Home / Regional

Senin, 20 April 2020 - 05:24 WIB

Palembang Masuk Zona Merah Covid-19, Ini Kata Gubernur Sumsel

Gubernur Sumatera Selatan, H Herman Deru. (humas)

Gubernur Sumatera Selatan, H Herman Deru. (humas)

PALEMBANG, Transparanmerdeka.co – Penegasan Jubir Gugus Tugas Penanganan virus Corona atau Covid -19, Dr Zen Ahmad yang menyebut Palembang masuk zona merah, karena ada tambahan 15 kasus yang positif pandemi Corona Virus Diasese 2019 atau Covid-19, ditanggapi dengan bijak oleh Gubernur Sumatera Selatan (Sumsesl) H Herman Deru. Dia ingin masyarakat tidak salam mehamani persepsi mengenai zona merah itu.

“Saya tidak ingin masyarakat salah persepsi mengenai zona merah. Satu wilayah dikatakan zona merah terkait kasus virus Corona, karena di wilayah itu terjadi kasus pasien positif Covid-19 yang bersetatus lokal atau penularannya terjadi antara keluarga dan tetangga di wilayah itu sendiri. Jadi zona merah ini bukan karena tahapan gawat atau tidak gawatnya, melainkan karena banyaknya kasus pasien positif yang berstatus lokal,” kata Herman Deru, Senin (20/4/2020).

Baca juga  Pasca Dibuka Lagi, Wisma Atlet JSC Palembang Isolasi Pasien Covid-19

Gubernur Sumsel juga mengungkapkan, masuknya zona merah ini jangan sampai melemahkan semangat dari kepala daerah dalam menghadapi virus corona. “Jadi hal ini jangan sampai melemahkan semangat dan perjuangan kepala daerah yang sudah maksimal dalam mengatasi virus corona ini,” imbaunya.

Gubernur juga menjelaskan, zona marah ini adalah istilah yang muncul dari pusat, tapi bukan menandakan volume lebih ketransmisi lokal, karena ada juga daerah yang volumenya lebih banyak tapi tidak zona merah. Karena kasusnya impor artinya tertular dari daerah lain atau negara lain.

Baca juga  30 Kelurahan di Palembang Boleh Selenggarakan Shalat Idul Fitri Berjamaah

“Untuk status siaga darurat, tanggap darurat, dan lainnya itu, kepala daerah yang menentukan. Saya serahkan kepada Bupati dan Wali Kota untuk menentukan daerahnya, kekuatannya karena bukan dari epidemiologi saja tapi dari berbagai aspek termasuk ketahanannya, keamanannya serta harus dihitung kira-kira sejauh mana dampak kalau di PSBB-kan. Jika ada bupati atau wali kota di Sumsel yang ingin mengajukan PSBB, jika kajiannya sudah tepat maka pihaknya akan mengajukan ke Kementerian Kesehatan,” jelasnya. (adm)

Share :

Baca Juga

Regional

SAS Palembang Salurkan Sembako dan Hand Sanitizer ke Warga

Regional

Gubernur Sumsel Ajak BNI Optimalkan Peran CSR Untuk Pertanian

Regional

Gubernur Sumsel Sebut Ancaman Covid-19 Kian Meningkatkan

Regional

Karhutla Terjadi di Lahan Tak Produktif, Pemprov Sumsel Ajukan Konsesi

Regional

Herman Deru Minta Layanan LRT Harus Ditingkatkan

Regional

Cegah Pandemi Covid-19, Pemkot Palembang Bersih-Bersih Pasar

Regional

Dampak Dari Covid-19, Gubernur Sumsel Siap Bantu Warga Miskin

Regional

Epidemiolog Unsri: Belajar Tatap Muka Harus Pakai Aturan Ketat