Home / Regional

Kamis, 9 Juli 2020 - 02:17 WIB

Pemkot Palembang Buru Koordinator Eksploitasi Anak

Pemkot Palembang dan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah menggelar rapat terkait pengentasan pengemis, anak jalanan dan gelandangan. (antaranews)

Pemkot Palembang dan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah menggelar rapat terkait pengentasan pengemis, anak jalanan dan gelandangan. (antaranews)

PALEMBANG, Transparanmerdeka.co – Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang, memburu koordinator gelandangan dan pengemis yang semakin marak sehingga mengganggu ketertiban umum karena turut mengeksploitasi anak. Dalam hal ini, Pemkot Palembang menggandeng TNI, Polri, Kejaksaan, Komisi Perlindungan Anak (KPAI) untuk menuntaskan praktik ekspolitasi anak tersebut.

“Untuk eksekusinya kami tidak bisa beritahu, karena dulu sebelum kami rapat membahas persoalan ini gelandangan dan pengemis itu ramai, tapi begitu sudah rapat kok seperti sepi lagi, jadi sidaknya harus optimal nanti,” kata Wakil Wali Kota Palembang, Fitrianti Agustinda di Palembang, kemarin.

Menurutnya, menemukan para koordinator gelandangan, anak jalanan dan pengemis menjadi langkah penting mengatasi persoalan tersebut, mengingat praktik eksploitasi anak jalanan telah menyasar bayi-bayi yang dipaksakan menelan obat penenang sehingga sangat berbahaya bagi bayi.

Baca juga  Pembangunan Infrastruktur dan Rehab SDN 114 Molor

Selain itu para gelandangan, anak jalanan dan pengemis itu akan diamankan untuk diselidiki latar belakangnya, sebab disinyalir sebagian mereka ada yang hidup berkecukupan namun sengaja menjadikanya mata pencaharian. Meski tidak dipungkiri bahwa sebagian lainnya memang mengemis dan menggelandang karena putus sekolah atau hidup di bawah garis kemiskinan, pihaknya pun telah memetakan titik-titik operasinya, termasuk manusia silver yang mulai marak di simpang-simpang jalan raya.

“Jika ternyata mereka punya banyak harta atau katakanlah hidup kaya, maka itu bisa diberikan sanksi, dari denda Rp50 juta sampai penjara selama tiga bulan. Jika para pengemis, anak jalanan dan geladangan memang hidup miskin atau putus sekolah maka pihaknya akan membina, seperti memberikan bantuan usaha maupun disekolahkan kembali,” kata Fitrianti seperti dikutip dari ‘antaranews’.

Baca juga  Palembang Bikin Akses Jalur Darat ke Pulau Kemaro

Dia menekankan bahwa upaya pengentasan masalah sosial yang menahun itu tidak dapat diselesaikan unsur pemerintahan saja, ia juga meminta masyarakat membantu dengan tidak memberikan lagi uang kepada pengemis maupun gelandangan. “Misalnya ingin memberi atau bersedakah kan sudah ada baznas, panti asuhan, panti jompo dan lainnya, kalau para pengemis dan gelandangan terus-menerus diberi uang ya mereka akan terus ada,” ujarnya. (adm)

Share :

Baca Juga

Regional

Efek Virus Corona, Mulai Hari Ini Angkutan Massal di Jakarta Dibatasi

Regional

Produktivitas Sawah Sumsel Kalah dengan Jawa, Ini Kata Gubernur

Regional

Soal Perpres Investasi Miras, Herman Deru: Warga Sumsel Tak Konsumsi Alkohol

Regional

137 Pedagang Pasar di DKI Positif Covid-19

Regional

Asal Sesuai Prokes, Sholat Idul Adha dan Sembelih Hewan Kurban Dibolehkan

Regional

Suporter Ultras Palembang Sasar Warga Terdampak Covid-19 Yang Belum Terima Bantuan

Regional

Kasus Positif Covid-19 di Jakarta Pada Sabtu (9/5) bertambah 58 Orang

Regional

Terapkan Protokol Kesehatan, Kapolda Sumsel Apresiasi Pertamina EP Asset 2