Home / Tajuk Rencana

Senin, 30 November 2020 - 06:04 WIB

Reuni Yang Indah!

KEGIATAN reuni, berkumpul kembali dengan teman-teman sejak kanak-kanak, remaja sampai beranjak dewasa sungguh indah. Bernostalgia dengan kawan-kawan semasa kecil dan remaja membangkitkan kenangan beragam. Pada umumnya, banyak orang yang senang dengan aktivitas reuni tersebut. Demikian pula reuni dengan teman-teman yang pernah bekerja di satu kantor atau satu perusahaan.

Reuni yang paling sering dilakukan biasanya dengan kawan-kawan masa sekolah di tingkat Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama (SLTP) dan Sekolah Lanjutan Tingkat Atas (SLTA) sederajat. Di samping itu, berkumpul dengan kawan-kawan sesama kuliah di perguruan tinggi juga sering terjadi. Khusus reuni tingkat sekolah dasar (SD) termasuk jarang terdengar kalau pun ada tidak sebanyak reuni dengan teman-teman SLTA, karena sebagian besar banyak yang lupa dengan kawan-kawan semasa kanak-kanak tersebut.

Kegiatan reuni sungguh bisa membangkit kenangan lama. Kisah-kisah masa kanak-kanak, remaja dan beranjak dewasa itu biasanya beragam. Ada kalanya yang indah-indah. Ada kalanya tentang pertemanan yang baik. Tentang kegiatan-kegiatan positif misal latihan dan pertandingan olahraga, berkesenian dan makan-makan, di samping kegiatan belajar bersama. Banyak lagi yang lain yang pernah terjadi pada masa bertahun-tahun silam.

Ada juga terkadang ulah-ulah yang masuk kategori “kenakalan remaja”, misalnya makan kue di kantin tiga tetapi yang dibayar hanya dua. Ada juga yang usil, mencontek saat ujian dan lain sebagainya.

Yang jelas, dari sisi positif, reuni bisa membangkitkan rasa persaudaraan dan bermanfaat banyak.

Namun demikian, sebaliknya juga ada yang membangkitkan gairah yang terkadang bisa tidak terkontrol dan akhirnya menjadi petaka. Misal dengan ada di antara yang ikut reuni, terbawa nafsu birahi yang menjerumuskan, karena adanya yang melanjutkan CLBK (cinta lama belum kelar dan atau cinta lama bersemi kembali). Akibat dari itu, maka rumah tangga masing-masing bisa rusak.

Bukan hanya persoalan asmara saja. Reuni bisa menjadi petaka dan ada di antaranya yang berakhir buruk, masuk penjara. Pernah terjadi, gara-gara reuni, ternyata ada di antara anggota yang punya kelakuan jelek, memanfaatkan kawan-kawan yang merasa perkawanan itu indah dan perlu dipererat justru berujung dengan kemarahan dan permusuhan. Misalnya, ada yang memanfaatkan kawan-kawan yang ada dan dinilai berhasil untuk ditipu guna memperoleh rupiah dari mereka. Orang-orang yang gagal dan berkelakuan jelek, bisa saja memanfaatkan momentum reunian itu untuk menipu dan atau setidaknya membohongi teman-temannya dengan mengajak berbisnis dan atau dengan meminjam sejumlah uang kepada mereka dengan aneka alasan.

Sebagian yang sukses biasanya peduli dengan kawan-kawannya, lantas dengan senang hati memberikan bantuan berupa pinjaman uang. Akan tetapi bila yang dibantu sudah punya niat jelek, maka duit yang dipinjam tidak akan dikembalikan kepada yang punya uang.

Oleh karena itu, sesungguhnya perlu dilakukan inventarisasi terhadap semua anggota suatu komunitas dengan jalan membuat data base yang jelas dan lengkap. Tujuannya tentu saja jangan sampai reuni yang sebenarnya ditujukan untuk bermanfaat, namun berakhir menjadi membawa mudharat.

Setiap orang ada baiknya waspada, ekstra hati-hati. Terutama terhadap kawan yang sudah lama tak berjumpa dan sudah lama pula tidak mengetahui aktivitasnya. Komunikasi intensif untuk memperoleh data lengkap kawan-kawan sangat diperlukan. Bila ada yang kurang beruntung, misal usahanya gagal, pekerjaan tidak tetap dan kondisi keuangan yang parah, tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, tidak ada salahnya bercerita apa adanya.

Namun demikian, jangan sekali-kali memutarbalikkan fakta, berbohong dengan berharap belas kasihan. Kejujuran dan keterbukaan setelah belasan atau bahkan puluhan tahun tidak berjumpa bisa membuat pertemanan di masa anak-anak dan remaja menjadi persaudaraan di masa tua.

Reuni yang baik, seharusnya memberi manfaat baik pula bagi yang ikut. Seorang kawan yang biasanya dituakan ada baiknya menjadi penggerak untuk membangkitkan semangat perkawanan. Caranya dengan mencari tahu kondisi objektif kawan-kawan yang ada. Baik dengan berdiskusi, ngobrol pada saat reuni berlangsung, maupuan sebelum dan sesudahnya.

Dengan menghimpun informasi tentang keadaan apa adanya, maka lewat reuni akan memunculkan kewajiban dari kawan-kawan yang dikaruniai rezeki cukup dan berlebih dari Allah SWT untuk dinafkahkan kepada kawan-kawan yang kurang beruntung. Misal, sakit-sakitan, miskin karena bisnis gagal, berstatus janda miskin karena suami meninggal dan lain sebagainya.

Baca juga  Tobat dan Makin Taatlah, Corona Insya Allah Punah

Bila ada saudara yang dulu sama-sama sekolah dengan kita di SLTP pada 30 tahun atau 40 tahun silam, dalam keadaan sakit, tentu saja rasa kemanusiaan akan tersentuh. Para anggota alumni akan bergotong-royong turun tangan membantu dengan mengumpulkan dana untuk dimanfaatka n berobat bagi kawan yang sakit tersebut. Jika yang sakit tidak terdaftar sebagai peserta BPJS Kesehatan, sedangkan penyakitnya membutuhkan biaya tinggi tanpa fasilitas berobat BPJS, ada baiknya dicarikan jalan keluar yang paling bagus. Misalnya, berusaha mendaftarkan yang bersangkutan untuk menjadi peserta BPJS dengan biaya dari kawan-kawan alumni. Bukan hanya untuk mendaftar, bila perlu untuk bayar iyuran selama satu tahun ke depan dan seterusnya.

Sebenarnya, kalau yang sakit memenuhi persyaratan, maka bisa pula diperjuangkan mendapat KIS (Kartu Indonesia Sehat) yang biayanya dibayari pemerintah. Jalan keluar yang seperti itu, sungguh sangat bermanfaat dan membuat persaudaraan semakin indah.

Allah Tuhan Yang Maha Kuasa juga memberikan limpahan harta dan atau tahta kepada orang-orang yang dikehendaki-Nya. Sebaliknya, Dia Yang Maha Kuasa juga menciptakan orang-orang yang masuk daftar sebagai fakir, miskin, dan anak-anak yatim, janda, berutang dan orang-orang yang berjihad di jalan Allah.

Masing-masing punya kewajiban dan hak-hak. Orang yang diberikan amanah dengan tahta (kekuasaan) wajib menggunakan kekuasaannya untuk kebaikan dan kemaslahatan orang banyak. Jangan menggunakan kekuasaan untuk memperkaya diri sendiri dan orang lain dengan melakukan perbuatan-perbuatan yang melanggar hukum dan melanggar ajaran agama.

Orang-orang yang sedang berkuasa, semestinya membuat kebijakan untuk mengatasi kefakiran dan kemiskinan yang dialami rakyat. Mereka mesti memperjuangkan anggaran yang cukup untuk memenuhi kebutuhan orang-orang tersebut. Sesungguhnya kewajiban tersebut bukan hanya diperintahkan oleh ajaran agama Islam, tetapi juga sudah dituangkan dalam Undang-undang Dasar 1945.

Bagi yang dikaruniai kekayaan, setidaknya kondisinya tidak parah benar, maka wajib hukumnya membantu kawan-kawan yang dalam keadaan kesusahan karena miskin apalagi melarat. Bentuk kewajiban itu bisa berupa menafkahkan sebagian harta yang telah dikarunaikan kepada kita oleh Allah SWT atau dengan memintakan kepada kawan-kawan yang kaya, apalagi kaya-raya.

Reuni juga bisa membuat seseorang yang kesulitan permodalan untuk menjalankan bisnisnya, mendapat suntikan dana berupa pinjaman tanpa bunga, tanpa agunan dari kawan-kawan yang punya rasa persaudaraan tinggi. Namun demikian, pinjaman tanpa bunga (tanpa riba) dan tanpa agunan tersebut akan berjalan baik, bila yang dipinjamkan itu amanah, melaksanakan perintah Allah dan pandai bersyukur.

Adalah sangat beruntung jika ada kawan-kawan yang baik hati, yang mau membantu dengan ikhlas. Bila ada 30 orang berkumpul, sebanyak 20 orang di antaranya punya simpanan cukup banyak, maka meminjamkan Rp 1 juta per orang dikalikan 20 orang, maka jumlah yang terkumpul Rp 20 juta. Angka tersebut bisa menjadi modal bagi kawan-kawan yang berdagang di usaha kecil atau mikro.

Sekarang, memperoleh pinjaman Rp. 1 juta saja sulit. Bila ke perbankan, sejumlah persyaratan harus dipenuhi. Sebaliknya, bila meminjam kepada kawan, sebagian kawan enggan meminjami karena takut uangnya tidak kembali alias tidak dibayar.

Orang-orang yang diberi kelapangan semestinya bersyukur dengan mengusahakan pinjaman tersebut dengan sebaik-baiknya sehingga memperoleh keuntungan. Kemudian, membayar atau mengembalikan pinjaman tersebut sesuai dengan waktu yang dijanjikan. Akan lebih bagus, bila pengembaliannya lebih cepat dari jadwal yang ditetapkan. Sebab, kalau lancar, maka bila berkeinginan meminjam lagi di lain kesempatan, maka kawan-kawan akan dengan mudah memberikannya. Kepercayaan menjadi kunci utama.

Sesungguhnya reuni juga akan bisa bermakna positif dan indah sekali, ketika ada kawan-kawan yang sudah berstatus janda dan miskin pula karena suaminya meninggal dunia serta meninggalkan anak-anak yatim. Positif dan menjadi indah, karena kawan yang kurang beruntung itu bisa menjadi ladang amal bagi yang lain dengan melaksanakan kewajiban masing-masing menafkahkan sebagian hartanya berupa zakat, infaq atau sadaqah kepada sang janda dan anak-anak yatim tersebut. Akan lebih indah lagi, bila utang suami kawan tersebut bisa pula dibantu membayarkannya, baik secara pribadi yang kaya raya maupun secara bersama-sama.

Baca juga  Rakyat Mesti Berani Melawan Suruhan Leasing

Bukan hanya yang janda, yang duda miskin pun berhak menerima zakat harta. Persaudaraan akan terasa indah dan bermakna ketika seseorang bermanfaat bagi orang lain. Ketika seseorang mau mengatasi kesulitan saudara-saudaranya, apalagi teman sesama sekolah atau teman seprofesi.

Adalah musibah dan berbuah azab, ketika ada kawan yang dengan sengaja, atas nama karena kebencian lantas menutupi pintu rezeki kawan-kawannya dengan mempengaruhi kawan-kawan yang berkuasa dan punya banyak harta untuk tidak membantu orang yang kesulitan keuangan tersebut. Adalah biadab namanya orang yang bila sampai mematikan rezeki orang lain dengan menyalahgunakan kekuasaan yang ada di tangannya. Biadab bila karena kebencian dan hasutannya membuat orang yang mestinya berhak memperoleh hak-haknya, tetapi kemudian tidak kebagian sama sekali dengan mengutamakan kolega dan kroni-kroninya.

Allah Tuhan Yang Maha Kuasa pasti mengetahui siapapun yang zhalim. Tuhan Yang Maha Adil pasti akan berlaku adil kepada semua hamba-hamba-Nya. Tidak seorang pun yang zhalim itu, akan luput dari catatan malaikan dan insya Allah akan mendapat balasan setimpal.

Kita sebagai rakyat kecil mengingatkan kepada semua orang agar berniat baik saat hendak ikut reuni. Tidak mudah tergoda untuk melakukan kemaksiatan dan kemunkaran. Dan, dengan sungguh-sungguh berusaha mencari tahu keadaan kawan-kawan yang susah, fakir, miskin dan punya tanggungan anak-anak yatim untuk selanjutnya diatasi dengan menafkahkan sebagian harta yang dimiliki kepada kawan tersebut.

Adalah sangat memilukan bila ada kelompok orang melaksanakan reuni, di mana semua kawan lama hadir, tetapi setelah pulang ke rumah ada yang berurai air mata, sedih karena kondisinya yang dalam keadaan susah. Sebagian orang-orang yang fakir dan miskin sulit sekali menyampaikan keadaannya sebenarnya kepada orang lain, termasuk kawan-kawan yang pernah satu sekolah dengannya dulu, karena khawatir tidak akan mendapat sambutan baik. Tidak akan mendapat tanggapan positif. Akibatnya, duka dan lara yang ada itu dipendamnya saja.

Hidup hanya sekali. Harta dan uang yang ada di tangan kita semuanya milik Allah Tuhan Yang Maha Kaya. Kita hanya dititipi dengan catatan akan dimintai pertanggungjawaban kelak di akhirat. Dari mana duit itu diperoleh, halal atau haramkah? Untuk apa dimanfaatkan? Dan sejumlah pertanyaan lainnya.

Oleh karena itu, rajin-rajinlah reunian. Rajin-rajinlah berkomunikasi. Rajin-rajinlah berbagi. Dengan niat tulus sebagai pelaksanaan atas kewajiban dari Ilahi Rabbi. Lillahi ta’ala! Bila mengatasi dan atau setidaknya membantu mengatasi kesulitan kawan-kawan dan bahkan orang lain sudah merupakan kewajiban bagi kita, maka sesungguhnya penyerahan (menafkahkan) sebagian harta titipan Allah kepada kita untuk diberikan kepada yang berhak menjadi sangat membahagiakan. Rasanya akan sangat berdosa bila mengetahui dan melihat orang lain, saudara seiman dalam keadaan fakir, miskin dan berutang.

Bukankah kefakiran cenderung mengakibatkan seseorang menjadi kafir. Kefakiran atau kemiskinan terkadang cenderung membuat seseorang melakukan perbuatan terlarang. Maling, merampok dan atau meminjam duit rentenir dengan bunga tinggi alias riba. Padahal riba merupakan perbuatan dosa yang dilarang Allah SWT sebagaimana dimuat di dalam kitab suci Al Quran. Riba yang paling kecil itu, dosanya seperti berzina dengan ibu kandung sendiri.

Sungguh akan sangat mulia, bila melalui kegiatan reuni bisa terbentuk komunitas yang membuat gerakan pemberantasan riba. Adalah alumni PGAN/MAN/MAPK/MAKN Koto Baru Padang Panjang, Sumatera Barat sudah memulai gerakan pemberantasan riba dengan mendirikan dan menjalankan Koperasi Syariah dengan nama Talago Sakinah, dengan menghimpun dana dari para anggota lantas menyalurkannya kepada saudara-saudara sealumni serta masyarakat dengan tanpa bunga, tanpa riba, bahkan tanpa agunan.

Moga kita semua berlomba-lomba melaksanakan kebaikan. Fastabiqul Khairat. (Afdhal Azmi Jambak/**)

Share :

Baca Juga

Tajuk Rencana

Tobat dan Makin Taatlah, Corona Insya Allah Punah

Tajuk Rencana

Mana Cukup, Rp. 179 Ribu Untuk 1 KK Selama 15 Hari!

Tajuk Rencana

Rakyat Mesti Berani Melawan Suruhan Leasing

Tajuk Rencana

Covid 19, Ketakutan dan Dosa-dosa Kita