Home / Nasional

Rabu, 12 Agustus 2020 - 13:12 WIB

Soal Realisasi Pendapatan dan Belanja APBD 2020, Kemendagri: DKI Jakarta Tertinggi

Dirjen Bina Keuangan Daerah, Kementerian Dalam Negeri, Mochamad Ardian Noervianto.

Dirjen Bina Keuangan Daerah, Kementerian Dalam Negeri, Mochamad Ardian Noervianto.

JAKARTA, Transparanmerdeka.co – Dirjen Bina Keuangan Daerah, Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Mochamad Ardian Noervianto, memaparkan hasil realisasi APBD seluruh daerah baik provinsi maupun kabupaten/kota di Indonesia untum semester pertama tahun anggaran (TA) 2020.

Dari laporan yang dirilis per 11 Agustus 2020, Provinsi DKI Jakarta menempati urutan pertama untuk hal realisasi pendapatan maupun realisasi belanja APBD TA 2020. Adapun realisasi pendapatan dihitung dari pajak, retribusi, dan sebagainya.

“Untuk provinsi, pendapatan tertinggi ada DKI Jakarta dengan 64,90 persen, kemudian Sumatera Barat dengan 60,85 persen, lalu Yogyakarta dengan 58,35 persen, Kalimantan Tengah sebesar 57,76 persen, dan Gorontalo dengan 56,62 persen,” kata Mochamad Ardian Noervianto, Rabu (12/8/2020).

Baca juga  Selamatkan Jiwasraya, Menteri BUMN Akan Jual Mal Citos Ke Swasta

Adapun rata-rata provinsi terkait realisasi pendapatan sebesar 47,55 persen. Kemudian soal realisasi belanja, Ardian menyebut DKI Jakarta berada di urutan pertama dengan persentase realisasi belanja sebesar 54,06 persen.

“Yang berikutnya adalah Kalimantan Selatan dengan 52,49 persen. Ketiga Sumatera Barat dengan 51,88 persen. Keempat adalah Sulawesi Selatan dengan 50,25 peren. Kelima adalah Gorontalo dengan 48,81 persen,” lanjut Ardian.

Sementara itu, rata-rata nasional penyerapannya sebesar 47,36 persen dari APBN, dan rata-rata provinsi sebesar 37,90 persen. “Kami memberikan apresiasi kepada kelima provinsi tersebur yang bisa meraih realisasi di atas rata-rata nasional,” katanya.

Baca juga  Hari Ini, Pasien Covid-19 Sembuh 22 dan Meninggal 21 Orang

Adapun lima provinsi dengan realisasi pendapatan di bawah rata-rata nasional yakni Nusa Tenggara Barat (39,56 persen), Bengkulu (36,50 persen), Aceh (29,98 persen), Papua Barat (24,81 persen), dan Papua (22,18 persen).

Sementara itu, lima provinsi dengan realisasi belanja di bawah rata-rata nasional adalah Maluku Utara (28,98 persen), Kalimantan Barat (25,98 persen), Jambi (25,91 persen), Sulawesi Tenggara (24,56 persen), dan Papua (21,57 persen). (adm)

Share :

Baca Juga

Nasional

733 WNI di Luar Negeri Positif Covid-19 dan 363 Sembuh

Nasional

Update Covid-19 di Indonesia Pada 12 Juni: Pasien Positif Tambah 1.111 Kasus

Nasional

Keluarga Korban Sriwijaya Air SJ-182 Berharap Ada Mukjizat

Nasional

Edhy Prabowo Diciduk KPK, Ini Perasaan Prabowo Subianto

Nasional

Corona E484K Serbu Indonesia, Wiku Adisasmito: Lebih Menular

Nasional

25 Relawan Sinovac Terpapar Covid-19, Ridwan Kamil: Tak Bisa Dibilang Gagal

Nasional

Update Covid-19 Indonesia 9 Juni: Ada Tambahan Kasus Baru Sebanyak 1.034 Orang

Nasional

Pasien Positif Virus Corona di Indonesia Sudah Mencapai 3.293 Orang