Home / Regional

Kamis, 6 Agustus 2020 - 10:46 WIB

Positivity Rate Covid-19 di Jakarta Masih di Atas Standar WHO

Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Widyastuti. (kompas)

Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Widyastuti. (kompas)

JAKARTA, Transparanmerdeka.co – Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Widyastuti mengklaim bahwa persentase kasus positif atau positivity rate Covid-19 di DKI Jakarta secara keseluruhan masih lebih rendah dibandingkan dengan jumlah positivity rate Indonesia atau nasional.

Dia mengungkapkan, jumlah positivity rate di Jakarta sebesar 5,5 persen, sedangkan Indonesia mencapai 12,7 persen. Meski demikian, dia tidak menampik bahwa positivity rate DKI Jakarta masih lebih tinggi dibandingkan standar yang telah ditetapkan oleh WHO, yakin tidak melebihi 5 persen.

“Angka-angka indikator tentang positivity rate dengan jumlah kasus yang tadi, kasus akumulatif di Jakarta adalah 5,5 persen. Meskipun kita 0,5 persen di atas (standar) WHO, angka ini masih jauh di bawah angka (positivity rate) Indonesia adalah 12,7 persen,” kata Widya dalam webinar yang disiarkan melalui Zoom, Kamis (6/8).

Dijelaskan, positivity rate sebesar 5,5 persen itu didapat dari hasil pemeriksaan (testing) Covid-19 yang dilakukan Pemprov DKI Jakarta secara masif. Berdasarkan standar yang ditetapkan WHO, dalam sepekan harus dilakukan pemeriksaan terhadap 10.645 orang. Sedangkan yang dilakukan DKI Jakarta sudah melampaui standar tersebut.

Baca juga  Tak Gunakan Masker, 13 Pengendara Motor Masuk Karantina di Palembang

“Alhamdulillah, DKI Jakarta seminggu harapannya (memeriksa) 30 ribu sama 40 ribu (orang). Artinya, jumlah testing yang kita lakukan sesuai standar WHO, kita sudah melampaui dari standar sekitar 3,5 sampai 4 kali standar WHO,” paparnya.

Saat ini, Pemprov DKI Jakarta pun sedang gencar melakukan sejumlah upaya untuk menekan angka positivity rate tersebut. Salah satunya adalah dengan pembatasan mobilitas masyarakat dan melakukan koordinasi bersama kota-kota penyangga, yakni Bogor, Depok, Tangerang, Tangerang Selatan, dan Bekasi (Bodetabek).

Dia berharap agar pemeriksaan Covid-19 bagi masyarakat dapat dilakukan lebih masif lagi. Sehingga, angka positivity rate tersebut dapat menurun. “Ini jadi sesuatu kewaspadaan kita bahwa upaya kita harus lebih gencar, agar kita bisa menekan positivity rate sedemikian rupa di bawah 5 persen,” jelasnya.

Baca juga  Bappeda dan Litbang Pastikan Pembangunan Infrastruktur Palembang Akan Berlanjut

Adapun, jumlah akumulatif kasus positif Covid-19 di DKI Jakarta hingga kemarin, sebanyak 23.266 orang. Dari total keseluruhan tersebut, tercatat 14.760 orang dinyatakan telah sembuh, 895 orang meninggal dunia, dan 7.611 masih menjalani perawatan atau isolasi.

Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyatakan. tolak ukur melihat perkembangan Covid-19 di Jakarta tidak bisa sekadar didasari penambahan kasus positif harian. Menurutnya, ada banyak parameter salah satunya juga angka positivity rate atau persentase kasus positif setiap pekan.

Namun, dia mengakui, seiring dengan diperpanjangan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) transisi untuk kedua kali, angka positivity rate cenderung naik. Seiring dengan semakin banyak aktivitas perkantoran, angka positivity rate di Jakarta berada pada angka 5- 6%. (adm)

Share :

Baca Juga

Regional

Serahkan Laporan ke BPK, Gubernur Sumsel Minta Kepala Daerah Responsif

Regional

Maju Pilkada PALI, Heri Amalindo Kembalikan Formulir Ke Demokrat

Regional

Update Covid-19 Sumsel 13 Juli: Ada Penambahan 28 Kasus Baru

Regional

Gandeng KPK, Herman Deru Berkomitmen Ciptakan Pemerintahan Transparan

Regional

Redam Virus Corona, ASN Palembang Dilarang Lakukan Kunjungan Kerja

Regional

Gubernur Sumsel Serahkan DIPA dan TKDD Tahun Anggaran 2021

Regional

Herman Deru Teken Kenaikan UMP Provinsi Sumsel

Regional

Karhutla Terjadi di Lahan Tak Produktif, Pemprov Sumsel Ajukan Konsesi