Home / Nasional

Minggu, 19 April 2020 - 09:39 WIB

Terbanyak di Indonesia, 449.545 Pekerja di Jakarta Dirumahkan

Menteri Tenaga Kerja (Menaker), Ida Fauziyah. (tribun)

Menteri Tenaga Kerja (Menaker), Ida Fauziyah. (tribun)

JAKARTA, Transparanmerdeka.co – Pandemi Corona Virus Disease 2019 atau Covid-19 tidak hanya memisahkan banak orang dengan keluarga dekatnya dan merengut banyak nyawa. Pandemi yang sudah tersebar dilebih dari 200 negara di dunia itu, juga membawa dampak yang besar terhadap ekonomi di Indonesia.

Jutaan pekerja terpaksa harus dirumahkan atau mendapat pemutusan hubungan kerja (PHK). Buruh di Jakarta menjadi yang terbanyak mengalaminya. Hal itu diungkapkan Menteri Tenaga Kerja (Menaker), Ida Fauziyah saat saat launching ‘Kumparan Pusat Informasi Corona’. Menurutnya, Jakarta menjadi provinsi tertinggi dalam jumlah pekerja yang dirumahkan.

Baca juga  Tragedi Sriwijaya Air, BNPB Kirim Dukungan Logistik dan Peralatan

“Dilihat dari provinsi, DKI itu termasuk provinsi yang cukup besar. Pekerja yang dirumahkan di DKI itu ada 449.545. Kemudian Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Bali. Ini kalau dilihat dari provinsinya ya,” kata Ida, Minggu (19/4/2020).

Ida mengatakan, pemerintah telah mengambil beberapa langkah untuk mengurangi dampak Covid-19 tersebut. Salah satunya melalui realokasi dan refocusing APBN. Sebesar Rp 405,1 triliun digunakan pemulihan ekonomi dampak dari Covid-19 melalui stimulus ekonomi, intensif pajak, dan lain sebagainya.

Baca juga  Update Covid-19 pada 18 Mei 2021: Kasus Baru Tambah 4.185 Orang

“Kemudian untuk meringankan beban pekerja atau buruh yang terdampak termasuk yang dirumahkan atau di-PHK, pemerintah melakukan peningkatan program perlindungan sosial melalui pembebasan pemotongan pembayaran listrik, program keluarga harapan, kartu sembako dan program kartu prakerja,” kata Ida.

“Pemerintah berharap tidak ada masyarakat yang terdampak Covid-19 yang tidak terjangkau pemerintah. Jadi upaya pemerintah untuk Rp 405 triliun itu pertama digunakan untuk penanganan kesehatan, sosial safety netnya, kemudian untuk penguatan ekonominya. Jadi tiga itu yang sekarang diprioritaskan melalui optimalisasi APBN,” jelasnya. (adm)

Share :

Baca Juga

Nasional

Update Covid-19 pada 18 Maret: DKI Jakarta Sumbang 1.719 Kasus Baru

Nasional

Update Covid-19 Pada 28 November: Pasien Positif Tambah 5.418 Orang

Nasional

Update Corona Indonesia 28 Juni: Tercatat 54.010 Kasus dan Jawa Timur Tertinggi

Nasional

Masuki Masa Pensiun, Irjen Arman Depari Dimutasi ke Mabes Polri

Nasional

Update Covid-19 pada 16 Januari: DKI-Jabar Catat Kenaikan Tertinggi

Nasional

Update Covid-19 pada 21 Januari: Kasus Kematian Makin Tertinggi

Nasional

Update Covid-19 Indonesia Pada 7 Agustus: Bertambah 2.473 Kasus Baru

Nasional

Update Covid-19 pada 16 Maret: Jabar Catat Kasus Tertinggi