Home / Nasional

Rabu, 1 Juli 2020 - 07:23 WIB

Reisa Broto Asmoro: Masa Pandemi Covid-19 Waspadai Wabah Ganda

Tim Komunikasi Publik Gugus Tugas Nasional, Dokter Reisa Broto Asmoro. (covid19.go.id)

Tim Komunikasi Publik Gugus Tugas Nasional, Dokter Reisa Broto Asmoro. (covid19.go.id)

JAKARTA, Transparanmerdeka.co – Situasi pandemi Corona Virus Disease 2019 atau Covid-19 mempengaruhi pelayanan kesehatan, termasuk imunisasi. Hasil survei Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dan Unicef menyebutkan mayoritas pelayanan kesehatan menurun. Anak-anak tetap perlu untuk mendapatkan kekebalan melalui imunisasi.

Tim Komunikasi Publik Gugus Tugas Nasional, Dokter Reisa Broto Asmoro mengatakan, Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) menyebutkan, tantangan program imunisasi dalam masa pandemi Covid-19 berpotensi menimbulkan wabah ganda (double outbreak), merebaknya Covid-19 dan penyakit menular lainnya.

“Oleh karenanya, imunisasi kepada anak ditekankan tetap penting diberikan meski di tengah pandemi dengan catatan protokol kesehatan tetap diutamakan. Perlu dilakukan langkah-langkah penting untuk memastikan setiap sasaran imunisasi, yaitu anak yang merupakan kelompok rentan menderita PD3I atau penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi,” katanya.

Melalui imunisasi, anak-anak terlindungi dari penyakit-penyakit berbahaya. Prinsip-prinsip yang menjadi acuan dalam melaksanakan program imunisasi pada masa pandemi Covid-19. Pertama, imunisasi dasar dan lanjutan tetap diupayakan lengkap dan dilaksanakan sesuai jadwal untuk melindungi anak dari PD3I.

Baca juga  Update Covid-19 Indonesia Pada 12 Juli: Pasien Positif Tambah 1.681 Orang

Kedua, secara operasional, pelayanan imunisasi baik di posyandu, puskesmas, puskesmas keliling maupun fasilitas kesehatan lain yang memberikan layanan imunisasi mengikuti kebijakan pemerintah daerah setempat. Ketiga, kegiatan surveilans PD3I harus dioptimalkan termasuk pelaporannya. Keempat, menerapkan prinsip ppi dan menjaga jarak aman 1-2 meter.

Dikatakan, pelayanan imunisasi di puskesmas atau fasilitas kesehatan lain penyedia layanan imunisasi para masa pandemi memiliki ketentuan ruang atau tempat pelayanan imunisasi, seperti menggunakan ruang atau tempat pelayanan yang cukup luas dengan sirkulasi udara yang baik dan berdekatan atau terpisah dari poli pelayanan anak atau dewasa sakit.

Ketentuan kedua, memastikan ruang atau tempat rutin dibersihkan dengan cairan disinfektan dan tersedia fasilitas mencuci tangan pakai sabun dan air mengalir atau hand sanitizer. “Selanjutnya, atur meja pelayanan antar petugas dan orang tua agar jarak aman satu hingga dua meter,” ujar Reisa.

Baca juga  Update Covid-19 pada 26 Januari: Tembus 1 Juta, Jabar Penyumbang Terbanyak

Jalur keluar dan masuk diatur berbeda dan sediakan tempat duduk bagi sasaran imunisasi dan orang tua dan pengantar untuk menunggu. Penyediaan tempat duduk di ruang terbuka, untuk menunggu sebelum dan sesudah imunisasi juga diperlukan. Penentuan jadwal hari dan jam pelayanan imunisasi yang bertujuan untuk memberikan layanan secara efektif dan informasi jumlah sasaran yang akan dilayani.

“Dunia tanpa satu vaksin saja dapat melumpuhkan aktivitas miliaran penduduk. Memanfaatkan semaksimal mungkin ketahanan tubuh buatan yang sudah ditemukan para ilmuwan dan pakar penyakit menular membantu menumbuhkan kekebalan tubuh bersama dan pada akhirnya memusnahkan penyakit,” jelasnya. (adm)

Share :

Baca Juga

Nasional

Update Covid-19 Pada 19 Oktober: Pasien Positif Bertambah 3.373 Kasus

Nasional

Update Covid-19 di Indonesia Pada 12 Juni: Pasien Positif Tambah 1.111 Kasus

Nasional

Update Covid-19 pada 23 Februari: Kasus Positif Bertambah 9.775 Orang

Nasional

Karena Virus Corona, Buruh China Proyek KA Cepat Jakarta-Bandung Dikarantina

Nasional

Update Covid-19 pada 18 Januari: Pasien Sembuh Capai 9.475 Orang

Nasional

Ini Testimoni Pasien Yang Sembuh Dari Virus Corona

Nasional

5 Dari 18 Kepala Daerah Yang Positif Covid-19 Meninggal, Ini Daftarnya

Nasional

Update Covid-19 Pada 12 Oktober: Tambahan Kasus Positif Menurun