Home / Nasional

Minggu, 21 Juni 2020 - 10:45 WIB

Update Covid-19 di Indonesia 21 Juni: Tambah 862, Tertinggi DKI dan Sulsel

Infografis Covid-19 di Indonesia Pada 21 Juni 2020. (covid-19.co.id)

Infografis Covid-19 di Indonesia Pada 21 Juni 2020. (covid-19.co.id)

JAKARTA, Tranparanmerdeka.co – Juru bicara penanganan Covid-19 atyau Corona Virus Disease 2019, Achmad Yurianto mengatakan, ada penambahan 862 kasus positif per Minggu, 21 Juni 2020. Jumlah total ada 45.891 kasus sejak 2 Maret 2020.

“Pemeriksaan spesimen hari ini mencapai 18.229. Dari jumlah itu, ada kasus positif 862,” kata Yurianto dalam keterangan pers, di Graha BNPB, Jakarta Timur, Minggu.

Berdasar laporan hari ini jumlah pasien sembuh bertambah 521, totalnya jadi 18.404. Pasien Corona meninggal bertambah 36 menjadi total 2.465 orang.

Menurut Yurianto kasus positif tertinggi dilaporkan 142 di DKI Jakarta, disusul Sulawesi Selatan 112 kasus dan 99 kasus baru di Jawa Tengah. “Ada sembilan provinsi tanpa penambahan kasus sama sekali,” ungkapnya.

Yurianto menambahkan, masih ada masyarakat tidak jaga jarak pada pembukaan car free day atau hari bebas kendaraan bermotor di DKI Jakarta. “Pemantauan bandara di hari Minggu, terutama tujuan ke Pulau Jawa seperti di Batam, juga masyarakat tidak jaga jarak. Meski mereka menggunakan masker,” katanya.

Rapid Test Tak Sama Dengan Karantina
Sementara itu, Tim Komunikasi Publik Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Dokter Reisa Broto Asmoro mengatakan, rapid test atau tes cepat merupakan langkah awal identifikasi apakah seseorang sedang terinfeksi virus, termasuk SARS-CoV-2 penyebab Covid-19, menggunakan antibodi yang diambil dari sampel darah.

Baca juga  Update Covid-19 pada 11 Januari: Pasien Positif Bertambah 8.692 Orang

Rapid test hanya dilakukan oleh tenaga kesehatan terlatih menggunakan standar operasional yang diyakini oleh para ahli tenaga medis dan tidak berbahaya. Pelaksanaannya justru akan membantu seseorang, orang lain, dan pemerintah untuk melakukan penelusuran kontak dengan carrier atau orang yang terkonfirmasi positif Covid-19.

“Menjalani rapid test antibodi juga bukan berarti dikarantina. Seseorang yang melakukan rapid test masih dapat beraktivitas dengan menjalankan protokol kesehatan, selama hasilnya negatif atau non-reaktif. Menjalani Rapid Test, tidak sama dengan dikarantina,” kata Reisa.

Dikatakan, jangan takut untuk beraktivitas selama menjalankan protokol kesehatan, apabila hasil rapid test tidak reaktif. Prinsip rapid test atau tes cepat yang disebut sebagai Rapid Diagnosis Test, sebenarnya ditujukan kepada orang yang pernah melakukan kontak erat dengan pasien positif.

Adapun rapid test yang dilakukan oleh pemerintah tetap menargetkan orang-orang yang berisiko tinggi. Tenaga kesehatan diseluruh Indonesia melakukan pelacakan terhadap orang-orang yang melakukan kontak dengan orang yang terkonfirmasi positif. Upaya ini, disebut sebagai contact tracing.

Baca juga  Kemenkes: Ada 1.146 Klaster Penularan Covid-19 di Indonesia

Menurut Dokter Reisa, rapid test berpotensi dilakukan di tempat keramaian atau kerumunan apabila memang diperlukan. “Jadi, apabila lokasi tersebut diduga berkaitan dengan ditemukannya kasus positif, maka tes masif dilakukan berdasarkan penyelidikan epidemiologi,” jelasnya.

Sedangkan, rapid test secara massal yang sering dilakukan di beberapa tempat keramaian, seperti pabrik, pasar dan perkantoran, adalah dengan tujuan menapis atau skrining awal. “Ini meminimalisir kalau ada orang yang membawa virus, tapi tidak sakit, dan kemudian berpergian secara bebas,” ujarnya.

Dalam hal ini, carrier atau orang yang membawa virus akan membahayakan anggota masyarakat lainnya, terutama bagi yang rentan seperti balita, orang tua atau lansia, dan mereka yang memiliki penyakit penyerta atau komorbid. “Ini berarti, rapid test membantu kita menemukan orang yang harus dirawat, agar segera sembuh, dan tidak malah menimbulkan komplikasi, dan membantu mengetahui jumlah orang yang membawa virus, tapi tetap sehat,” pungkasnya. (ato)

Share :

Baca Juga

Nasional

Reza Indragiri: Pembebasan Napi Tak Relevan Dengan Covid-19

Nasional

Update Covid-19 pada 28 April 2021: Pasien Sembuh Tambah 4.818 Orang

Nasional

Inggris Ajak Indonesia Lacak Varian Baru Virus Corona

Nasional

Positif Covid-19 di Indonesia Sudah 3.842 Kasus

Nasional

P2G Respons SKB 4 Menteri: Sekolah Belum Siap Tatap Muka

Nasional

Update Covid-19 Pada 15 Januari: Rekor Baru Pasien Positif Capai 12.818 Orang

Nasional

Satgas Covid-19: Uji Klinis Vaksin Sinovac Tidak Berbahaya

Nasional

Cegah Pandemi Covid-19, Jabar Ajak DKI Jakarta, dan Banten Hentikan KRL