Home / Nasional

Senin, 30 Maret 2020 - 10:32 WIB

Neta S Pane: Ironis, Hajatan Warga Dibubarkan, TKA China Bebas Masuk

Ketua Presidium Indonesia Police Watch, Neta S Pane.

Ketua Presidium Indonesia Police Watch, Neta S Pane.

Jakarta, Transparanmerdeka.co – Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW), Neta S Pane, menyoroti kebijakan tidak populis yang dilakukan pihak Imigrasi yang meloloskan tenaga kerja asing (TKA) asal China yang bebas danleluasa masuk ke Indonesia di tengah pandemi Corona Virus Disease 2019 atau Covid-19. Yang terbaru adalah kabar soal lolosnya seorang TKA China hingga masuk ke Muara Pawan, Ketapang, Kalimantan Barat.

“Ini sangat ironis. Warga dari Malang yang hendak menghadiri hajatan keluarganya di Blitar berhasil dicegat petugas dan diminta kembali, kok ya TKA China jauh-jauh dari negaranya bisa masuk hingga ke pedalaman Ketapang. Juga ada kasus hajatan lainnya yang dibubarkan pakasa oleh petugas,” kata Neta dalam rilisnya yang diterima ‘transparanmerdeka.co’ Senin (30/3/2020).

Dijelaskan, TKA China itu masuk ke Ketapang pada 24 Maret 2020. Selanjutnya, TKA itu langsung bekerja di salah satu industri di Muara Pawan. Masuknya TKA China ini membuat warga sekitar resah. Mereka lalu melapor ke Polsek Muara Pawan. Pada 26 Maret 2020, Kapolsek Muara Pawan Ipda Bagus beserta tokoh masyarakat setempat lantas mendatangi pabrik tempat TKA China itu dipekerjakan.

Baca juga  Update Covid-19 Indonesia 4 Oktober: Kasus Positif Mencapai 303.498 Orang

Saat itu pula Ipda Bagus bertindak tegas. Dia langsung meminta TKA tersebut meninggalkan Ketapang. Akhirnya, perusahaan yang mempekerjakan TKA itu sepakat memulangkannya pada 27 Maret 2020 lewat Bandara Rahadi Oesman Ketapang. “Sikap Kapolsek ini patut diapresiasi dan diacungi jempol. Berbeda dengan sikap Kapolda Sultra yang meloloskan TKA China masuk ke Kendari, yang hingga kini masih bekerja di daerah tersebut,” jelas Neta.

Baca juga  Update Covid-19 Indonesia Pada 2 Juli: Kasus Baru Cetak Rekor

Menurut Neta, masih banyaknya TKA China masuk ke Indonesia di tengah makin meluasnya pandemi Covid-19 menjadi tanda tanya besar sekaligus menunjukkan ketidakjelasan sikap pemerintah dalam mengatasi pandemi global itu. “Di satu sisi masyarakat dilarang berkumpul, bahkan dilarang berkumpul di tempat ibadah, tapi di sisi lain gerombolan TKA China tetap dibiarkan masuk,” paparnya.

Oleh karena itu dia mengharapkan jajaran kepolisian berada di garda terdepan dalam memantau masuknya orang-orang asing terutama WN China. Menurut dia, intelijen dan jajaran Polsek menjadi ujung tombak Polri dalam mengawasi keberadaan orang asing. Polsek dan jajaran intelijen Polri harus melindungi masyarakat dari berbagai keresahan. Jika aparatur lain lalai harapan satu-satunya tinggal pada para Kapolsek. (ato)

Share :

Baca Juga

Nasional

Cegah Pandemi Covid-19, Jabar Ajak DKI Jakarta, dan Banten Hentikan KRL

Nasional

Update Covid-19 pada 23 Maret: Pasien Sembuh 6.954 Orang

Nasional

Menkes Sebut Ada Salah Hitung Kebutuhan Cold Chain Vaksin

Nasional

Update Covid-19 pada 24 Februari: Kasus Positif Tambah 7.533 dan Sembuh 7.735 Orang

Nasional

Update Covid-19 pada 22 Desember: Kasus Positif Mencapai 678.125 Orang

Nasional

Harta Menag Yaqut Naik Drastis, Dari Rp900 Juta Jadi Rp11 Miliar

Nasional

UAS: Pembalakan dan Pembakaran Hutan Adalah Dosa Besar

Nasional

Indonesia Traffic Watch: SIM Lewat Aplikasi SINAR Berpotensi Bahayakan Keselamatan