Home / Regional

Rabu, 26 Februari 2020 - 04:16 WIB

Menteri PUPR: Kota Bekasi Butuh Rp 4,4 Triliun Untuk Atasi Banjir

Jakarta, Transparanmerdeka.co

Bekasi membutuhkan sekitar Rp 4,4 triliun untuk mengatasi banjir dari hulu ke hilir. Itulah yang diungkapkan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono. “Hitungan pertama konsultan itu Rp 4,4 triliun untuk memperbaiki Kali Bekasi dari hulu sampai hilir termasuk membangun bendungan Narogong,” katanya.

Seperti dikutip dari laman ‘Antaranews’, Rabu (26/2/2020), Menteri PUPR mengungkapkan, hujan deras sepanjang Senin malam (24/2) hingga Selasa (25/2) siang, membuat sejumlah lokasi di Kota Bekasi terendam banjir. Ketinggian air bervariasi mulai dari 20 sentimeter hingga dua meter

“Seperti yang sudah saya sampaikan, ada Sungai Cileungsi dan Cikeas dan di hulunya menjadi Kali Bekasi, lalu Bendung Bekasi dan baru kita tangani ruas per ruas. Tapi kita sudah miliki desainnya secara keseluruhan. Sekarang kami sedang value engineering yang dikerjakan konsultan, kami review apa sudah benar termasuk cost-nya,” ungkap Basuki di lingkungan Istana Kepresidenan Jakarta

Baca juga  Kabar Baik, Seorang Pasien Positif Corona di Sumsel Sembuh

Dia mengakui ada sejumlah perumahan yang memang cekung sehingga akan selalu didatangi banjir. “Lalu ada lagi di atasnya lagi di Perumahan Nusa Indah yang daerah cekungan tapi harus direlokasi karena itu memang daerah galian C tapi dibuat jadi perumahan. Ini menurut Bu Bupati Bogor sekarang,” jelasnya.

Basuki pun mendukung bila ada relokasi untuk masyarakat yang menempati perumahan tersebut. “Saya minta bupati dialog dengan masyarakatnya, kalau mau direlokasi kita bikinkan rusun, apartemen supaya mereka pindah supaya bisa dipakai pengendalian banjir,” kata Basuki.

Baca juga  Pembangunan Infrastruktur dan Rehab SDN 114 Molor

Proyek senilai Rp 4,4 triliun tersebut termasuk membangun bendungan Narogong itu. “Semuanya sedang kita review termasuk cost-nya tapi tahun ini akan dikerjakan menyeluruh, sekarang sudah ada 6 kilometer yang siap dikerjakan, dari Kabupaten Bogor dengan Kota Bekasi bekerjasama untuk itu, mudah-mudahan 2-3 tahun selesai,” kata Basuki.

Berdasarkan informasi dari Pusdalpos Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bekasi, banjir yang terjadi di wilayah ini mencapai 90 titik dengan ketinggian bervariatif mulai dari 40cm-200cm. Tercatat lima lokasi terjadi longsor dan banjir juga merendam 391 sekolah.

Banjir di Kota Bekasi terjadi di 12 kecamatan, yaitu kecamatan Medansatria, Bekasi Utara, Jati Asighm Bekasi Barat, Rawa Lumbu, Mustika Jaya, Bekasi Timur, Bekasi Selatan, Pondok Gedew, Jatisampurna, Pondok Melatiu, dan Bantar Gebang. (adm)

Share :

Baca Juga

Regional

2 Kecamatan Kota Palembang Alami Peningkatan Positif Covid-19

Regional

Dukung PPKM Mikro, Polda Sumsel Awasi Tempat Wisata dan Mal

Regional

Ikappi: 35 Pasar Jakarta Ditutup Karena Pedagang Positif Covid-19

Regional

Dokter Dalam Status PDP Covid-19 Meninggal di RS Fatmawati

Regional

Gubernur, Pangdam II/Sriwijaya, dan Kapolda Sumsel, Pantau Gereja Menjelang Natal

Regional

Tunjangan Sertifikasi 12 Pengawas SD Belum Dibayar, Ini Kata Walikota Palembang

Regional

Panglima TNI dan Kapolri Tinjau Serbuan Vaksinasi Covid-19 di Palembang

Regional

Masih Dirawat, Heri Amalindo Tak Hadir Saat Psikotes dan Tes Narkoba