Home / Nasional

Minggu, 3 Mei 2020 - 06:36 WIB

Perawat RSPI Sulianti Suroso Gugur Akibat Covid-19

Karangan bunga sebagai bentuk dukungan untuk tim medis RSPI Sulianti Saroso Jakarta Utara. (liputan6)

Karangan bunga sebagai bentuk dukungan untuk tim medis RSPI Sulianti Saroso Jakarta Utara. (liputan6)

JAKARTA, Transparanmerdeka.co – Rumah Sakit Penyakit Infeksi (RSPI) Sulianti Saroso, Jakarta Utara berduka. Rumah sakit itu baru saja kehilangan salah seorang perawat terbaiknya akibat Corona Virus Disease atau Covid-19). Prawat bernama Heri Susilo meninggal akibat terpapar pandemoi Covid-19 di tengah perjuangannya menyelamatkan pasien positif virus yang ditemukan di Wuhan, China itu.

Direktur Utama RSPI Sulianti Suroso, Mohammad Syahril, mengaku sangat merasa kehilangan sebab perawat tersebut dikenal punya integritas tinggi melawan Corona. “Kami keluarga besar RSPI Sulianti Saroso Jakarta telah kehilangan seorang perawat terbaik kami bernama Heri Susilo pada hari Sabtu (2/5/2020),” kata Syahril melalui video yang diterima wartawan pada Minggu (3/5/2020).

Heri Susilo telah bertugas menangani Covid-19 di RSPI Sulianti Suroso sejak awal 2020. Dia dikenal sebagai sosok yang disiplin dan berintegritas tinggi melawan Corona. “Perjuangan beliau sangat hebat. Beliau disiplin, kerja baik, komitmen, dan integritasnya tinggi di dalam berjuang melawan Covid-19 ini,” ungkap Syahril.

Baca juga  Masjid Istiqlal Belum Tetapkan Tanggal Buka Setelah PSBB Selesai

Direktur RSPI Sulianti Suroso itu sangat menghargai jasa Heri yang gugur sebagai perawat. Dia berharap Heri bisa dikenang sebagai pejuang tenaga kesehatan melawan Corona. “Harapan kita bersama semoga jasa baik beliau kita kenang sebagai pejuang tenaga kesehatan dalam memperjuangkan melawan Covid-19 ini. Kita semua siap melanjutkan perjuangan beliau dalam rangka memerangi Covid-19 di Indonesia ini,” urainya.

Suasana haru pun mengiringi kepergian Heri yang meninggal dunia usai terinfeksi Covid-19. Dia wafat pada Sabtu 2 Mei 2020 sekitar pukul 09.20 WIB. RSPI Sulianti Saroso menggelar prosesi pengiringan jenazah sebagai bentuk penghormatan. Sebuah mobil ambulans berbendera kuning disiapkan. Suasana penuh haru dan kesedihan mendalam yang diwarnai lantunan lagu Gugur Bunga karya Ismail Marzuki. Rekan kerja sang perawat menangis sambil membawa foto almarhum.

Baca juga  Kasus Positif Covid-19, Sudah Ada di 34 Provinsi Indonesia

Bunga makam pun ditabur selama kendaraan berjalan. Karangan bunga juga bertengger di sudut-sudut jalan keluar, salah satunya dari Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto. Seluruh pengiring jenazah yang hadir pun mengenakan masker selama proses tersebut. Salam penghormatan pun diberikan tenaga medis RSPI Sulianti Saroso, “Mas Hery, kami lanjutkan perjuanganmu.”

Sementara itu, Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) mencatat hingga akhir April 2020, terdapat 18 perawat yang meninggal dunia karena terinveksi Covid-19. Sebagian besar para perawat tersebut meninggal usai memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat. (adm)

Share :

Baca Juga

Nasional

Terapi Plasma Konvalesen Diharapkan Dapat Menurunkan Kasus Aktif dan Kematian Covid-19

Nasional

Ini Penjelasan Pemerintah Soal Kenaikan Kasus Covid-19

Nasional

Update Covid-19 Indonesia 23 Juni: Pasien Meninggal Bertambah 35 Orang

Nasional

Virus Covid-19 Dapat Menyebar di Udara, Ini Saran Epidemiolog

Nasional

Update Covid-19 pada 11 Januari: Pasien Positif Bertambah 8.692 Orang

Nasional

Tangani Etik Aziz Syamsuddin, MKD DPR Tunggu KPK

Nasional

Dua KA Reguler Tujuan Jakarta Dioperasikan Mulai Minggu Besok, Ini Jadwalnya

Nasional

Pasien Sembuh Sudah 686 Orang, Kasus Positif Covid-19 di Indonesia Masih Masif