Home / Hukum

Jumat, 21 Februari 2020 - 08:58 WIB

Periksa 800 Sub Rekening, Kejagung Temukan 40 SID Terkait Jiwasraya

Jakarta, Transparanmerdeka.co

Kejaksaan Agung (Kejagung) mengambil langkah cepat terkait 800 sub rekening efek yang sudah diblokir guna penyidikan kasus dugaan korupsi PT Asuransi Jiwasraya (Persero). Para pemilik rekening diminta untuk mengklarifikasi penggunaannya hingga Jumat (21/2/2020). “Jika tidak, maka Kejagung akan mengambil langkah tegas, yakni memblokir terus ke depannya,” kata Direktur Penyidikan pada Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejagung, Febrie Adriansyah, Jakarta.

Dikatakan, dari total 800 sub rekening efek, dari jumlah itu 212 di antaranya adalah 212 pemegang single investor identification (SID) di pasar modal. Dari jumlah itu SID itu, 40 SID di antaranya terkait dengan penyidikan Jiwasraya. “Total 40 dari 212 SID yang diblokir yang terkait itu. Lah ini kan kita tidak mau juga timbul keresahan di pasar modal makanya kita juga berkepentingan untuk segera konfirmasi ke pelaku pasar modal yang sudah diblokir. Butuh konsentrasi di situ lah kita,” jelasnya.

Baca juga  Jampidum Sebut Kebakaran Kejagung Bukan Kesengajaan

Febrie menjelaskan di dalam 212 SID itu ada banyak rekening efek hingga 20 rekening. Satu SID itu seperti nomor KTP yang bisa kemungkinan 10-20 rekening. “Nah ini yang terblok ketika SID diblokir maka semua terblokir yang di SID itu rekeningnya. Nah itu yang perlu diklarifikasi. rekening-rekening mana saja yang dipakai untuk penyidik yang menganggap itu dipakai untuk kejahatan,” lanjut Febrie.

SID adalah identitas tunggal investor yang digunakan untuk melakukan aktivitas di pasar modal Indonesia, mulai dari transaksi hingga penyelesaiannya. Identitas tunggal investor ini diterbitkan oleh PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI). Adapun SRE atau sub rekening efek adalah rekening efek yang digunakan untuk menyimpan portfolio saham atas nama nasabah yang dicatatkan pada KSEI.

Di dalam SID itu ada ratusan rekening. Jadi kalau kita pakai kita SID. Jadi satu itu dia bisa gunakan beberapa sub rekening ketika dia bermain jual beli saham. SID-nya yang di-block karena untuk menentukan mana rekening terlibat atau tidak itu perlu klarifikasi. Karena rekening yang tau kan nasabah kita nggak di dalam SID itu rekening apa yang dipakai.

Baca juga  KPK Ajak Masyarakat Kawal Sidang Teror Air Keras Pada Novel Baswedan

“Sebelumnya, dari 250 orang yang ditemui di wisma mulia dengan OJK kita berharap bisa dikonfirmasi semua, karena bukan saja kepentingan mereka. Tapi penyidik juga berkepentingan ingin tahu apakah ini uang Benny Tjokrosaputro atau Heru Hidayat atau mereka hanya terima perintah. Kita ingin tahu bagaimana pola mereka sehingga bisa masuk keterkaitannya dengan 6 saham itu,” tegasnya.

Bursa Efek Indonesia (BEI) sudah menghentikan sementara perdagangan saham atau suspensi lima saham beserta waran. Suspensi ini menindaklanjuti atas pemeriksaan awal Asuransi Jiwasraya. Kelima emiten yang disuspensi Bursa antara lain PT Inti Agri Resources Tbk, PT Eureka Prima Jakarta Tbk, PT Hanson International Tbk (MYRX beserta waran dengan kode MYRX-P). Selanjutnya, PT SMR Utama Tbk dan PT Trada Alam Minera Tbk beserta waran bersandi TRAM-W. Satu lagi saham yang disuspensi yakni PT Rimo International Tbk. (adm)

Share :

Baca Juga

Hukum

Kejagung Usut Aliran Dana Asabri ke Petinggi Sriwijaya Air

Hukum

Selain Samin Tan, KPK Buru Harun Masiku dan Kirana Kotama

Hukum

Viral, Kajari Jaksel Jamu Dua Jenderal Polri Dengan Soto Betawi

Hukum

KPK Sita Dokumen Terkait Kasus Korupsi Cukai Dari Bintan

Hukum

Periksa Tan Kian, Kejagung Telisik Aset Benny Tjokro

Hukum

Dokumen Pemeriksaan Jaksa Pinangki Menyebut Nama Sejumlah Pejabat

Hukum

Ketua KPK: Kasus Menteri KKP Korupsi, Tak Ada Hubungannya Dengan Politik

Hukum

Vanessa Angel Dibebaskan, Sang Suami Positif Gunakan Narkoba