Home / Nasional

Kamis, 4 Juni 2020 - 13:43 WIB

Pemerintah Akui Tak Bisa Andalkan Vaksin Covid-19 Negara Lain

Menko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhadjir Effendy. (merdeka)

Menko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhadjir Effendy. (merdeka)

JAKARTA, Transparanmerdeka.co – Pemerintah Indonesia menargetkan dapat memproduksi vaksin sendiri untuk menangkal Corona Virus Disease 2019 atau Covid-19 pada akhir tahun ini. Vaksin ini akan diprioritaskan untuk penggunaan di Indonesia. Pasalnya penelitian vaksin negara lain jelas diperuntukkan bagi warga negara mereka sendiri.

Karena itu pemerintah Indonesia menargetkan bisa memproduksi vaksin sendiri akhir tahun ini, “Terkait vaksin, Indonesia harus mandiri. Targetnya Indonesia bisa produksi akhir tahun ini,” ujar Menko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhadjir Effendy dalam jumpa pers usai rapat terbatas, Kamis (4/6/2020).

Saat ini, ada 147 pihak di dunia yang tengah meneliti vaksin corona. Namun, penemuan vaksin itu akan tetap diprioritaskan untuk keperluan di negaranya masing-masing. Untuk itu, Presiden Joko Widodo meminta para ahli agar segera menemukan vaksin corona untuk kepentingan Indonesia sendiri.

Baca juga  Enam Lembaga Buat Vaksin Covid-19, Eijkman Tercepat

“Jadi Presiden menginstruksikan supaya tim peneliti bergerak menemukan vaksin untuk Indonesia sendiri. Di mana kita punya 270 juta warga yang tidak mungkin mengandalkan impor tapi juga siap-siap riset vaksin sendiri,” kata Muhadjir.

Pemerintah sebelumnya menyatakan belum ada satu pun obat maupun vaksin di dunia untuk menangani corona. Meski demikian, sejumlah penelitian telah dilakukan dengan uji coba pada tumbuhan yang berpotensi sebagai anti virus corona.

Di sisi lain, Menteri Riset dan Teknologi/Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (Menristek/Kepala BRIN) Bambang PS Brodjonegoro menyebut Indonesia bisa menghasilkan Vaksin Virus Corona pada tahun ini. Namun, Vaksin Virus Corona tersebut baru bisa dipakai secara masal pada tahun depan.

Bambang menyampaikan kabar itu saat menjadi pembicara pada Danareksa Distinguished Speaker Series bertopik Upaya Penanganan Covid-19 Pemulihan Ekonomi, dan New Normal di Indonesia yang diadakan oleh PT Danareksa melalui aplikasi telekonferensi.

Baca juga  Kapolri Warning Jajarannya Agar Serius Laksanakan Inpres No 6 Tahun 2020

Dikutip dari situs Kemristek, Bambang menjelaskan, saat ini Lembaga Biologi Molekuler (LBM) Eijkman memimpin riset di sektor vaksin virus corona untuk transmisi lokal dalam Konsorsium Riset dan Inovasi tentang Covid-19 yang didanai oleh Kemenristek/BRIN.

Bambang menambahkan, Indonesia memerlukan Vaksin Virus Corona khusus yang berbeda dengan Vaksin Virus Corona yang dikembangkan di negara lain. Penyebabnya, tiga jenis atau strain virus Covid-19 yang menyebar di dalam negeri belum terkategorisasi oleh database terkait influenza dan coronavirus di dunia, Global Initiative on Sharing All Influenza Data. (adm)

Share :

Baca Juga

Nasional

Reshuffle Kabinet Indonesia Maju, Jokowi Panggil Calon Menteri ke Istana

Nasional

Update Covid-19 Pada 13 November: Catat Rekor Baru Pasien Positif

Nasional

Update Covid-19 Pada 6 Maret: Pasien Sembuh Tambah 6.823 Orang

Nasional

Neta S Pane: Ironis, Hajatan Warga Dibubarkan, TKA China Bebas Masuk

Nasional

Update Covid-19 pada 19 November: Pasien Positif Bertambah 4.798 Orang

Nasional

Update Covid-19 Indonesia 26 Juni: Jawa Timur Lampaui DKI Jakarta

Nasional

Update Covid-19 pada 3 April: Ada Tambahan 4.345 Pasien Positif

Nasional

Pada Uji Kelayakan, Calon Kapolri Beberkan Transformasi Polri Presisi