Home / Hukum

Kamis, 2 Juli 2020 - 09:04 WIB

Novel Baswedan Siap Penuhi Undangan Komisi Kejaksaan

Novem Baswedan. (kompas)

Novem Baswedan. (kompas)

JAKARTA, Transparanmerdeka.co – Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Novel Baswedan, siap memenuhi undangan dari Komisi Kejaksaan Republik Indonesia, terkait dengan tuntutan ringan jaksa dalam kasus penyiraman air keras yang menimpa dirinya.

Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri mengatakan, Novel diundang untuk memberi penjelasan terkait laporan pengaduan masyarakat atas tuntutan bagi dua terdakwa kasus penyiraman air keras terhadap Novel. “Undangan tersebut untuk memberikan penjelasan terkait tindak lanjut adanya laporan pengaduan masyarakat terkait penuntutan terhadap terdakwa pelaku penganiayaan terhadap Novel Baswedan,” kata Ali, Kamis (2/7/2020).

Baca juga  Jika Tak Selesai di Kejagung, KPK Harus Ambil Alih Kasus Pinangki

Dikatakan, Novel akan didampingi oleh Biro Hukum KPK, pengurus Wadah Pegawai KPK, dan para kuasa hukumnya dalam memenuhi undangan Komisi Kejaksaan tersebut. Adapun tuntutan hukuman 1 tahun penjara bagi dua terdakwa kasus penyiraman air keras terhadap Novel Baswedan menjadi polemik karena dinilai terlalu ringan.

Tim Advokasi Novel Baswedan menganggap tuntutan yang rendah sebagai sesuatu yang memalukan dan mengonfirmasi bahwa sidang sebagai ‘sandiwara hukum’. “Tuntutan ini tidak hanya sangat rendah, akan tetapi juga memalukan serta tidak berpihak pada korban kejahatan, terlebih ini adalah serangan brutal kepada Penyidik KPK yang telah terlibat banyak dalam upaya pemberantasan korupsi,” kata angota Tim Advokasi Novel, Kurnia Ramadhana.

Baca juga  Lacak Aset Kasus Korupsi Asabri, Kejagung Minta Bantuan OJK

Sementara Ketua Komisi Kejaksaan RI, Barita LH Simanjuntak, Komisi Kejaksaan RI akan menyampaikan rekomendasi terkait persidangan kasus penyiraman air keras dengan korban penyidik KPK Novel Baswedan. Rekomendasi disampaikan setelah proses peradilan selesai.

Rekomendasi itu terkait sejumlah kritik terhadap tuntutan berupa hukuman satu tahun penjara bagi dua terdakwa kasus tersebut. “KKRI pada waktunya akan menyampaikan rekomendasi tentang hal ini setelah proses peradilan selesai,” tutur Barita. (adm)

Share :

Baca Juga

Hukum

JPU Hadirkan Pelapor Brigjen Prasetijo di Sidang Kasus Surat Jalan Palsu

Hukum

Sambil Menangis, Suami Pinangki Ungkap Pernikahannya Yang Sudah Tak Harmonis

Hukum

Alasan Sakit, Plh Sekda DKI Jakarta Tak Penuhi Panggilan KPK

Hukum

Soal Perjalanan Pinangki ke LN, Kejagung Periksa Djoko Tjandra

Hukum

Selain Ruang Kerja Azis Syamsudin, KPK Juga Geledah Rumah Dinas dan Pribadi

Hukum

Tak Ingin Diistimewakan, Habib Rizieq Minta Tegakkan Keadilan

Hukum

Divonis 4,5 Tahun Penjara, Djoko Tjandra Masih Pikir-pikir

Hukum

Setelah Ilyas Panji-Endang, Kini Giliran Alex Noerdin Laporkan Wagub Sumsel ke Polisi