Home / Nasional

Selasa, 4 Agustus 2020 - 02:55 WIB

Terkandala Dana, Riset Genotipe Virus Corona di Sumsel Terhenti

PALEMBANG, Transparanmerdeka.co – Penelitian genotipe Corona Virus Disease 2019 atau Covid-19 yang disebabkan virus SARS-CoV-2 di Sumatra Selatan oleh tim ahli independen bidang biomolekuler terkendala pendanaan. Penelitian itu pun terhenti setelah menyelesaikan tahap pertama dari dua tahap yang direncanakan.

“Karena dana untuk tahap kedua belum ada, maka riset belum dilanjutkan, jadi fokus kami baru pelayanan dulu terhadap kasus-kasus konfirmasi positif Covid-19,” kata Ketua Tim Penelitian Prof Dr dr Yuwono MBiomed di Palembang, Sumatra Selatan, Selasa (4/8/2020).

Dikatakan, penelitian teknik genotipe, dilakukan dengan cara mereplikasi DNA (PCR) lalu diurutkan (sequencing) untuk mengonfirmasi diagnosis infeksi Covid-19. Teknik ini digunakan untuk melacak dan dapat menyatakan suatu tempat atau orang tertentu sebagai sumber penularan (reservoar).

Baca juga  Sudah 9,1 Juta Orang Indonesia Divaksinasi Covid-19 Dosis Pertama

Selain melacak asal usul, genotipe dapat mengetahui kemungkinan adanya perubahan susunan keseluruhan informasi genetik yang dimiliki sel atau organisme (genom) tersebut serta dapat memperkirakan kemungkinan rancangan untuk vaksinnya.

Menurut dia untuk tahapan PCR dan sequencing menelan dana hingga Rp 2,25 miliar. Tahap PCR sudah dilaksanakan berbarengan dengan pemeriksaan swab di Balai Besar Laboratorium Kesehatan (BBLK) Palembang dan beberapa rumah sakit dengan bujet keseluruhan Rp 750 juta.

Pada tahap tersebut, penelitian yang dimulai sejak April 2020 dengan menggandeng Lembaga Biologi Molekuler Eijkman Jakarta itu mengambil 100 sampel.

Sedangkan tahap sequencing yang dilakukan untuk merunut satu persatu kode genetik virus penyebab Covid-19 dari tahap PCR ternyata tidak dapat dilakukan di Sumatra Selatan, melainkan perlu Lembaga Eijkman Jakarta. Tahap ini membutuhkan sokongan dana Rp 1,5 Miliar.

Baca juga  Update Covid-19 pada 8 Mei: Kasus Positif Naik 6.130 Orang

“Nanti setelah sequencing akan keluar profil dari virusnya, apakah Covid-19 di Sumatra Selatan ini identik dengan yang ada di Indonesia atau impor dari luar negeri, itu bisa terlacak,” jelas Yuwono yang juga Guru Besar Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya bidang Mikrobiologi.

Dijelaskan, timnya sempat mendapatkan tawaran pembiayaan dari Kementrian Riset dan Teknologi, namun dana yang ditawarkan masih terbatas untuk menyelesaikan semua tahap. Sejauh ini baru Kota Surabaya dan Lembaga Eijkman Jakarta yang sudah menuntaskan penelitian genotipe di Indonesia, sebab keduanya mendapatkan dukungan penuh dari berbagai kerjasama dengan pihak-pihak dari luar negeri. (adm)

Share :

Baca Juga

Nasional

Update Covid-19 pada 25 April 2021: Ada Kasus Aktif 100.474 Orang

Nasional

Masuki Masa Pensiun, Irjen Arman Depari Dimutasi ke Mabes Polri

Nasional

Update Covid-19 pada 21 Februari: Kasus Covid-19 Bertambah 7.300 Orang

Nasional

PSBB DKI Jakarta, Jusuf Kalla: Pemerintah Harus Tegas dan Disiplin

Nasional

Penelitian Transmisi Penularan Melalui Udara SARS-CoV-2 Masih Terus Dikaji

Nasional

Update Covid-19 Indonesia Pada 7 Agustus: Bertambah 2.473 Kasus Baru

Nasional

Update Covid-19 pada 12 November: Tercatat Ada 4.173 Pasien Positif Baru

Nasional

Positif Covid-19 di Indonesia Sudah 3.842 Kasus