Home / Nasional

Sabtu, 2 Mei 2020 - 12:16 WIB

Rapat Dengan Komisi VI DPR, Doni Monardo Ungkap Strategi Baru Tangani Covid-19

Kepala Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Doni Monardo, ketika melakukan rapat dengan Komisi VI DPR. (bnpb)

Kepala Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Doni Monardo, ketika melakukan rapat dengan Komisi VI DPR. (bnpb)

JAKARTA, Transparanmerdeka.co – Kepala Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Doni Monardo menyampaikan strategi baru yang dilakukan untuk menanganani masalah pandemi Corona Virus Disease 2019 atau Covid-19. Hal itu diungkapkannya dalam rapat tertutup melalui telekonferensi bersama Komisi VI Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) di Graha BNPB Jakarta, Sabtu (2/5/2020).

Dalam rapat tersebut, Doni menyampaikan bahwa selain pendekatan secara medis, penanganan Covid-19 juga harus dilakukan melalui pendekatan secara psikologis yang mengarah ke upaya pencegahan. Hal itu menjadi sangat penting, sebab jumlah tenaga medis beserta infrasktruktur yang dimiliki Pemerintah saat ini terbatas.

Doni Monardo yang juga Kepala BNPB itu menginginkan agar keseimbangan antara medis dan psikologis dapat berjalan beriringan. “Keseimbangan itu harus kita jaga,” jelas Doni.

Dalam hal ini, Doni juga berpendapat bahwa semestinya dokter tidak menjadi garda terdepan dalam upaya penanganan, namun harus menjadi kekuatan terakhir. Pengertian tersebut dijelaskan Doni dengan maksud bahwa masyarakat harus bisa disehatkan sehingga dokter dapat diselamatkan. “Dokter bukan jadi benteng utama, tapi benteng terakhir,” kata Doni.

Baca juga  Edhy Prabowo Diciduk KPK, Ini Perasaan Prabowo Subianto

Oleh sebab itu, strategi selanjutnya yang perlu dijalankan adalah bagaimana masyarakat terpenuhi gizinya untuk meningkatkan imunitas, kemudian juga sekaligus menggerakkan roda perekonomian. Dalam hal ini dia berprinsip bahwa dalam menyelesaikan bencana maka tidak boleh memunculkan bencana baru.

Sehingga pantang bagi dia untuk menyelesaikan masalah namun dengan membuat masalah baru. “Hungry man becomes angry man. Kita tidak ingin arahnya ke sana,” ujar Doni.

Menurut data yang dikantungi Kepala Gugus Tugas tersebut, ada 2,5 juta petani yang kesulitan menjual hasil pertanian dan perkebunan sebagai dampak dari pandemi Covid-19 ini. Dia pun meminta kolaborasi bersama Kementerian/Lembaga terkait khususnya Kementerian Perindustrian dan Kepala Daerah untuk mengatasi masalah tersebut dengan inovasi yang tetap menerapkan protokol kesehatan.

Dicontohkan, apa yang sudah dijalankan dengan baik di Jawa Tengah, Salatiga dan Sumatera Barat, di mana pasar tradisional tetap berjalan dengan penerapan yang berbeda dari biasanya. Para pedagang diberikan jarak aman sesuai protokol kesehatan dan berjualan di luar ruangan yang telah diatur oleh pemerintah daerah setempat.

Baca juga  Update Covid-19 pada 12 April: Kasus Aktif Turun 586 Orang

Apa yang diungkapkan Kepala Gugus Tugas segera direspon poisitif oleh Ketua Komisi VI DPR RI, Faizol Riza. Menurutnya memang sudah sepatutnya dalam urusan penanggulangan bencana, maka tidak boleh memunculkan bencana baru. Pihaknya juga mengapresiasi ide dari inovasi pasar tradisional seperti yang sudah berjalan di Salatiga dan beberapa wilayah lain di Jawa Tengah dan Sumatera Barat.

Meski kebijakan inovasi pasar tradisional sudah berjalan, pihaknya akan tetap mengkoordinasikan lebih lanjut mengenai aturan-aturan lain yang sudah termaktub melalui Surat Edaran Kementerian Perdagangan tentang sirkulasi barang dan kebutuhan ekonomi pasar di tengah pandemi Covid-19. (adm)

Share :

Baca Juga

Nasional

Terkait Kasus Korupsi Bansos Covid-19, KPK Telisik Vloro Sulaksono

Nasional

Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Butuh Lebih Banyak Relawan Medis

Nasional

Awas Ada Kongkalikong, KPK Didesak Usut Tuntas Korupsi Bansos Mensos

Nasional

Update Covid-19 pada 16 Februari: Jawa Barat Sumbang 4.032 Kasus Baru

Nasional

P2G Respons SKB 4 Menteri: Sekolah Belum Siap Tatap Muka

Nasional

Update Covid-19 Pada 17 November: Kasus Positif Mencapai 474.455

Nasional

Hari Pers Nasional 2021, Presiden Pastikan Vaksin Untuk 5.000 Wartawan

Nasional

Update Covid-19 pada 21 Maret: Angka Positif Cetak Rekor Terendah