Home / Nasional

Rabu, 1 April 2020 - 20:14 WIB

Presiden Jokowi Digugat Pelaku UMKM, Ngabalin: Gugatan Salah Alamat

Ali Mochtar Ngabalin bersama Presiden Indonesia, Joko Widodo. (dtc)

Ali Mochtar Ngabalin bersama Presiden Indonesia, Joko Widodo. (dtc)

Jakarta, Transparanmerdeka.co – Gugatan yang dilakukan pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM) terhadap Presiden Indonesia Joko Widodo atau Jokowi dinilai Tenaga Ahli Kantor Staf Presiden, Ali Mochtar Ngabalin, salah alamat. Dia juga merasa aneh, dengan gugatan class action yang didaftarkan ke Pengadilan Negeri Jakarta Pusat dengan nomor register PN JKT.PST-042020DGB.

“Memang Covid-19 ini buatan manusia, atau buatan pemerintah, atau buatan siapa? Kalau dianggap bahwa itu merugikan dagangan, ya minta ganti ruginya kepada Virus Corona. Kaena Corona lah yang membuat mereka merugi. Jika dianggap gara-gara Corona, kemudian menggugat Presiden, logika yang dipakai apa?” kata Ngabalin, Rabu (1/4/2020) malam.

Dia menjelaskan bahwa pemerintah tidak bisa gegabah dalam mengambil suatu kebijakan. Dia juga meminta masyarakat tidak selalu menyalahkan pemerintah dan seharusnya memberi dukungan dalam menentukan kebijakan. Pemerintah tidak bisa serta merta membuat sebuah kepurusan dan tidak bisa tergesa-gesa membuatnya tanpa ada data. “Dalam situasi sekarang, tidak bisa saling menyalahkan,” tegas Ngabalin.

Baca juga  Wakili Presiden Jokowi, Mensos Bagikan 1,2 Juta Paket Sembako di Jakarta

Dia juga meminta enam pelaku UMKM itu menyertakan rinci identitas seperti berdagang di mana dan pedagang UMKM jenis apa. Dia juga meminta enam pedagang UMKM itu memperjelas apa tuntutan yang digugat mereka. “Pedagang asongan dari mana, kalau dia UMKM dia di mana sehari-hari, dia jualan apa, apa dia penjual kopi, teh, rokok, di mana supaya nanti jelas,” jelasnya.

“Pada rapat Ratas lalu, Pak Presiden menyatakan dukungannya kepada pelaku UMKM dan akan memberikan insentif. Jadi kalau mereka mengajukan gugatan apa yang akan dituntut. Lalu, mereka UMKM apa, supaya jelas tuntutannya. Siapa saja boleh menggugat, karena ini negara demokrasi tapi dalam situasi ini bantu pemerintah supaya lebih konsen dan agar pemerintah tegar menghadapi Covid-19. Ini untuk kepentingan negara,” tutur dia.

Baca juga  Update Covid-19 pada 9 Januari: Kasus Baru Masih Di Atas 10 Ribu Orang

Sebelumnya, enam orang perwakilan pelaku UMKM mengajukan gugatan dengan latar belakang kelalaian pemerintah dalam menangani wabah Corona Virus Disease atau Covid-19. Salah seorang pelaku UMKM, Enggal Pamukty mengatakan, mereka mengajukan gugatan perdata berdasarkan Pasal KUHPerdata dan Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2018 tentang Kekarantinaan Kesehatan dan menuntut ganti rugi Rp10.012.000.000 karena karena penurunan pemasukan akibat wabah Virus Corona. (adm)

Share :

Baca Juga

Nasional

Update Covid-19 Indonesia 15 September: Dua Provinsi Sumbang Kasus Terbanyak

Nasional

Update Covid-19 pada 17 Maret: Sembuh 9.010, Positif 6.825 Orang

Nasional

Update Covid-19 Indonesia 24 September 2020: Angka Kematian Tembus 10.105 Orang

Nasional

Polri Tindak Tegas Pelanggar Protokol Kesehatan di Pilkada Serentak 2020

Nasional

Dinilai Hina Sumbar, Puan Maharani Dilaporkan ke Bareskrim Polri

Nasional

Untuk Kali Pertama, Tambahan Pasien Positif Covid-19 di Atas 200 Orang

Nasional

Penambahan Kasus Positif Covid-19 Catat Rekor, Jawa Timur Paling Tinggi

Nasional

Sekolah Tatap Muka Dimulai Juli, KPAI Minta Pemda Jujur Soal Data Covid-19