Home / Olahraga

Kamis, 5 Maret 2020 - 12:57 WIB

Pantau Situasi Turnamen All England, PP PBSI Koordinasi Dengan KBRI Inggris

Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon (PBSI)

Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon (PBSI)

Jakarta, Transparanmerdeka.co
Turnamen Bulutangkis All England 2020, kali ini agak terasa berbeda. Tak hanya dilangsungkan di tahun penyelenggaraan Oolimpiade, tetapi juga menjadi tahun penting bagi pebulutangkis dunia untuk mengumpulkan poin sebanyak-banyaknya. Atau mungkin juga sekadar latihan di panggung bulutangkis bergengsi setelah lolos Olimpiade. Yang pasti, turnamen ini dilangsungkan di tengah meluasnya wabah Virus Corona atau Covid-19.

Ya, mewabahnya Virus Corona membuat beberapa negara terpaksa membatalkan berbagai event olahraga, termasuk bulutangkis. Tetapi, untuk turnamen All England 2020, tim bulutangkis Indonesia sudah memutuskan untuk tetap berangkat sesuai dengan jadwal yang telah direncanakan yaitu Sabtu (7/3/2020). Sejumlah tindakan preventif telah dilakukan PBSI untuk melindungi atlet, pelatih dan tim ofisial selama mengikuti turnamen yang akan dilangsungkan di Birmingham, Inggris pada 11-15 Maret 2020.

Baca juga  Juara Indonesia Master 2020, Anthony Harus Lebih Fokus dan Tenang

Selain pemberian informasi mengenai cara pencegahan Virus Corona, tim juga dibekali dengan vitamin, masker dan hand sanitizer. PP PBSI terus berkomunikasi dengan tim KBRI di Inggris untuk memastikan kondisi dan kebijakan terkait kedatangan tim ke Inggris nanti. “Sebelum berangkat, kami sudah memastikan lagi bahwa semuanya oke. Kami tidak ingin sampai di sana (Birmingham) disuruh balik lagi atau dikarantina. Kami sudah tanya ke kedutaan, ada risiko seperti ini atau tidak?” kata Achmad Budiharto, Chef de Mission tim Indonesia di All England 2020, Kamis (5/3/2020).

Dikatakan, jika ternyata ada perubahan kebijakan, akan kami lihat lagi sampai nanti sebelum berangkat. Sejauh belum ada travel warning terkait Indonesia sudah terpapar virus Covid-19, tapi di Inggris juga sudah ada kasus, walau di Birmingham masih cukup kondusif. All England menjadi salah satu turnamen yang menjadi milestone PBSI di tahun 2020. Pada tahun lalu, Indonesia meraih satu gelar pada turnamen level Super 1000 ini lewat ganda putra Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan.

Baca juga  KONI Sumsel Salurkan Bantuan Sembako Dari Kantor Pos Palembang

“All England adalah turnamen penting, meskipun ada di grade dua, tapi secara tidak resmi seperti kejuaraan dunia, prestisenya tinggi. Di tengah keadaan seperti ini kami memberanikan diri untuk berangkat. mudah-mudahan tidak ada apa-apa,” tutur Sekretaris Jenderal PP PBSI ini..

Pada turnamen All England 2020, Indonesia mengirim pemain-pemain terbaiknya. Diantaranya pasangan rangking satu dunia di nomor ganda putra, Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon, Anthony Sinisuka Ginting, Jonatan Christie, Greysia Polii/Apriyani Rahayu dan masih banyak lagi. (ato)

Share :

Baca Juga

Olahraga

Komjen Listyo Sigit Akui Dalam Posisi Sangat ‘Mesra’ Dengan KPK

Olahraga

BWF World Tour Finals: Ahsan/Hendra Gagal Pertahankan Gelar

Olahraga

Update Covid-19 pada 5 Desember: Kasus Positif Sudah 569.707 Orang

Olahraga

2 Gol Kushedya Hari Yudo Bawa Arema Taklukkan PS Tira-Persikabo

Olahraga

Butuh Waktu 23 Menit, Kevin/Marcus Lolos Ke Delapan Besar

Olahraga

Hadapi Porprov Sumsel, 20 Pecatur PALI Ujicoba Ke Bandar Lampung

Olahraga

PBSI Home Tournament: Chico Tantang Anthony Ginting di Semifinal

Olahraga

EURO 2020: Preview Wales vs Swiss, Motivasi Berlipat Wales