Home / Regional

Rabu, 10 Juni 2020 - 05:02 WIB

Ojek Boleh Angkut Penumpang, Tapi Dilarang Masuk Wilayah Ini

(Antaranews)

(Antaranews)

JAKARTA, Transparanmerdeka.co – Sejak awal pekan ini, pengemudi ojel online (ojol) ataupun ojek pangkalan (opang) di wilayah DKI Jakarta sudah diperkenankan kembali mengangkut penumpang. Tapi, izin angkut penumpang kembali ini harus tetap mengikuti protokol kesehatan yang ketat. Mereka yang tidak patuh di masa PSBB transisi bakal dikenai sanksi tegas.

Berdasarkan Keputusan Kepala Dinas Perhubungan DKI Nomor 105 Tahun 2020, sanksi itu berupa pengenaan denda dengan besaran Rp100 ribu hingga Rp500 ribu sampai dengan penderekan ke tempat penyimpanan kendaraan bermotor. Dalam aturan tersebut disebutkan “Pelanggaran terhadap ketentuan dikenakan sanksi denda administratif, kerja sosial, tindakan penderekan.”

Terkait protokol kesehatan tersebut yakni mencakup penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) minimal masker, menyediakan hand sanitizer, juga menjaga kebersihan sepeda motor dan helm dengan rutin melakukan disinfeksi selesai mengangkut penumpang. Penumpang pun diminta membawa helm sendiri.

Baca juga  Tiang Monorel Mangkrak, DPRD DKI Jakarta: Itu Tanggung Jawab Pemilik Proyek

Selain harus menerapkan protokol kesehatan secara ketat, ojol pun ditegaskan tak boleh beroperasi di zona merah atau wilayah pengendalian ketat berskala lokal Covid-19 di wilayah Jakarta.

Sebagaimana dikutip dari PMJ News, ada sedikitnya 66 RW yang masuk zona merah Covid-19 di Jakarta yang tidak boleh dilewati ojol. Dalam aturan yang sama dinyatakan ‘Tidak diizinkan beroperasi pada wilayah yang ditetapkan sebagai wilayah pengendalian ketat berskala lokal.’

Bagi ojol, jaket dan atribut resmi dari aplikator harus digunakan pada masa PSBB transisi ini. Ini adalah daftar 66 RW zona merah Covid-19 di mana ojol dan Opang tak boleh beroperasi.
Jakarta Barat (Grogol: 1 RW; Tomang: 1 RW; Tangki: 2 RW; Krukut: 1 RW; Jembatan Besi: 4 RW; Palmerah: 1 RW; Kota Bambu Utara: 1 RW; Jati Pulo: 1 RW; Cengkareng Timur: 1 RW; Srengseng: 1 RW; Joglo: 1 RW).
Jakarta Pusat (Mangga Dua Selatan: 1 RW; Cempaka Baru: 1 RW; Kramat: 1 RW; Cempaka Putih Barat: 1 RW; Cempaka Putih Timur: 2 RW; Gondangdia: 1 RW; Kebon Kacang: 2 RW; Kebon Melati: 3 RW; Petamburan: 2 RW; Kampung Rawa: 1 RW)
Jakarta Selatan (Lebak Bulus: 1 RW; Pondok Labu: 1 RW; Kalibata: 1 RW)
Kepulauan Seribu (Pulau Kelapa: 1 RW; Pulau Tidung: 2 RW)
Jakarta Timur (Utan Kayu Selatan: 1 RW; Palmeriam: 1 RW; Bidara Cina: 1 RW; Cipinang Besar Selatan: 1 RW; Cipinang Muara: 2 RW; Kampung Tengah: 3 RW; Pondok Bambu: 1 RW; Malaka Sari: 2 RW; Malaka Jaya: 2 RW;
Pinang Ranti: 1 RW)
Jakarta Utara (Penjaringan: 2 RW; Sunter Agung: 1 RW; Lagona: 1 RW; Rawa Badak Selatan: 1 RW; Cilincing: 1 RW; Semper Barat: 1 RW; Sukapura: 1 RW; Pademangan Barat: 6 RW; Kelapa Gading Barat: 1 RW)
(adm)

Share :

Baca Juga

Regional

Koramil Talang Ubi Siap Amankan PSU Pilkada PALI

Regional

Palembang Penyumbang Terbanyak Penderita DBD di Sumsel

Regional

Vaksinasi Covid-19 Tahap I di Sumsel Hanya Untuk 4 Kabupaten

Regional

Dilantas Polda Sumsel Sosialisasikan Penerapan E-TLE

Regional

13 Hari Operasi Yustisi: Polda Metro Jaya Tindak 77.041 Pelanggar

Regional

Shalat Idul Fitri di Masjid Agung Palembang Dibatasi Untuk 1.000 Jemaah

Regional

Sebelum Kadaluarsa, Vaksin Covid-19 di Sumsel Habis Terpakai

Regional

Dinkes Palembang Buat Skala Prioritas Penerima Vaksin Covid-19