Home / Olahraga

Selasa, 9 Juni 2020 - 10:41 WIB

PBSI Sambut Baik Klarifikasi BWF Soal Poin Untuk China dan Hongkong

Ganda Putra Terbaik Indonesia dan Dunia, Kevin Sanjaya dan Marcus Gideon. (pbsi)

Ganda Putra Terbaik Indonesia dan Dunia, Kevin Sanjaya dan Marcus Gideon. (pbsi)

JAKARTA, Transparanmerdeka.co – Badminton World Federation (BWF) akhirnya memberikan klarifikasi atas keputusan pemberian poin bagi tim China dan Hongkong dalam kejuaraan Badminton Asia Mixed Team Championships 2021 (BAMTC). Kedua tim ini diberikan poin karena tidak dapat mengikuti turnamen Badminton Asia Team Championships 2020 (BATC) di Manila, Filipina, karena peraturan pembatasan perjalanan yang diberlakukan pemerintah Filipina terkait wabah Covid-19.

Keputusan ini sempat membuat beberapa negara mengajukan keberatan karena dianggap tidak fair. Poin BAMTC yang didapat China dan Hongkong mencakup nomor ganda campuran. Sedangkan peserta BATC 2020 tidak mendapat poin dari nomor ganda campuran karena format pertandingan yang dimainkan adalah format Piala Thomas dan Uber yang hanya memainkan nomor tunggal putra, tunggal putri, ganda putra dan ganda putri.

Dalam klarifikasinya, BWF menyatakan bahwa China dan Hongkong akan mendapat poin dari BAMTC 2021 tetapi tidak pada nomor ganda campuran karena nomor ini tidak dimainkan pada BATC 2020. “Ini adalah keputusan yang fair untuk semua, memang ini yang kami inginkan yaitu kejelasan bahwa nomor ganda campuran tidak akan dihitung. Karena negara lain juga tidak dapat poin dari ganda campuran di BATC 2020,” kata Bambang Roedyanto, Kasubid Hubungan Internasional PP PBSI.

Baca juga  PBSI Home Tournament: Anthony Juara Grup E dan Tegar Runner-up

Dikatakan, saat ini BWF juga tengah menggodok aturan tentang jumlah turnamen wajib yang harus diikuti pebulutangkis. Wabah Corona Virus Disease 2019 atau Covid-19 membuat banyak negara peserta mengalami keterbatasan dalam pengaturan perjalanan dan lain sebagainya, maka pengaturan ulang mandatory tournament ini dipandang sebagai hal yang cukup krusial.

“BWF akan membuat aturan mengenai ini (jumlah turnamen wajib), tapi sampai saat ini masih belum ada informasi lagi, keputusan resmi akan diumumkan lebih lanjut oleh BWF, kita tunggu saja,” tutur Rudy yang juga menjabat sebagai Chair of Event Committee Badminton Asia Confederation seperti dikutip dari situs resmi PBSI, Selasa (9/6/2020)

Baca juga  Indonesia Gagal Total di Toyota Thailand Terbuka

Berdasarkan peraturan yang dikeluarkan BWF, mereka yang berada di peringkat 15 besar di nomor tunggal dan peringkat 10 besar di nomor ganda, diwajibkan untuk mengikuti turnamen-turnamen berikut:
1. BWF World Tour Finals (level 1)
2. Tiga dari total tiga turnamen di level 2 (BWF World Tour Super 1000)
3. Lima dari total lima turnamen di level 3 (BWF World Tour Super 750)
4. Empat dari total tujuh turnamen di level empat (BWF World Tour Super 500)
(ato)

Share :

Baca Juga

Olahraga

Hanya Sektor Ganda Yang Tersisa di Toyota Thailand Open

Olahraga

PBSI Home Tournament: Praveen/Melati Ditantang Hafiz/Gloria Di Perempat Final

Olahraga

BWF World Tour Finals: Hanya 2 Wakil Indonesia Yang Menang

Olahraga

PBSI Home Tournament: Jojo Mundur, Anthony Ginting Bertemu Shesar Di Final

Olahraga

Menpora Luncurkan Lomba Senam ‘Stay at Home’ di Tengah Pandemi Corona

Olahraga

BWF World Tour Finals 2020: Ginting Gagal Ke Semifinal

Olahraga

Thailand Open 2021: Greysia/Apriyani Juara dan Praveen/Melati Gagal

Olahraga

Hadapi Badminton Asia Team Championships, PBSI Siapkan 20 Pebulutangkis