Home / Nasional

Senin, 15 Juni 2020 - 08:38 WIB

Presiden Jokowi: Langkah Penanganan Covid-19 Harus Cepat, Tepat, dan Akuntabel

JAKARTA, Transparanmerdeka.co – Saat ini dunia menghadapi kondisi yang luar biasa sulitnya. Sebanyak 215 negara harus menyelamatkan warganya dari ancaman pandemi Covid-19 sekaligus berjuang menyelamatkan diri dari tekanan ekonomi yang dahsyat, termasuk negara kita Indonesia, yang harus mampu meresponsnya dengan cepat dan tepat.

Hal itu dikatakan Presiden Indonesia, Ir Joko Widodo atau Jokowi saat membuka Rapat Koordinasi Nasional Pengawasan Intern Pemerintah Tahun 2020 yang dilaksanakan secara telekonferensi dari Istana Merdeka, Jakarta, Senin (15/6/2020). “Semua itu membutuhkan respons pemerintah yang cepat dan juga tepat. Di bidang kesehatan kita harus mengendalikan Covid-19 agar tidak menyebar lebih luas. Yang sehat jangan tertular dan yang sakit kita rawat sampai sembuh,” katanya.

Dijelaskan, sedang di bidang sosial ekonomi kita juga harus menjamin warga yang kurang mampu, warga yang terdampak Covid untuk mendapatkan perlindungan dan bantuan sosial. Kita juga harus memastikan sektor informal, sektor UMKM terus harus mampu bertahan dan para pelaku usaha bisa tetap bergerak dan PHK massal harus kita hindari.

Baca juga  Sudah Rp800 T Habis Buat Atasi Covid, Pemerintah Ngutang Rp15 T ke Australia

Ditegaskan, semua langkah pemerintah yang cepat dan tepat tersebut harus akuntabel. Lebih jauh, Presiden mengingatkan bahwa pemerintah telah mengalokasikan dana sebesar Rp 677,2 triliun untuk percepatan penanganan Covid-19 dan pemulihan ekonomi nasional yang harus dikelola dengan baik.

“Angka ini Rp 677,2 triliun adalah jumlah yang sangat besar. Oleh sebab itu, tata kelolanya harus baik, sasarannya harus tepat, prosedurnya harus sederhana dan tidak berbelit-belit, output dan outcome-nya harus maksimal bagi kehidupan seluruh rakyat Indonesia,” lanjutnya.

Untuk itu, Presiden mengajak semua pihak yang hadir di Rakornas tersebut untuk mengawal dan mengawasi dengan baik agar dana yang sangat besar tersebut dapat membantu masyarakat dan para pelaku usaha yang sedang mengalami kesulitan. Presiden meminta agar para pengawas dan penegak hukum mengedepankan aspek pencegahan.

“Aspek pencegahan harus lebih dikedepankan. Kita semuanya harus lebih proaktif, jangan menunggu sampai terjadinya masalah. Kalau ada potensi masalah segera ingatkan, jangan sampai pejabat dan aparat pemerintah dibiarkan terperosok. Bangun sistem peringatan dini (early warning system), perkuat tata kelola yang baik, transparan, dan akuntabel,” tegasnya.

Baca juga  Update Covid-19 Indonesia 9 Oktober: Pasien Positif Masih Tinggi

Presiden mengingatkan agar para penegak hukum, kejaksaan, kepolisian, hingga Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tidak “menggigit” orang yang tidak salah dan tidak menyebarkan ketakutan kepada para pelaksana tugas. Presiden juga meminta agar aparat pengawasan internal pemerintah seperti Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP), Inspektorat, dan Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) fokus kepada pencegahan dan perbaikan tata kelola.

“Selain itu, kerja sama dan sinergi dengan lembaga-lembaga pemeriksa eksternal BPK harus terus dilakukan. Demikian juga sinergi antaraparat penegak hukum, kepolisian, kejaksaan, KPK juga harus terus kita lanjutkan. Dengan sinergi dan sekaligus check and balances antarlembaga dan dukungan seluruh rakyat Indonesia, saya yakin kita bisa bekerja lebih baik, menangani semua masalah dan tantangan dengan lebih cepat, menuju Indonesia maju,” tandasnya. (adm)

Share :

Baca Juga

Nasional

Update Covid-19 pada 15 April: Tercatat Sudah 43.073 Orang Meninggal Dunia

Nasional

Terkandala Dana, Riset Genotipe Virus Corona di Sumsel Terhenti

Nasional

Buntut Kerasan Pada Jurnalis, PWI Minta Kapolri Usut Oknum Pelanggar Kemerdekaan Pers

Nasional

Kunjungi Posko Pengungsian, Presiden Pastikan Bantuan Buat Warga Terdampak Gempa

Nasional

Update Covid-19 pada 17 Januari: Pasien Positif Tembus 907.929 Orang

Nasional

Covid-19 di Indonesia Sudah Merengut Nyawa 161 Tenaga Medis

Nasional

Gara-gara Covid-19, Jakarta Fair Ditunda Juni-Juli 2021

Nasional

Neta S Pane: Penangkapan Syahganda Untuk Uji Nyali Gatot Nurmantyo