Home / Nasional

Senin, 6 April 2020 - 07:23 WIB

Soal PSBB Covid-19, Polri Akan Ambil Tindakan Tegas

Karo Penmas Divisi Humas Polri, Brigjen Argo Yuwono. (lip6)

Karo Penmas Divisi Humas Polri, Brigjen Argo Yuwono. (lip6)

Jakarta, Transparanmerdeka.co – Karo Penmas Divisi Humas Polri, Brigjen Argo Yuwono mengungkapkan bahwa masih banyak warga yang berkerumun, saat mewabahnya Corona Virus Disease 2019 atau Covid-19 di Indonesia. Padahal, sudah dilarang melalui PP Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dan Maklumat Kapolri. Jika masyarakat masih tetap melakukan kegiatan mengumpulkan banyak orang di tengah pandemi ini, Polri tidak segan-segan melakukan tindakan tegas.

“Tentunya berbagai kegiatan tadi memang ada berbagai daerah yang sudah dilakukan kegiatan, kemudian masih ngeyel atau bandel kami kan punya aturan harus kami pedomani taati, ada aturan kaitannya juga dengan KUHP,” kata Argo dalam jumpa pers live streaming di Gedung Graha BNPB, Jakarta, Senin (6/4/2020).

Menurutnya, aparat dalam melakukan pembubaran kegiatan masyarakat selalu mengedepankan pendekatan persuasif atau humanis. Tetapi, jika imbauan tidak dihiraukan, maka masyarakat akan ditangkap. “Ini juga bisa diterapkan ada kumpul kita imbauan sekali, dua kali, tiga kali masih ngeyel kita bubarkan, masih mgeyel juga ya dibawa ke kantor polisi,” jelas Argo.

Baca juga  Update Covid-19 Indonesia 22 Agustus: Total Sembuh Mencapai 105.198 Orang

Meski ditangkap, dia menekankan, soal penahanan itu merupakan kewenangan dari subjektifitas para penyidik. Misalnya seperti apa yang dilakukan operasi PSBB Polda Metro Jaya beberapa hari lalu. Dalam operasi itu, setidaknya ada 18 orang yang ditangkap. Tetapi, mereka tidak dilakukan penahanan. “Tidak kita tahan, tapi tetap pemeriksaan jadi masyarakat tahu kita juga ada aturan yang mengatur kegiatan pandemi corona,” lanjutnya.

Dalam kesempatan itu, Argo Yuwono juga menjelaskan bahwa pihak kepolisian telah menangani 76 kasus hoaks di tengah pandemi Covid-19. Dia menjelaskan, kasus tersebut didapat dari seluruh Indonesia hingga hari kemarin. “Ada kasus hoaks kita sudah tangani, sampai 5 April 2020 ada 76 kasus. Dari kasus tersebut akan ada tersangka. Namun, penyidik yang memiliki kewenangan sendiri apakah pelaku ditahan atau hanya jadi tahanan rumah,” jelasnya.

Baca juga  Kapan Vaksin Covid-19 Tersedia di Indonesia? Ini Bocorannya

Berikut data kasus hoaks yang ditemukan pihak kepolisian; 1. Bareskrim 6 kasus; 2. Kalimatan Timur (6 kasus); 3. Polda Metro Jaya (11); 4. Kalimantan Barat (4); 5. Sulawesi Selatan (4); 6. Jawa Barat (6); 7. Jawa Tengah (3); 8. Jawa Timur (11); 9. Lampung (5) ; 10. Sulawesi Tenggara (1); 11. Sumatra Selatan (3); 12. Sumatra Utara (3); 13. Kepulauan Riau (1); 14. Bengkulu (2); 15. Maluku (2); 16. NTB (4); 17. Sulawesi Tengah (1); 18. Aceh (1); 19. Kalimatan Utara (1); 20. Sulawesi Utara (3); 21. Papua (1); 22. Sulawesi Barat (1). (adm)

Share :

Baca Juga

Nasional

Jusuf Kalla Prediksi Covid-19 di Indonesia Baru Bisa Selesai 2022

Nasional

Presiden Lantik Enam Menteri dan Lima Wakil Menteri

Nasional

Ketua Presidium ITW: Kapolri Harus Konsisten Larang Polisi Lakukan Tilang di Jalan Raya

Nasional

Update Covid-19 pada 1 Maret: Tambah 6.680, Kasus Positif Jadi 1.341.314 Orang

Nasional

Selamatkan Jiwasraya, Menteri BUMN Akan Jual Mal Citos Ke Swasta

Nasional

Duka Tenaga Medis Covid-19, Bertaruh Nyawa Hingga Jenazah Ditolak

Nasional

Update Covid-19 Indonesia 10 Juni: Jumlah Pasien Positif Pecah Rekor Lagi

Nasional

Update Covid-19 pada 14 Juni 2021: DKI Jakarta Sumbang 2.722 Kasus Baru