Home / Gaya Hidup

Selasa, 16 Juni 2020 - 12:39 WIB

Reisa Broto Asmoro: Masih Ada Orang Indonesia Tak Percaya Ada Covid-19

Tim Komunikasi Publik Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, dr Reisa Broto Asmoro. (dtk)

Tim Komunikasi Publik Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, dr Reisa Broto Asmoro. (dtk)

JAKARTA, Transparanmerdeka.co – Tim Komunikasi Publik Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, dr Reisa Broto Asmoro, menyebutkan bahwa masih ada masyarakat Tanah Air yang belum memahami betul apa itu Corona Virus Disease 2019. Hingga kini masih ada yang ragu dengan kebenaran dari Covid-19 ini.

Hal itu disampaikan Reisa dalam konferensi pers terkait berbagai informasi dan pesan-pesan mengenai pengendalian Covid-19 Gedung BNPB, Jakarta Timur, Selasa, (16/6/2020). “Dari pertanyaan-pertanyaan yang diterima Gugus Tugas Covid-19, baik yang masuk melalui website di ‘corona.go.id’ dan media sosial, ternyata masih banyak yang ingin memahami seluk beluk virus ini dan bahkan ada yang bertanya apakah Covid-19 benar-benar ada?” jelasnya.

Dijelaskan, Pandemi Covid-19 adalah singkatan dari Coronavirus Disaese 2019 atau penyakit menular yang disebabkan oleh salah satu jenis Virus Corona yang disebut SARS-CoV-2 yang pertama kali ditemukan pada Desember 2019 di Wuhan China. Virus ini banyak jenisnya, dan biasanya ditemukan pada binatang. Tetapi, ada beberapa jenis yang bisa menginfeksi manusia, contohnya SARS di awal tahun 2000-an dan MERS-CoV di tahun 2012.

Baca juga  Setelah Bebas Murni, Vanessa dan Bibi Berencana Pindah ke Bali

Virus SARS-CoV 2 yang menjadi wabah saat ini telah menjadi pemicu status gawat darurat kesehatan tahun ini dan kemudian diumumkan oleh badan kesehatan dunia WHO sebagai pandemi Covid-19 sejak 11 Maret 2020. “Virus Corona jenis baru ini mengganggu imunitas atau kekebalan tubuh dan bagi mereka yang sudah memiliki penyakit penyerta atau penyakit bawaan seperti penyakit ginjal, diabetes darah tinggi akibatnya dapat menjadi fatal,” jelasnya.

Baca juga  Eko Patrio Tolak Rapid Test Virus Corona Untuk Anggota Dewan dan Keluarga

Meski tak bisa dilihat dengan kasat mata, Reisa memastikan bahwa Virus Corona memang benar-benar ada dan menjadi sesuatu yang harus dihindari dengan mempraktikan protokol kesehatan seperti rutin mencuci tangan, memakai masker dan menjaga jarak fisik dengan orang lain sejauh satu meter lebih.

“Saya perlu sampaikan, virus ini benar-benar ada. ilmuwan-ilmuwan kita dari lembaga biologi molekular LBM Eijkman telah memetakan beberapa whole genome sequence atau WGS alias merinci identitas virus dari pasien yang ada di Indonesia. Data ini bermanfaat untuk penelitian lanjut demi mengetahui epidemiologi virus, pengembangan vaksin dan juga untuk obat antivirus,” pungkasnya. (adm)

Share :

Baca Juga

Gaya Hidup

Buka Suara Soal Omnibus Law, Iwan Fals Dapat Komentar Sinis Warganet

Gaya Hidup

Terkait Penyalahgunaan Narkoba, Polisi Tangkap Vanessa Angel

Gaya Hidup

Ini Cerita Dokter Relawan di Garda Terdepan Penanganan Covid-19

Gaya Hidup

Riko Simanjuntak: Sudah Nyaman Di Jakarta dan Jadikan Monas Sebagai Tempat Favorit

Gaya Hidup

Cristiano Ronaldo Inginkan Ini Setelah Pensiun

Gaya Hidup

Positif Corona, Pasien Ini Galang Bantuan Untuk Warga Terdampak WFH

Gaya Hidup

Raffi Ahmad Divaksin Covid-19 Perdana Bersama Presiden Joko Widodo

Gaya Hidup

Eko Patrio Tolak Rapid Test Virus Corona Untuk Anggota Dewan dan Keluarga