Home / Nasional

Jumat, 10 Juli 2020 - 09:37 WIB

Penelitian Transmisi Penularan Melalui Udara SARS-CoV-2 Masih Terus Dikaji

Ketua Tim Pakar Gugus Tugas Nasional, Wiku Adisasmito. (BNPB)

Ketua Tim Pakar Gugus Tugas Nasional, Wiku Adisasmito. (BNPB)

JAKARTA, Transparanmerdeka.co – Pemahaman para ahli terhadap karakter virus SARS-CoV-2 penyebab Corora Virus Disease 2019 atau Covid-19 terus berkembang. Hasil dari berbagai penelitian mereka akan berpengaruh terhadap kebijakan pencegahan Covid-19 secara global.

Ketua Tim Pakar Gugus Tugas Nasional, Wiku Adisasmito, menyampaikan bahwa pihaknya telah menanyakan secara langsung kepada Badan PBB untuk Kesehatan Dunia (WHO) Indonesia mengenai perkembangan penelitian virus SARS-CoV-2. WHO Indonesia berkoordinasi aktif dengan para peneliti sejak April lalu.

Salah satunya mengenai penelitian transmisi atau penularan lewat udara. Hasil dari penelitian yang ada menunjukkan bahwa transmisi udara belum terbukti secara pasti.

“WHO mendorong penelitian lebih lanjut di bidang ini. Seiring dengan transmisi melalui udara, kami melihat banyak rute transmisi lainnya, bekerja sama dengan para ahli dari berbagai bidang. WHO juga akan meringkas apa yang mereka ketahui dalam ringkasan ilmiah tentang transmisi, yang akan segera dirilis,” kata Wiku saat memberikan keterangan pers, Jumat (10/7/2020).

Baca juga  Cegah Penyebaran Covid-19, Dishub DKI Hentikan Layanan Bus AKAP, AJAP, dan Pariwisata

Dijelaskan, transmisi Covid-19 melalui udara mungkin dapat terjadi pada kondisi dan keadaan tertentu, di mana suatu tindakan yang menimbulkan partikel aerosol dilakukan, seperti memasang dan melepas selang intubasi endotrakea, bronkoskopi, penyedotan cairan dari saluran pernapasan, pemakaian nebulisasi, tindakan invasif dan non invasif pada saluran pernapasan dan resusitasi jantung paru.

Sementara publikasi baru-baru ini dari New England Journal of Medicine telah mengevaluasi ketahanan virus penyebab Covid-19. Dalam kajiannya, aerosol terkumpul melalui sebuah alat yang kemudian dimasukkan ke dalam tabung Goldberg dalam lingkungan terkendali laboratorium. Alat tersebut merupakan mesin berkekuatan tinggi dan tidak merefleksikan kondisi normal manusia saat batuk.

Baca juga  Update Covid-19 pada 8 Juni 2021: Kasus Baru Positif Tambah 6.294 Orang

Penemuan pada kajian itu menunjukkan bahwa virus Covid-19 yang mampu bertahan di udara hingga 3 jam ini tidak mencerminkan kondisi klinis manusia di saat batuk. Kondisi tersebut terjadi pada saat eksperimen dilakukan untuk melihat konsentrasi partikel yang melayang di udara.

Berdasarkan bukti-bukti tersebut, WHO terus merekomendasikan pencegahan penularan yang disebabkan oleh droplet dari orang yang terinfeksi Covid-19. Pada lingkungan dimana dilakukan prosedur yang menghasilkan aerosol, WHO tetap merekomendasikan tindakan pencegahan berdasarkan tingkat risikonya. (adm)

Share :

Baca Juga

Nasional

Update Covid-19 Indonesia 24 September 2020: Angka Kematian Tembus 10.105 Orang

Nasional

Selama 12 Hari Penyekatan Arus Balik, 1.309 Orang Positif Covid-19

Nasional

Rapat Dengan KPK, Komisi III DPR Akan Pertanyakan Masalah TWK

Nasional

Update Covid-19 pada 10 Mei 2021: Kasus Baru Tambah 4.891 Orang

Nasional

Jusuf Kalla Prediksi Covid-19 di Indonesia Baru Bisa Selesai 2022

Nasional

1.064 Pemudik Dari Jawa Ke Jakarta Positif Covid-19

Nasional

Meski Sudah Tiba di Indonesdia, Vaksin AstraZeneca Belum Dipakai

Nasional

Kemenag Izinkan Shalat Idul Fitri Jemaah dan Takbiran