Home / Hukum

Minggu, 16 Agustus 2020 - 10:45 WIB

Pekan Depan, Mabes Polri Periksa 4 Tersangka Kasus Suap Djoko Tjandra

Djoko Tjandra. (PR)

Djoko Tjandra. (PR)

JAKARTA, Transparanmerdeka.co – Mabes Polri akan memeriksa 4 tersangka kasus dugaan suap penghapusan red notice dan surat jalan palsu Djoko Tjandra. Pemeriksaan itu akan dilakukan pada hari kerja pekan depan.

“Ya di hari kerja pekan depan,” kata Kepala Divisi Hubungan Masyarakat Mabes Polri Inspektur Jenderal Argo Yuwono kepada wartawan yang menghubunginya pada Minggu (16/8/2020).

Dalam perkara ‘red notice’, Badan Reserse Kriminal Polri telah menetapkan empat orang sebagai tersangka. Mereka adalah Inspektur Jenderal Napoleon Bonaparte dan Brigadir Jenderal Prasetijo Utomo sebagai penerima suap. Sedangkan Tommy Sumardi dan Djoko Tjandra sebagai tersangka pemberi suap.

Baca juga  Bantu Hilangkan Red Notice Djoko Tjandra, Napoleon Dituntut Ringan

Kasus terhapusnya ‘red notice’ Djoko Tjandra mulanya diketahui setelah buronan 11 tahun itu masuk ke Indonesia tanpa terdeteksi untuk mendaftarkan Peninjauan Kembali kasusnya ke Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Penghapusan red notice ini menyeret nama Brigadir Jenderal Nugroho Slamet Wibowo.

Selaku Sekretaris National Central Bureau Interpol Indonesia, dia menyurati pihak Imigrasi pada 5 Mei 2020 mengenai telah terhapusnya ‘red notice’ Djoko dari basis data Interpol. Atas surat itu, Imigrasi kemudian menghapus nama Djoko dari sistem perlintasan. Hal ini diduga membuat Djoko bisa masuk ke Indonesia tanpa terdeteksi.

Baca juga  KPK Pastikan Kejagung-Polri Kirim Berkas Perkara Djoko Tjandra

Kepala Polri (Kapolri) Jenderal Idham Azis lalu mencopot Nugroho dari jabatannya. Kepala Divisi Hubungan Internasional Polri, Inspektur Jenderal Napoleon Bonaparte juga ikut dicopot karena dianggap tak mengawasi bawahannya.

Polisi pun menjerat Irjen Napoleon Bonaparte dan Brigjen Prasetijo Pasal 5 ayat 2, pasal 11 dan 12 huruf a dan b UU Tipikor juncto Pasal 55 KUHP.

Argo mengatakan penetapan tersangka ini dilakukan setelah dilakukan gelar perkara. Adapun barang bukti yang disita berupa 20 ribu dolar AS, surat dan sejumlah barang bukti elektronik. (adm)

Share :

Baca Juga

Hukum

Jatah Fee Lawyer Anita Kolopaking Disunat Pinangki

Hukum

Sebut Paslon Nomor Urut 2 Pilkada OI Gunakan Dana Bansos, Wagub Sumsel Dilaporkan ke Polisi

Hukum

Lagi di Luar Kota, Sekjen KKP Tak Penuhi Panggilan KPK

Hukum

Terkait Kasus Suap Ditjen Pajak, KPK Periksa Kabiro PT Panin Bank

Hukum

Proyek Subkontraktor Fiktif, KPK Garap Direktur Keuangan Waskita Karya

Hukum

Tommy Sumardi Akui Serahkan Uang kepada Dua Jenderal Polisi

Hukum

Penusuk Syekh Ali Jaber Dibebaskan, Kadiv Humas Polri: Itu Berita Hoax

Hukum

PK Anas Urbaningningrum Inkracht, KPK Langsung Eksekusi ke Lapas Sukamiskin