Home / Regional

Rabu, 13 Mei 2020 - 12:26 WIB

Palembang Terapkan PSBB Usai Idul Fitri, Pelanggar Akan Sidang di Tempat

Wali Kota Palembang, Harnojoyo (tribun)

Wali Kota Palembang, Harnojoyo (tribun)

PALEMBANG, Transparanmerdeka.co – Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) H Herman Deru, memastikan Pembatasan Sosial Berskala Besar atau PSBB di Palembang dan Prabumulih bisa dimulai 25 Mei 2020, atau H+2 setelah hari raya Idul Fitri.Lamanya penerapan untuk mempersiapkan dasar hukum dan sosialisasi kepada masyarakat. Tapi pelanggar PSBB menurut Gubernur Sumsel akan sidang di tempat.

Wali Kota Palembang, Harnojoyo menyebutkan, jika pihaknya sudah menyiapkan beberapa langkah hingga memikirkan sanksi bagi para pelanggar. Namun saat ini dirinya berfokus pada penurunan sebaran Covid-19. “Kita lihat nanti di lapangan, apakah ada yang melanggar. Sanksinya tergantung kesalahan, apakah denda atau ada aturan dari penegak hukum. Sekarang itu yang penting virus menurun,” katanya, Rabu (13/5/2020).

Dikatakan, sebelum PSBB untuk memutus mata rantai penyebaran pandemi Corona Virus Disease 2019 atau Covid-19 dilaksanakan, Wali Kota Palembang harus menyerahkan rancangan Peraturan Wali Kota (Perwali) ke Gubernur Sumsel. Setelah disetujui, Herman Deru baru meneken Peraturan Gubernur (Pergub) sebagai dasar hukum pelaksanaan PSBB.

Baca juga  Setahun Covid-19, Ratusan Personel Polda Banten Terpapar Pandemi

Harnojoyo pun ditenggat oleh Herman Deru untuk menyelesaikan draf Perwali tersebut, atau paling lama H-2 lebaran. Sebelum menyerahkan rancangan aturan, Harjonoyo memastikan pihaknya akan membahas penerapan PSBB secara fleksibel. “PSBB bisa berjalan setelah Pak Gubernur menandatangani Perwali. Tapi Perwali masih diracik dan dibahas oleh Forkompinda, menyangkut apa saja poin pentingnya,” katanya.

Dijelaskan, pihaknya masih berdiskusi tentang lanjutan pembahasan kebijakan secara matang sebelum mengajukan Perwali. Termasuk pembatasan transportasi maupun lokasi-lokasi yang tidak diperbolehkan ada keramaian. “Semua dengan tim teknis penanganan percepatan Covid-19 tanpa terkecuali menyusun poin-poin kebijakan. Kita dikasih target satu minggu kalau dari hari ini, mungkin H-2 lebaran dan segera diselesaikan pertimbangannya. Nanti pelaksanaan PSBB bersamaan dengan Prabumulih,” terang dia.

PSBB Palembang Bahas 11 Sektor Usaha
Secara teroisah, Sekretaris Daerah (Sekda) Palembang, Ratu Dewa menambahkan, pihaknya sudah menyiapkan rancangan Perwali. Tinggal menunggu persetujuan dari Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD). Setelahnya, Perwali disosialisasikan diajukan ke Gubernur Sumsel.

Baca juga  Dampak Covid-19 dan PHK, 25.554 Warga Palembang Daftar Kartu Prakerja

“Rancangannya sudah ada, semua 11 sektor terangkum meliputi transportasi, pangan sandang, kesehatan, perbankan, industri telekomunikasi, kemudian kebijakan rumah makan yang tetap dibuka asal take away, dan pedagang pasar masih boleh berjualan,” tambah dia.

Dalam hal lain, yang perlu diperhatikan yakni sistem pembatasan warga saat di jalan raya. Lalu pengiriman barang, dan protokol pengendara transportasi. Artinya kendaraan yang melewati perbatasan harus memenuhi syara sesuai Permenhub. “Kalau tidak jelas, kendaraan harus putar arah. Kemudian untuk aturan perkantoran masih tetap buka dan pegawainya boleh bekerja dengan konsekuensi, instansi menyiapkan alat kesehatan,” sambungnya.

Sementara itu, Wali Kota Prabumulih, Ridho Yahya, mengaku sudah menerapkan PSBB untuk beberapa sektor. Terutama sarana dan fasilitas umum serta meliburkan sekolah. Dia meminta PSBB jangan dijadikan kekhawtiran, tapi pembelajaran menjaga disiplin masyarakat. “Pembatasan sudah diterapkan semua, contohnya dengan meliburkan sekolah, membatasi tempat ibadah, dan masalah angkutan cuma, itu saja,” ujarnya. (adm)

Share :

Baca Juga

Regional

Mulai 20 Maret 2020, Tempat Wisata dan Hiburan Jakarta Tutup 2 Pekan

Regional

Pemprov DKI Jakarta Bagikan 20 Juta Masker Gratis

Regional

Setelah Gubernur Sumsel, Giliran Wali Kota Palembang Divaksin Covid-19

Regional

Sudah Terapkan PPKM Mikro, Status Palembang Naik Jadi Zona Merah

Regional

Cegah Karhutla, Sumsel Siapkan Drone dan Aplikasi Songket

Regional

H Herman Deru: UMP Sumsel 2021 Minimal Sama Dengan 2020

Regional

Kasus Covid-19 Sumsel Tambah Terus, Ahli Epidemiologi: Perhatikan 3M dan 3T

Regional

Cegah Penyebaran Covid-19, Sebagian Gerai di 4 Mall Jakarta Tutup