Home / Regional

Selasa, 16 Juni 2020 - 12:58 WIB

Pemkot Palembang Isyaratkan Tak Perpanjang PSBB Tahap Ketiga

Suasana di lapak relokasi Pasar Tradisional Lemabang Palembang, yang menerapkan jaga jarak pada masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). (kompas)

Suasana di lapak relokasi Pasar Tradisional Lemabang Palembang, yang menerapkan jaga jarak pada masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). (kompas)

JAKARTA, Transparanmerdeka.co – Sekretaris Daerah Pemkot Palembang, Ratu Dewa, mengisyaratkan bahwa daerah itu tidak akan melanjutkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) pada tahap ketiga. Pemerintah setempat lebih cenderung menekankan kedisplinan protokol kesehatan.

Dikatakan, banyak pertimbangan yang membuat kebijakan penghentian PSBB diambil. Di antaranya status penyebaran Covid-19 di kota itu sudah menuju zona oranye atau lebih baik dari zona merah pada dua pekan lalu. “Ada 14 indikator kesehatan yang jadi pertimbangan Gugus Tugas. Artinya PSBB kemungkinan tidak dilanjutkan, proses transisi sebenarnya sudah dilakukan pada PSBB tahap kedua,” ungkap Ratu Dewa, Selasa (16/6/2020).

Baca juga  Sejak Pandemi Corona, Pembelian Rumah di Sumsel Turun 30 Persen

PSBB Palembang telah dilakukan dua kali. Pertama pada 20 Mei-2 Juni dan dilanjutkan PSBB tahap kedua 3-16 Juni 2020. Dalam dua kali PSBB tersebut terjadi penurunan status penyebaran virus Corona sehingga ke depan dikedepankan mendisiplinkan protokol kesehatan bagi masyarakat. “Tapi untuk kepastian keputusan dan mekanisme pelaksanan akan ditentukan besok, kita bahas dengan para ahli,” katanya.

Dalam sosialisasi disiplin protokol kesehatan, Ratu Dewa mengaku akan melibatkan 400 tokoh agama dan 1.725 anggota polisi. Mereka bertugas memberikan pemahaman kepada masyarakat pentingnya mengikuti protokol kesehatan agar penularan bisa ditekan. “Apalagi tempat ibadah sudah mulai dibuka, edukasi dan sosialisasi bisa dimulai dari sana,” jelasnya.

Baca juga  Ini Pesan Gubernur Sumsel Usai Melantik Rosidin Hasan Jadi Pj Bupati PALI

Sementara itu, juru bicara Dinas Kesehatan Palembang Yudhi Setiawan mengatakan, meski PSBB tak berlanjut, rapid test dan swab terus digelar terutama di daerah rawan penularan, seperti pasar. Sebab, hingga saat ini baru 2.000 orang yang menjalani uji usap tenggorokan. “Target kami 3.500 uji swab dilakukan. Mudah-mudahan selama dua pekan ke depan bisa tercapai,” pungkasnya. (adm)

Share :

Baca Juga

Regional

Siswa Jakarta Memulai Tahun Ajaran Baru dengan Belajar di Rumah

Regional

Wujudkan Keluarga Sadar Hukum di Sumsel, Herman Deru Gandeng IKABA

Regional

Pemprov DKI Jakarta Kembali Perpanjang PPKM Mikro

Regional

Tak Lagi Pakai Buku Nikah, Calon Pengantin di Palembang Diberi Kartu Digital

Regional

Masa Transisi, Warga Jakarta Tak Pakai Masker Didenda Rp 250 Ribu

Regional

Perindo Siap Menangkan Heri Amalindo-Soemarjono di Pilkada PALI

Regional

Sebelum Kadaluarsa, Vaksin Covid-19 di Sumsel Habis Terpakai

Regional

Langgar PSBB, Pemprov DKI Kembali Tutup Sementara 101 Perusahaan