Home / Nasional

Senin, 20 April 2020 - 10:32 WIB

Presiden Jokowi Evaluasi dan Perbaiki Pelaksanaan PSBB

JAKARTA, Transparanmerdeka.co – Pengujian sampel secara masif hingga distribusi bantuan sosial dalam rangka penanganan dampak Covid-19 atau Corona Virus Disease 2019 dibahas Presiden Joko Widodo atau Jokowi bersama jajarannya dalam rapat terbatas. Presiden meminta evaluasi total terhadap upaya yang telah dilakukan dalam penanganan Covid-19, terutama mengenai pembatasan sosial berskala besar (PSBB).

Evaluasi tersebut sangat dibutuhkan Presiden Jokowi untuk penyempurnaan program-program dan kebijakan selanjutnya. “Hari ini saya ingin ada evaluasi total dari apa yang telah kita kerjakan dalam penanganan Covid-19, terutama evaluasi mengenai PSBB secara lebih detail, kekurangannya apa, dan plus-minusnya apa sehingga bisa kita perbaiki,” katanya saat memimpin rapat terbatas melalui telekonferensi dari Istana Merdeka, Jakarta, Senin (20/3/2020).

Berkaitan dengan hal tersebut, Jokowi menekankan kepada jajarannya di daerah mengenai pentingnya pengujian sampel uji secara masif yang diikuti dengan pelacakan agresif terhadap orang-orang yang memiliki riwayat kontak langsung dengan pasien Covid-19 dan melakukan isolasi terhadap orang-orang yang diduga terpapar secara ketat. “Hal ini harus sering, ditekankan pada daerah. Sekali lagi, pengujian sampel yang masif, pelacakan yang agresif, dan isolasi yang ketat,” ucapnya.

Baca juga  Pasien Positif Covid-19 Jakarta Masih Tertinggi, Hari Ini Bertambah 44 Orang

Sebelumnya, pemerintah juga telah mengadakan sejumlah alat pemeriksaan sampel melalui tes PCR (polymerase chain reaction). Dengan pengadaan tersebut, Presiden berharap agar paling tidak dalam satu hari dapat dilakukan pemeriksaan dengan jumlah di atas 10.000 tes. Dia juga meminta evaluasi dan perbaikan terhadap sistem rujukan dan manajemen penanganan di rumah sakit, guna mengantisipasi adanya kelebihan kapasitas di rumah-rumah sakit rujukan Covid-19.

“Ini betul-betul manajemennya harus diatur betul. Mana yang sedang dan ringan serta mana yang berat dan memerlukan penanganan yang lebih intensif di rumah sakit. Saya juga sangat mengapresiasi cara-cara konsultasi medis dengan menggunakan teknologi. Ini saya kira harus lebih dikembangkan lagi sehingga kontak antara pasien dengan dokter itu bisa dikurangi,” imbuhnya.

Baca juga  Halo Pak Jokowi, Biaya Lockdown Jakarta Itu Tidak Mahal

Di sisi lain, Presiden kembali menegaskan soal pentingnya distribusi logistik untuk tetap terlaksana di tengah pandemi ini. Apalagi dalam waktu beberapa hari ke depan masyarakat akan menyambut datangnya bulan suci Ramadan yang tentunya membutuhkan kecukupan logistik dan stok pangan di tengah masyarakat. “Pastikan bahwa distribusi logistik dan kelancaran produksi itu betul-betul tidak ada hambatan di lapangan. Stok pangan cukup, pastikan agar kita memasuki bulan Ramadan ini betul-betul memiliki sebuah kepastian mengenai stok pangan,” ucapnya.

Presiden Joko Widodo juga menginstruksikan agar bantuan sosial bagi warga kurang mampu yang terdampak Covid-19 dapat segera dimulai dengan cepat dan tepat sasaran. Untuk tahap awal pada pagi tadi dari gerbang Istana Merdeka, Jakarta, bantuan sosial mulai disalurkan kepada 1,2 juta keluarga penerima manfaat di wilayah DKI Jakarta untuk selanjutnya turut disalurkan kepada keluarga penerima manfaat lainnya di wilayah Bodetabek. (adm)

Share :

Baca Juga

Nasional

Update Covid-19 Pada 21 Oktober: Bertambah 4.267 Kasus

Nasional

Update Covid-19 pada 3 Februari: Tambah 11.984, Kasus Positif Jadi 1.111.671

Nasional

Kasus Positif Covid-19 Indonesia Bertambah 489, Pasien Sembuh 4.129 Orang

Nasional

Upate Covid-19 Indonesia 4 September: Ada 3.269 Kasus Baru

Nasional

Update Covid-19 pada 5 Maret: Kasus Aktif Tercatat 148.356 Orang

Nasional

PSBB DKI Jakarta, Jusuf Kalla: Pemerintah Harus Tegas dan Disiplin

Nasional

Mutasi Corona B117 Sudah Ada di Sumsel, Kemenkes: Virus Ini Lebih Menular

Nasional

Sudah Rp800 T Habis Buat Atasi Covid, Pemerintah Ngutang Rp15 T ke Australia