Home / Regional

Jumat, 17 April 2020 - 07:16 WIB

Pasien Positif Covid-19 di Jakarta Capai 2.823 Kasus

JAKARTA, Transparanmerdeka.co – Kepala Bidang Sumber Daya Kesehatan Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Ani Ruspitawati mengungkapkan, jumlah pasien positif terinfeksi virus Corona atau Covid-19 di Jakarta terus meningkat. Dia menyebutkan, sampai Jumat (17/4/2020), jumlah pasien positif Corona mencapai 2.823 kasus di Jakarta. Ada tambahan 153 orang dari jumlah sehari sebelumnya.

“Terdapat sebanyak 203 pasien atau sekitar 7% dinyatakan telah sembuh. Jumlah pasien meninggal sampai saat ini 250 orang atau 9%, pasien positif Covid-19 yang dirawat sebanyak 1.727 orang atau 61%, dan sebanyak 643 orang atau 23% tengah melakukan isolasi mandiri,” kata Ani Ruspitawati di Balai Kota Jakarta, Jumat (17/4/2020).

Dia juga menjelaskan bahwa sebanyak 3.779 orang berada dalam ODP (orang dalam pemantauan) dengan catatan 596 atau 16 % berada dalam proses pemantauan dan 3.183 orang atau 84% selesai pemantauan. Sedangkan pasien dalam pemantauan (PDP) tercatat 2.865 orang dan sebanyak 1.373 orang atau 48% masih dirawat serta, 1.492 orang atau 52% sudah sehat dan diperbolehkan pulang.

Baca juga  Blusukan ke Kecamatan Kemuning, Wawako Palembang Tinjau Lokasi Langgaan Banjir

Sementara itu, Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, memprediksi bahwa pandemi Covid-19 di Jakarta sudah mencapai 8.000 kasus. Hal itu disebutkannya ketik teleconference dengan Tim Pengawas Penanganan Covid-19 DPR RI. “Ini kalau kita menggunakan proyeksi yang ada, mungkin bisa sampai 8.000 kasus dalam waktu dekat ini,” katanya.

Dengan jumlah pasien sebanyak itu dan 20 persen di antaranya membutuhkan perawatan intensif di rumah sakit, Anies menyebut, hal ini bakal membebani fasilitas kesehatan yang ada di Jakarta. Untuk itu, dia mengaku bahwa Pemprov DKI selama tiga pekan terakhir telah mempersiapkan sejumlah lokasi alternatif untuk menampung para pasien tersebut. Ada GOR, gedung pertemuam besar, sasana krida, dan lain yang bila sampai jumlahnya meningkat, maka itu akan menjadi tempat alternatif.

Baca juga  Pasien Covid-19 di Jakarta Bertambah, Anies Perpanjang Masa Tanggap Darurat

Guna mencegah penyebaran Virus Corona, Anies meminta Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 di tingkat RT/RW untuk melakukan pemantauan terhadap warganya yang memiliki risiko tinggi terinfeksi virus corona, seperti lansia, penyakit asma, jantung, tekanan darah tinggi, hingga diabetes. “Mereka-mereka yang punya risiko tinggi dipantau khusus agar mereka terbebas dari penularan,” katanya.

Anies juga menyebutkan bahwa ]penanganan dan pengendalian Covid-19 tidak mungkin selesai dalam 14 hari. Pelaksanaan PSBB selama 14 hari seperti yang diatur dalam Permenkes Nomor 9 Tahun 2020 tentang Pedoman PSBB tidak cukup “Dalam kenyataannya wabah seperti ini tidak bisa selesai dalam 14 hari. Karena itu hampir pasti PSBB harus diperpanjang,” jelasnya. (ato)

Share :

Baca Juga

Regional

Ini Zona Merah Covid-19 Jakarta, Warga Harus Tetap Waspada!

Regional

Kembali Zona Merah, Sekda Palembang: Posko Lurah Harus Fokus 3T

Regional

Update Covid-19 di Jakarta: Jumlah Pasien Positif 3.506 Orang

Regional

Kwarcab Pramuka PALI Peringati HUT Ke-59 Pramuka Secara Virtual

Regional

GTPP Sumsel: Untuk Pencegahan, Kampung Tangkal Covid-19 Harus Diperbanyak

Regional

Pasca Dibuka Lagi, Wisma Atlet JSC Palembang Isolasi Pasien Covid-19

Regional

Gaji Ke-14 Dijanjikan Awal Juni, Pemkot Palembang Terganjal Perwali

Regional

Sempat Tertahan di Singapura, Jamaah Umroh Palembang Sudah Kembali