Home / Nasional

Minggu, 19 April 2020 - 10:34 WIB

Soal Kematian Covid-19 Lebih 1.000 Kasus, Pemerintah Bantah IDI

Jubir Pemerintah untuk Penanganan Corona, Achmad Yurianto. (bnpb)

Jubir Pemerintah untuk Penanganan Corona, Achmad Yurianto. (bnpb)

JAKARTA, Transparanmerdeka.co – Ikatan Dokter Indonesia (IDI) mengungkap jumlah kematian terkait Corona Virus Disease 2019 atau Covid-19 di Indonesia lebih dari 1.000 kasus. Jumlah itu terdiri dari jumlah kasus positif ditambah pasien dalam pengawasan (PDP) yang meninggal dunia. Pernyataan IDI itu tentu saja dibantah pemerintah dan menyebut IDI mengada.

“IDI dapat data itu dari mana? Kalau data dari saya kan jumlah konfirmasi positif, apakah semua orang yang meninggal harus Covid-19? Kalau nggak Covid nggak boleh meninggal? Nggak, kalau di saya itu data yang konfirmasi Covid saja, kalau data yang bukan Covid juga ada datanya, tapi yang saya umumkan cuma data Covid. Kalau semua kematian dijumlahkan ke konfirmasi positif, pasti angkanya tinggi,” kata Jubir Pemerintah untuk Penanganan Corona, Achmad Yurianto, Minggu (19/4/2020).

Baca juga  Pasien Positif Virus Corona di Indonesia Bertambah 375 Kasus

Yurianto menegaskan, dirinya juga memiliki data kematian untuk pasien dalam pengawasan (PDP) dan juga orang dalam pemantauan (ODP). Namun, yang diumumkan setiap hari ke masyarakat terkait data kematian Corona itu adalah pasien yang terkonfirmasi positif saja tidak digabung dengan PDP dan ODP. “Ada datanya. Yang saya umumkan itu sama dengan apa yang saya laporkan ke WHO,” tegasnya.

Sebelumnya, IDI mengungkap angka kematian terkait virus Corona Covid-19) di Indonesia mencapai 1.000 orang. Jumlah itu termasuk dengan pasien dalam pengawasan (PDP) Corona. “Dari angka positif Covid yang meninggal dan PDP Covid yang meninggal di RS yang merawat atau barangkali ada juga yang di luar di rumah sakit tapi sudah dilaporkan sebagai PDP itu kalau ditotal-total ya memang angkanya di atas angka yang disebutkan,” ujar Humas PB IDI, Halik Malik.

Baca juga  Update Covid-19 Pada 20 November: Kasus Positif Meledak Lagi

Seperti dilansir ‘detik’, Ketua Umum IDI, Daeng M Faqih menjelaskan data yang didapat IDI adalah data kematian pasien positif Corona dan PDP yang dilaporkan oleh rumah sakit yang menangani pasien Corona di Indonesia. Angka ini ditambah dengan PDP yang sudah dikonfirmasi positif Corona berdasarkan hasil pemeriksaan setelah PDP itu meninggal.

Dia pemeriksaan terkait virus Corona di Indonesia relatif kurang cepat. Karena itu, mereka yang berstatus PDP meninggal dunia sebelum hasil pemeriksaan keluar. “Kurang cepat pemeriksaannya sehingga yang mati dalam status PDP belum keluar hasilnya malah tak sempat diperiksa. Ini pentingnya testing perlu diperluas dan dipercepat prosesnya seperti yang disampaikan Presiden,” ujar Daeng. (adm)

Share :

Baca Juga

Nasional

Ketua KPK: Sumsel dan Pertamina Harus Kelola Aset Untuk Kesejahteraan Warga

Nasional

Update Covid-19 Pada 20 November: Kasus Positif Meledak Lagi

Nasional

Satgas Covid-19: Uji Klinis Vaksin Sinovac Tidak Berbahaya

Nasional

Update Covid-19 pada 8 Maret: Pasien Positif Tambah 6.894 Orang

Nasional

Presiden Jokowi Evaluasi dan Perbaiki Pelaksanaan PSBB

Nasional

Update Covid-19 Pada 10 Desember: Tambah 6.033 Pasien Baru

Nasional

Hari Ini, Pasien Covid-19 Yang Sembuh Lebih Banyak Dari Yang Meninggal

Nasional

Update Covid-19 Indonesia 7 September 2020: Pasien Positif Bertambah 2.880 Orang