Home / Nasional

Rabu, 10 Juni 2020 - 04:44 WIB

PSBB Transisi Jakarta, MPR: Atur Pola Kerja dan Cegah Kerumunan

Petugas keamanan gabungan ketika mengamankan pusat perbelanjaan pada masa PSBB transisi di Provinsi DKI Jakarta. (kabartim)

Petugas keamanan gabungan ketika mengamankan pusat perbelanjaan pada masa PSBB transisi di Provinsi DKI Jakarta. (kabartim)

JAKARTA, Transparanmerdeka.co – Pencegahan terjadinya kerumunan selama pemberlakuan PSBB transisi di Jakarta harus menjadi perhatian. Hal itu diungkapkan Wakil Ketua MPR RI, Lestari Moerdijat yang menekankan perlunya pengaturan pola kerja guna mencegah kerumunan selama masa pembatasan sosial berskala besar (PSBB) transisi di wilayah DKI Jakarta.

“Sejumlah kebijakan harus diberlakukan para pemilik usaha dan institusi yang memulai aktivitasnya di masa PSBB transisi di Jakarta, bisa dengan pengaturan jam masuk kerja yang dibagi dalam beberapa sif,” kata Lestari dalam keterangan tertulisnya kepada wartawan di Jakarta, Rabu (10/6/2020).

Baca juga  Indonesia Traffic Watch: SIM Lewat Aplikasi SINAR Berpotensi Bahayakan Keselamatan

Dikatakan, kalau penyedia kerja, institusi, dan perusahaan tidak mengatur pola kerja pegawainya, kerumunan berpotensi terjadi di sarana angkutan umum dan area publik seperti halte, terminal, dan stasiun pada waktu pegawai berangkat dan pulang bekerja.

Menurutnya, penyedia kerja juga bisa menyediakan kendaraan antar-jemput pegawai guna meminimalkan risiko penularan Covid-19. “Penyelenggara pelayanan publik juga mesti menyiapkan pengaturan untuk mencegah kerumunan, termasuk menyediakan layanan daring untuk pendaftaran pengguna layanan dan membatasi layanan,” kata politikus NasDem itu.

Sebelum tahun ajaran baru dimulai, ujar Lestari, pengelola sekolah juga harus mempersiapkan prosedur penerapan protokol pencegahan Covid-19 dalam penerimaan peserta didik baru dan penyelenggaraan kegiatan pendidikan. “Lebih dari itu, pola belajar mengajar secara online atau jarak jauh harus segera dibuatkan standar teknisnya dengan baik, sehingga hasil pola belajar jarak jauh bisa memenuhi kelayakan sesuai yang diharapkan kurikulum yang ada,” ujarnya.

Baca juga  Update Covid-19 Pada 10 Oktober: Bertambah 4.294, Total Menjadi 328.952 Kasus

Dia mengemukakan, pengurus sekolah bisa mencontoh pola pembelajaran jarak jauh yang selama ini dijalankan oleh Universitas Terbuka. Upaya-upaya antisipatif semacam itu, menurut dia, diperlukan untuk mencegah munculnya klaster baru penularan Covid-19. (adm)

Share :

Baca Juga

Nasional

Update Gempa Sulbar: Korban Meninggal Mencapai 56 Orang

Nasional

39 Tahanan KPK Divaksin Covid-19, Termasuk Dua Mantan Menteri

Nasional

Update Covid-19 Indonesia 17 Juni: Bertambah 1.031 Kasus, Total Menjadi 41.431 Positif

Nasional

Dua Kasus Covid Asal Inggris dan Afsel Ditemukan di Indonesia

Nasional

Update Covid-19 pada 20 Juni 2021: Kian Ganas, Kasus Baru Tambah 13.737 Orang

Nasional

Pasien Positif Covid-19 di Indonesia Bertambah 325

Nasional

Update Covid-19 pada 3 April: Ada Tambahan 4.345 Pasien Positif

Nasional

Kapal Selam Nanggala-402 Hilang Kontak Bersama 53 Awaknya