Home / Regional

Sabtu, 29 Februari 2020 - 09:37 WIB

Sering Kebanjiran, Warga SGR Kota Bekasi Jual Murah Rumah Mewah

Bekasi, Transparanmerdeka.co

Warga Spring Garden Residence (SGR), Kelurahan Jati Murni, Kecamatan Pondok Melati, Kota Bekasi, akhirnya menyegel perumahan tersebut. Warga terus dibuat cemas ketika hujan turun. Betapa tidak, perumahan yang tergolong mewah itu, kerap diterpa banjir sejak 2016 silam. Banjir parah kembali pada 1 Januari dan 25 Februari. Ketinggian air mencapai sepinggang orang dewasa.

Parahnya lagi, tidak ada bala bantuan dari pengembangan perumahan naungan PT Pacific Exintraco yang merupakan bagian dari PT Gapura Prima, dan pemerintah setempat. Tidak ada perahu karet, hingga suplai makanan. Warga harus mencarinya dan mengolah bahan makanan secara gotong-royong. Warga penghuni rumah yang tergolong mewah itu, akhirnya berniat menjualnya dengan harga murah.

“Dari situ kami merasa sedih, setiap hujan kami langsung beres-beres perabotan, gotong kulkas ke lantai dua sendiri, suami kan kerja. Tidak ada itikad baik dari pengembang untuk membantu warga perumahan yang tengah dilanda musibah,” kata salah seorang ibu-ibu yang terlibat dalam aksi penyegelan Perumahan Spring Garden Residence, Dian Satia, Sabtu (29/2/2020).

Dian pun akan menjual rumahnya meski dengan harga rugi. Di mana diketahui harga di perumahan Spring Garden Residence mulai Rp 700 juta sampai Rp 2,5 miliar. “Rela saya jual rumah meski rugi, daripada terus begini. Seharusnya kalau kondisi banjir pengembang jual rumah tuh beli dua gratis satu,” tegasnya.

Baca juga  Polisi dan ASN Polda Sumsel Siap Disuntik Vaksin Covid-19

Dia menjelaskan, banjir yang melanda perumahannya itu kerap terjadi apabila hujan turun. Banjir kerap menggenangi jalan lingkungan hingga sebetis orang dewasa. “Kalau hujan lebat, kita selalu was-was dan air pasti masuk perumahan. Kalau hujan biasa seperti pada Jumat (28/2/2/2020), cuma dua jam, jalan lingkungan perumahan sudah banjir,” jelasnya.

Dian menyayangkan sikap pengembang perumahan yang acuh pada penderitaan warga. Dia membandingkan sikap pengembang saat menawarkan hunian dengan fakta yang terjadi. “Waktu nawarin rumah, jelasinnya rinci dan bagus, tapi setelah banjir semuanya tidak adanyang bicara, tidak ada yang tanggapi,” sesalnya.

Dari data yang diterima, terdapat 200 lebih Kepala Keluarga yang tinggal di perumahan Spring Garden Residence. Sejumlah warga telah banyak memasang spanduk penjualan rumah. Bahkan di depan gapura perumahan juga nampak spanduk rumah dijual rugi.

Baca juga  Pertamina EP Bantu Korban Banjir di Desa Gunung Megang

Sebagaimana diketahui, warga mengajukan enam tuntutan kepada pihak pengembang yaitu, PT Pacific Exintraco yang merupakan bagian dari PT Gapura Prima. Pertama adalah melakukan mitigasi bencana seperti perahu karet dan dapur umum. Kedua, menuntut ganti ketika banjir yang terjadi di tanggal 1 Januari 2020 dan 25 Februari 2020 dengan total keseluruhan Rp 5 milliar. Ketiga, menuntut penyelesaian permasalah banjir yang terjadi di setiap tahun.

Keempat, warga atau penghuni Spring Garden Residence menuntut kejelasan sertifikat tanah yang sampai saat ini belum jelas. Kelima, menekan pengembang untuk menyediakan fasilitas sosial dan fasilitas umum yang belum teralisasi. Dan keenam meminta kepada pengembang untuk menghentikan penjualan rumah sampai permasalahan banjir terselesaikan.

Secara terpisah, Direktur Operasional Regional VII, PT Gapura Prima, Agus Salim, dalam sambungan selularnya membantah jika pihaknya mengabaikan persoalan banjir di Perumahan Spring Garden Residence. Agus mengaku telah melakukan mediasi. Seperti dikutip dari laman suara.com, dia mengaku telah membentuk tim kawal banjir di perusahaannya.

Dia menyatakan bahwa pengembang tidak meninggalkan persoalan banjir yang kerap dialami warga. Agus juga menyoroti aksi protes warga Spring Garden. Ia menganggap bahwa aksi tersebut tidak etis karena selama peristiwa banjir diklaimnya terus mendapat pengawalan. “Menurut kami kurang etis (aksi warga), karena kami kan tidak meninggalkan. Lagi pula persoalan itu adalah kejadian alam,” kilahnya. (adm)

Share :

Baca Juga

Regional

Update Covid DKI Jakarta 5 Mei 2020: 4.641 Positif, 711 Sembuh, 414 Meninggal

Regional

KPU OI Akhirnya Terima Salinan Putusan MA, Massuryati: Kami Pelajari Dulu

Regional

Sumsel Jadi Pusat Pembenihan Bibit Sapi Unggul

Regional

Hari Pertama PSBB, Polisi: Hampir 50 Persen Masyarakat Melanggar

Regional

HD Akan Jadikan Raperda Pertanggunganjawaban APBD 2019 Sumsel Sebagai Acuan

Regional

Gempa di Sulawesi Barat: 45 Orang Meninggal, Mensos Imbau Jauhi Pantai

Regional

Mulai Agustus, Pelanggar Prokes Sumsel Didenda Rp 500 Ribu

Regional

Pemkot Palembang Tambah Dana Penanganan Covid-19 Jadi Rp 480 M