar 668 ventilator jenis Ambu Bag.

Baca juga  Reshuffle Kabinet Indonesia Maju, Jokowi Panggil Calon Menteri ke Istana

Jenis Ambu Bag yang dibuat BPPT misalnya, itu bisa juga dipakai untuk ruang instalasi gawat darurat (IGD) atau ruang emergency. Jadi sangat membantu pasien yang kebetulan sedang berada dalam kondisi emergency. Sebagian dari ventilator lainnya, dapat digunakan untuk pasien yang berada di ruang operasi, sehingga penanganan pasien Covid-19 diharapkan dapat semakin optimal.

“Ke depan kita akan mengembangkan juga ventilator yang nantinya bisa dipakai di intensive care unit (ICU) yang tentunya butuh waktu beberapa bulak untuk kami mengembangkan sehingga insya Allah satu saat kita akan bisa memproduksi ventilator untuk ICU yang dibuat di Indonesia,” pungkas Bambang. (ato)

Share :

Baca Juga

Nasional

Presiden Teken Perpres 102/2020, KPK Berwenang Ambil Alih Kasus Kejaksaan-Polri

Nasional

Update Covid-19 pada 16 Maret: Jabar Catat Kasus Tertinggi

Nasional

Update Covid-19 pada 17 Desember: Kembali Meroket Dengan Tambahan 7.354 Kasus

Nasional

Perang Melawan Covid-19, Doni Monardo Ungkap Peran Penting Pemuda

Nasional

Renovasi Besar Selesai, Masjid Istiqlal Belum Dibuka Untuk Umum

Nasional

Update Covid-19 Indonesia 9 Juni: Ada Tambahan Kasus Baru Sebanyak 1.034 Orang

Nasional

Bersama Herman Deru, Sumsel Raih Predikat Provinsi Terinovatif 2020

Nasional

Update Covid-19 Indonesia 19 September, DKI Jakarta Penyumbang Terbanyak