Home / Regional

Selasa, 2 Juni 2020 - 04:22 WIB

Siswa Jakarta Memulai Tahun Ajaran Baru dengan Belajar di Rumah

Relawan dari PMI menyemprotkan di sebuah Sekolah di Jakarta untuk mengantisipasi penyebaran Covid-19 (rtr/kumparan)

Relawan dari PMI menyemprotkan di sebuah Sekolah di Jakarta untuk mengantisipasi penyebaran Covid-19 (rtr/kumparan)

JAKARTA, Transparanmerdeka,co – Tahun ajaran baru 2020/2021 bagi pelajar di Provinsi DKI Jakarta akan dimulai pada 13 Juli 2020. Kebijakan ini tertuang dalam kalender pendidikan yang diterbitkan Dinas Pendidikan DKI Jakarta.

Namun, Kepala Disdik DKI Nahdiana mengatakan, pelajar masih akan belajar di rumah. Artinya pelajar di Jakarta akan memulai tahun ajaran baru juga dari rumah. “Sampai saat ini masih belajar. Belajar di rumah,” katanya kepada wartawan di Jakarta, Selasa (2/6/2020).

Keputusan belajar di rumah karena sampai saat ini Jakarta masih berjuang mengendalikan penyebaran corona. Oleh karena itu, Pemprov DKI belum berencana membuka sekolah. Pemprov DKI sampai saat ini masih menerapkan PSBB hingga 4 Juni. Belum ada keputusan lanjutan, apakah PSBB akan diakhiri dan memasuki tahap new normal atau PSBB kembali diperpanjang.

Baca juga  Terkait Larangan Mudik, Gubernur Sumsel Perketat Bandara

Di sisi lain, Dinas Pendidikan DKI Jakarta sudah menyiapkan skenario bila nantinya sekolah akan dibuka setelah pandemi virus corona berakhir. Mulai dari pembukaan sebagian hingga kegiatan belajar mengajar di sekolah kembali normal.

Sebelumnya, Dinas Pendidikan DKI Jakarta menyiapkan skema menormalkan kembali kegiatan sekolah bagi siswa dengan merancang transisi jam efektif sekolah selama 2 bulan. Skemanya dengan hanya efektif belajar di sekolah 1 hari dalam seminggu di minggu pertama.

“Kami juga merancang secara umum melakukan masa transisi selama 2 bulan atau 8 minggu di mana pada minggu pertama dan minggu kedua sekolah hanya masuk 1 hari dan selebihnya anak di rumah ini bergantian dan dengan harapan 14 hari siklus tadi sudah bisa dilihat untuk melihat kesiapannya,” ujar Nahdiana.

Baca juga  51 Pedagang Pasar Tradisional Jakarta Terpapar Covid-19

Kemudian di tahap berikutnya, akan dibuat transisi dengan memberlakukan masuk sekolah hanya setiap 2 minggu. Sisanya akan belajar di rumah seperti sekarang.

“Masuk siklus 2 di mana 2 minggu belajar di sekolah dan 2 minggu di rumah juga secara bergantian. Lalu siklus ketiga adalah ketika sudah ada adaptasi di siklus kedua. Maka siklus ketiga kita mulai bergantian 1 minggu sekali yang kami rencanakan dan diskusikan dengan teman-teman yang kami ajak diskusi,” jelasnya.

Jika selama menjalani keduanya sudah dianggap aman, maka sekolah bisa kembali normal sesuai kebijakan dari pemerintah tentu memperhatikan kondisi pandemi virus corona. Namun jika belum dinyatakan aman, pihaknya akan melakukan kembali kesiapan proses belajar di rumah. (adm)

Share :

Baca Juga

Regional

Herman Deru Turut Berduka, Cari Warga Sumsel Yang Jadi Penumpang Sriwijaya

Regional

Sumsel Segera Berlakukan Pergub 37 Tentang Protokol Kesehatan

Regional

Palembang Berstatus PPKM Mikro, Warga Dihimbau Jangan Berkerumun

Regional

61 Tenaga Medis di Jakarta Positif Covid-19, Tiga Meninggal Dunia

Regional

Covid-19 di Jakarta Tercatat 1.268 Kasus, Terbanyak Di Pegadungan

Regional

Gubernur Sumsel Jamin PSU di Kabupaten PALI Netral

Regional

Hendak Demo Tolak UU Cipta Kerja Diamankan, Petugas Ditemukan Bom Molotov

Regional

Peringati Hari Lingkungan Hidup, Anies Imbau Warga Jakarta Padamkan Lampu