Home / Olahraga

Minggu, 17 Januari 2021 - 16:47 WIB

Thailand Open 2021: Greysia/Apriyani Juara dan Praveen/Melati Gagal

Greysia Polii/Apriyani Rahayu juara ganda putri Yonex Thailand Open. (liputan6)

Greysia Polii/Apriyani Rahayu juara ganda putri Yonex Thailand Open. (liputan6)

BANGKOK, Transparanmerdeka.co – Ganda putri Indonesia, Greysia Polii/Apriyani Rahayu memberi kado manis untuk penggemar bulutangkis Tanah Air, dengan memenangi turnamen pertama 2021 yang digelar tanpa penonton. Ganda putri terbaik itu, menjadi juara di Yonex Thailand Open, setelah kekalahan ganda campuran Praveen Jordan/Melati Daeva Octavianti.

Greysia/Apriyani sukses naik podium utama, usai mengalahkan wakil tuan rumah, Jongkolphan Kititharakul/Rawinda Prajongjai. Pada pertandingan final yang berlangsung di Impact Arena, Bangkok, Thailand, Minggu (17/1/2021), Greysia/Apriyani menang dengan dua gim langsung, 21-15, 21-13 dalam waktu 52 menit.

Pada pertandingan itu, Greysia/Apriyani mengawalinya dengan melakukan kesalahan. Bola yang dia pukul terlalu keras dan keluar. Namun, mereka mampu membalasnya dengan smash keras yang menghujam tubuh lawan. Usai seri 1-1, pertandingan semakin memanas.

Kedua pasangan saling kejar-mengejar angka dan saling menyerang. Kejar-mengejar angka dan saling berganti memimpin terjadi hingga skor 6-6. Setelah itu, Greysia/Apriyani berhasil memimpin dengan jarak dua angka 8-6. Tetapi, dua kesalahan Greysia/Apriyani membuat pertandingan kembali imbang 8-8.

Wakil Indonesia, Greysia/Apriyani berhasil mengamankan interval gim pertama dengan memimpin 11-9. Selepas interval, mereka semakin rajin untuk menyerang. Hasilnya, Greysia/Apriyani memperlebar keunggulan hingga 17-10. Smash, permainan depan net, dan bola silang ganda putri Indonesia itu membuat wakil tuan rumah kesulitan.

Baca juga  Chelsea Resmi Datangkan Timo Werner dari Leipzig

Selain pertahanan Kititharakul/Prajongjai cukup rapuh, mereka juga kerap melakukan kesalahan sendiri. Memasuki angka-angka krusial, Greysia/Apriyani “menghabisi” tenaga Prajongjai dengan memberi bola kepadanya di belakang berulang-ulang hingga rally sepanjang 65 pukulan.

Greysia/Apriyani mulai menemukan celah lawan dengan penempatan bola dan membuat lawan terpontang-panting ke kanan lalu ke kiri. Skema tersebut cukup mumpuni, Greysia/Apriyani berhasil memimpin 19-12. Sempat dikejar, Greysia/Apriyani berhasil mengakhiri gim pertama dengan skor 21-15.

Memasuki gim kedua, performa ganda putri Tanah Air semakin percaya diri. Permainan mereka masih sama seperti dengan akhir gim pertama, penempatan bola di ruang kosong dan membuat lawan kerepotan. Mereka langsung tancap gas dengan unggul jauh lima poin tanpa balas.

Permainan mereka masih sama seperti dengan akhir gim pertama, penempatan bola di ruang kosong dan membuat lawan kerepotan. Mereka langsung tancap gas dengan unggul jauh lima poin tanpa balas. Strategi tersebut kian membuahkan hasil mengingat mereka unggul ketika jeda gim kedua dengan skor telak 11-2.

Baca juga  Menpora Puji Penyelenggaraan PBSI Home Tournament

Selepas jeda, Greysia/Apriyani sempat kecolongan. Tetapi, mereka bisa kembali memimpin dengan skor 16-5. Tempo permainan kian melambat lantaran Greysia/Apriyani tak banyak menyerang. Mereka lebih sering memberi bola kepada lawan untuk melakukan smash.

Meski tak tampil menyerang, pasangan Indonesia itu sukses membuat wakil Thailand kebingungan. Kititharakul/Prajongjai bahkan langsung terkejut ketika Greysia Polii merangsek ke depan untuk melakukan penyerangan. Kititharakul/Prajongjai sejatinya berhasil mengejar hingga 13-20. Namun, Greysia/Apriyani berhasil mengakhiri gim kedua dan berhak menjadi juara dengan skor akhir 21-13.

Sementara, Praveen Melati/Daeva Oktavianti gagal menjadi juara Yonex Thailand Open 2021 usai takluk dari pasangan ganda campuran Thailand, Dechapol Puavaranukroh/Sapsiree Taerattanachai. Mereka kalah setelah beradu rubber game selama 56 menit dengan skor akhir 3-21, 22-20, dan 18-21.

Kekalahan ini membuat Praveen/Melati gagal melanjutkan kesuksesan yang diraihnya pada All England 2020. Kala itu, mereka keluar sebagai juara usai mengalahkan lawan yang sama, Dechapol Puavaranukroh/Sapsiree Taerattanachai. Dengan demikian, Indonesia kini tinggal mengandalkan Greysia Polii/Apriyani Rahayu untuk meraih gelar juara. (ato)

Share :

Baca Juga

Olahraga

Greysia Polii: Ketum PBSI Harus Bisa Berkomunikasi Dengan Baik

Olahraga

PBSI Home Tournament: Anthony dan Shesar ke Semifinal

Olahraga

KONI Apresiasi Support Herman Deru Untuk Kemajuan Oahraga Sumsel

Olahraga

Persija Siapkan Pemain Bintang Hadapi Geylang Singapura

Olahraga

4 Siswa SMP PALI Ikut Seleksi GSI di Bandung

Olahraga

Grup A EURO 2020: Harapan Terakhir Turki dan Wales

Olahraga

Satu Grup Dengan India dan Filipina, Indonesia Tetap Waspada

Olahraga

Ultras Minta Nil Maizar Kelola Sriwijaya FC Jadi Super Power