Home / Regional

Sabtu, 10 April 2021 - 16:39 WIB

Penyerapan Rendah, Sumsel Hentikan Distribusi Vaksin Covid-19 ke Daerah Ini

Kepala Seksi Surveliensi dan Imunisasi Dinas Kesehatan Sumsel Yusri (sindo)

Kepala Seksi Surveliensi dan Imunisasi Dinas Kesehatan Sumsel Yusri (sindo)

PALEMBANG, Transparanmerdeka.co – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Selatan (Sumsel) menghentikan sementara distribusi vaksin COVID-19 ke empat daerah akibat penyerapan yang rendah.

Empat daerah itu adalah Kota Palembang, Kabupaten Musi Rawas, Empat Lawang, dan Musi Rawas Utara. “Jika mereka masih lambat menyerap vaksin, maka ke depan tetap tidak mendapat jatah lagi,” ujar Kepala Seksi Surveilans dan Imunisasi Dinkes Sumsel Yusri di Palembang, Sabtu (10/4/2021).

Seperti dilansir ‘antaranews’, Yusri mengatakan, Sumsel telah mendapatkan jatah vaksin tahap dua termin ke tiga dari pusat ke Sumsel pada Rabu (7/4/2021) lalu.

Di empat daerah itu, dari distribusi sebelumnya, vaksin yang terserap atau telah dipakai baru lebih dari 50 persen. Cadangan di masing-masing gudang masih banyak dan dengan kecepatan saat ini diperkirakan baru habis dua pekan lebih.

Baca juga  Pebulutangkis Indonesia Didepak dari All England, Ini Penjelasan PBSI

Pada distribusi 5 April, Kota Palembang masih membutuhkan waktu 30 hari untuk menghabiskan 156.790 dosis vaksin, sedangkan Kabupaten Musi Rawas butuh 46 hari dengan stok yang tersisa masih 5.596 dosis.

Sementara Kabupaten Musi Rawas Utara membutuhkan 25 hari untuk menghabiskan 2.539 dosis dan Kabupaten Empat Lawang butuh 20 hari lagi untuk menghabiskan 1.615 dosis vaksin.

Sumsel telah menerima 716.330 dosis vaksin yang terdiri dari 100.200 dosis untuk SDM kesehatan, 182.700 dosis untuk lansia dan petugas publik tahap I, 345.400 dosis untuk lansia dan petugas publik tahap II, serta 88.030 dosis lansia dan petugas publik tahap III.

Baca juga  Indonesia Gagal Total di Toyota Thailand Terbuka

Vaksinasi paling lamban terjadi kepada para lansia. Hingga 9 April, vaksinasi untuk SDM Kesehatan telah mencapai 90,68 persen (dosis I) dan 82,17 persen (dosis II), sedangkan untuk pelayanan publik 37,65 (dosis I) dan 14,35 persen (dosis II). Sementara untuk lansia baru mencapai 4,47 persen (dosis I) dan 1,87 persen (dosis II).

Yusri mengaku “kurang tahu” mengapa serapan vaksin rendah di empat daerah tersebut. “Tapi kami minta supaya segera dikonsumsi secepatnya dan sebanyak-banyaknya,” katanya.

Kemudian, meski serapan rendah, Yusri memastikan vaksin yang belum disuntikkan itu masih dalam kondisi aman karena masa kedaluwarsanya hingga Agustus 2021. (adm)

Share :

Baca Juga

Regional

DPP Gapasadap: Pembangunan Jembatan Sumsel-Babel Mubazir

Regional

Sat Brimob Bersenjata Lengkap, Kawal 18.270 Vial Vaksin Covid-19 Untuk Sumsel

Regional

PT HBAP Optimistis Proyek PLTU Sumsel 8 Masih Sesuai Target

Regional

Dampak Covid-19 dan PHK, 25.554 Warga Palembang Daftar Kartu Prakerja

Regional

Pemkab PALI Rayakan HUT Ke-7 Dengan Kegiatan Sosial

Regional

Pemkot Palembang Akan Bentuk Dua Kampung Anti Narkoba

Regional

Muba Jadi Kabupaten Pertama Indonesia Yang Bentuk Perda Covid-19

Regional

Update Covid-19 Palembang: 453 Pasien Dirawat, 244 Sembuh, dan 32 Meninggal