Home / Nasional

Jumat, 28 Agustus 2020 - 10:16 WIB

UAS: Pembalakan dan Pembakaran Hutan Adalah Dosa Besar

JAKARTA, Transparanmerdeka.co – Ustad Abdul Somad (UAS) mengingatkan bahwa perilaku pembalakan hutan secara liar dan masif merupakan perbuatan dzalim yang dibenci Allah SWT. Mengutip ajaran Nabi Muhammad SAW, dia mengatakan, siapapun yang merusak pohon dan alam seisinya untuk kepentingan pribadi memperkaya diri sendiri akan mendapatkan hukuman neraka.

“Siapapun yang memotong sebatang pohon kayu, maka akan disungkurkan Allah kepalanya dalam api neraka. Satu batang pohon kayu. Bagaimana kalau dia memotong ratusan hektar hutan? Bagaimana dosa dia? Bagaimana pahala-pahala ibadahnya itu diambil oleh orang-orang yang dianiaya?” kata UAS saat bersilaturahmi ke Graha Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Jakarta.

Selain itu, perilaku pembukaan hutan dan lahan yang dilakukan dengan cara dibakar juga merupakan perbuatan dosa, sebab hal itu dapat memberikan dampak buruk yang besar bagi masyarakat luas bahkan hingga negara lain. Selain menimbulkan banyak korban, nama baik sebuah negara juga menjadi tercoreng.

Baca juga  Bertambah 399 Kasus, Indonesia Catat Rekor Positif Covid-19 Tertinggi Per Hari

“Jaga dirimu dari api neraka. Jangan sampai kau buat dzalim, aniaya. Bukan satu orang bukan satu keluarga yang kena, satu provinsi. Kalau dia bakar hutan bahkan asapnya sampai ke luar negeri. Nama bangsa kita rusak,” jelas UAS.

Di sisi lain, UAS juga mengajak masyarakat untuk selalu meningkatkan kesadaran bahwa seharusnya manusia memiliki rasa empati dan kepedulian terhadap keberlangsungan hidup, kelestarian lingkungan serta alam semesta yang menjadi bagian dari ciptaanNya.

Baca juga  Awas! Virus Corona Varian E484K Sudah Masuk Indonesia

Sebagai manusia yang ditakdirkan lahir besar di Indonesia, sudah seharusnya masyarakat Indonesia dapat menggunakan akal pikiran untuk memahami bahwa selain keindahan dan kekayaan alam, wilayah Nusantara juga memiliki ragam peristiwa alam yang terus berulang dan berpotensi menjadi bencana.

UAS pun berharap agar manusia dapat mengurangi risiko bencana dengan cara mencinta, merawat dan menjaga alam semesta seisinya. “Betapa ilmu pengetahuan menjawab bahwa tsunami ini sesungguhnya sudah terjadi berkali-kali, bukan sekali. Maka ilmu pengetahuan menyadarkan kita, membantu kita, menolong kita dengan akal manusia pemberian Allah SWT bagaimana ke depan kita lebih cerdas,” jelasnya. (adm)

Share :

Baca Juga

Nasional

Walau UU KIP Membolehkan, Kepala BKN: Pegawai KPK Tak Bisa Dapat Hasil TWK

Nasional

Indonesia Harus Gerak Cepat, Jumlah Pasien Virus Corona Sudah 227 Orang

Nasional

Dua Menteri Terciduk KPK, Jokowi Didesak Reshuffle Kabinet

Nasional

Corona Virus Disease Telah Menyebar di 29 Provinsi

Nasional

Update Covid-19 Pada 14 Desember: Kasus Positif Jadi 623.309 Orang

Nasional

Rapat Dengan KPK, Komisi III DPR Akan Pertanyakan Masalah TWK

Nasional

Update Covid-19 pada 28 Mei 2021: Jabar Kembali Tertinggi

Nasional

Soal Djoko Tjandra, Menko Polhukam Panggil 4 Lembaga Ini