Home / Olahraga

Kamis, 18 Juni 2020 - 09:13 WIB

‘The Minions’ Targetkan Medali Emas Olimpiade Tokyo

JAKARTA, Transparanmerdeka.co – Ganda putra peringkat 1 dunia asal Indonesia, Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamulyo berjanji menebus kegagalannya pada kejuaraan dunia tahun lalu. Sebagai penebus, pasangan berjuluk Minions itu membidik medali emas Olimpiade Tokyo yang dilangsungkan tahun depan untuk mengukuhkan diri sebagai yang terbaik.

Juara dunia dan medali emas Olimpiade menjadi dua gelar prestise yang belum pernah dimenangkan pasangan Kevin/Marcus. Tahun lalu di Basel Swiss, berstatus pasangan terbaik dunia, keduanya percaya diri mampu meraih trofi yang diidam-idamkan pertama kalinya. Namun, ibarat jauh panggang dari api, alih-alih meraih gelar juara dunia, keduanya justru terhenti di babak kedua.

Di sisi lain, ganda putra nomor satu dunia itu, diketahui punya beberapa rival sengit yang sulit ditaklukkan. Rival yang paling sulit mereka tumbangkan adalah pasangan Jepang, Hiroyuki Endo/Yuta Watanabe. Sebelumnya, Kevin/Marcus sempat mendapat perlawanan sengit dari ganda putra China, Han Chen Kai/Zhou Hao Dong serta Choi Solgyu/Seo Seung-jae dari Korea Selatan. Namun, kedua ganda putra ini berhasil ditaklukkan Kevin/Marcus pada pertemuan terakhir mereka.

Baca juga  KONI PALI Targetkan Tim Futsal Raih Medali Emas Di Porprov XIII

Akan tetapi ‘The Minions’, julukan Kevin/Marcus, selalu kalah dalam enam pertemuan terakhir kontra Endo/Watanabe. Hanya dua pertemuan pertama yang berhasil dimenangi Kevin/Marcus. Meski rekor kontra Endo/Watanabe buruk, Marcus terlihat tetap optimistis bisa mengatasi ganda Jepang itu.

“Rasa penasaran pasti ada, cuma ya sudah lah, main itu kalau nggak menang ya kalah. Pasangan lain yang tanding sama kami kan juga ada yang kalah berturut-turut. Dalam bulu tangkis memang biasanya ada yang seperti ini, namanya ganjalan, biar jadi seru dan menantang. Pasti menang lah akhirnya,” kata Marcus, melalui rilis dari PBSI yang diterima Kamis (18/6/2020).

Kevin/Marcus sadar sebagai ganda putra ranking satu dunia pasti banyak lawan yang ingin mengalahkan mereka. Permainan mereka pasti sudah dipelajari oleh lawan, apalagi dengan teknologi yang semakin maju yang bisa dimanfaatkan tim untuk menganalisis permainan lawan.

Baca juga  4 Pebulutangkis Mundur Dari Pelatnas PBSI, Ini Kata Susi Susanti

“Habis main saya suka ngobrol sama Kevin, banyak tanya kurang saya di mana, biar enak mainnya. Permainan kami sering dipelajari, orang sudah pakai video, kami harus ganti lagi cara mainnya. Harus berubah terus dan banyak belajar, perkembangan pasti ada terus, kalo enggak mau belajar ya monoton mainnya,” jelas Marcus.

Salah satu tantangan berat Kevin/Marcus juga datang dari negeri sendiri. Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan dan Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto yang sehari-hari menjadi teman latihan di Pelatnas Cipayung, sering juga menjadi lawan di pertandingan.

“Sebetulnya kami sudah tau kelemahan dan kelebihan masing-masing. Di pertandingan itu mental juga berpengaruh. Kalau Kevin kan pedenya luar biasa, saya masih naik turun,” ungkap Marcus. (ato)

Share :

Baca Juga

Olahraga

Korban Virus Corona Bertambah, Anies Resmi Tunda Formula E Jakarta

Olahraga

Habib Rizieq Akhirnya Pulang ke Indonesia, Massa FPI Padati Rumah Sang Imam Besar

Olahraga

Presiden Larang Menteri Gelar Buka Puasa Bersama dan Open House

Olahraga

PBSI Home Tournament: ‘Partai Neraka’ Tersaji di Semifinal

Olahraga

Menangi Derbi Indonesia, Ahsan/Hendra Lolos ke Babak 16 Besar

Olahraga

BWF World Tour Finals: Ahsan/Hendra Gagal Pertahankan Gelar

Olahraga

Untuk Ikut PON XX di Papua, KONI Sumsel Akan Sewa Pesawat

Olahraga

Ultras Minta Nil Maizar Kelola Sriwijaya FC Jadi Super Power