Home / Regional

Kamis, 11 Juni 2020 - 09:47 WIB

Update Covid-19 Jakarta 11 Juni: Ada Kenaikan Pasien Positif Sebanyak 129 Kasus

JAKARTA, Transparanmerdeka.co – Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat, Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta, Fify Mulyani menyatakan, adanya kenaikan jumlah pasien positif Corona Virus Disease 2019 atau Covid-19 di Jakarta sebanyak 129 kasus pada Kamis (11/6/2020). Tambahan itu membuat Ibu Kota memiliki 8.552 kasus positif Covid-19.

Fify Mulyani menjelaskan, dari 8.552 kasus positif itu, sebanyak 3.664 orang atau 42,8% pasien sudah dinyatakan sembuh, 555 orang atau 6,5% meninggal dunia, 1.446 orang atau 16,9% dirawat diberbagai rumah sakit rujukan, dan sebanyak 2.888 orang atau 33,8 % menjalani isolasi secara mandiri di rumah.

Kepada wartawan di Balai Kota, Jakarta Pusat, dia juga menjelaskan bahwa pada Rabu (10/6/2020), jumlah pasien positif Covid-19 di Jakarta juga mengalami kenaikan sebanyak 147 kasus dengan jumlah total 8.423 pasien. Dari jumlah tersebut, 3.517 orang dinyatakan telah sembuh dan 551 orang meninggal dunia.

Untuk orang dalam pemantauan (ODP) tercatat sebanyak 44.755 orang dengan rincian 728 orang atau 1,6% dalam proses pemantauan dan sisanya sebanyak 44.027 atau 98,4% selesai dipantau. Pasien dalam pengawasan (PDP) tercatat sebanyak 13.011 dengan rincian sebanyak 1.436 atau 11% masih dirawat dan 11.575 atau 89% sudah sehat dan dibolehkan pulang.

Baca juga  Heri Amalindo: Kehadiran OJOP Buka Lapangan Kerja Baru Masyarakat PALI

Untuk Rapid Diagnostic Test tercatat 173.558 orang dengan hasil 6.432 atau 3,7% reaktif dan 167.126 atay 96,3 non reaktif. Tes PCR (orang kasus baru) tercatat 90.287 orang dengan rincian 8.657 atayu 9,6% postitif dan 81.630 atau 90,4% negatif. Sedang untuk Tes PCR (spesimen diperiksa) tercatat 189.552 orang dengan rinvian 15.399 atau 8,1% positif dan 174.153 atau 91,9% negatif.

Pecah Rekor Dalam Sorotan
Penambahan kasus baru Covid-19 di Jakarta yang memecahkan rekor tertinggi pada 9 Juni 2020 sebanyak 239 kasus banyak mendapat sorotan. Pemprov DKI Jakarta di masa PSBB transisi ini memang mengizinkan dunia usaha kembali beroperasi secara terbatas. Namun pengusaha mengakui sudah menjalankan protokol kesehatan sesuai standar yang dianjurkan.

Baca juga  Wagub Sumsel: HDMY Tuntaskan Masalah Infrastruktur Sumsel

“Yang saya lihat sih memang masih standar-standar saja yang dipenuhi ya, seperti kalau mau masuk tes thermogun dulu, kemudian harus pakai hand sanitizer,” kata Ketua Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) DKI Jakarta, Diana Dewi.

Dia memastikan bahwa perkantoran sudah menaati aturan di mana karyawannya yang berkantor tak lebih dari 50% dari total kapasitas. Jadi sisanya bekerja dari rumah. “Kalau di perkantoran selama ini yang disampaikan 50% masih dilakukan ya untuk tenaga kerja yang masuk kerja,” ujarnya.

Pengusaha sendiri sulit menjamin bahwa karyawannya mampu menjalankan protokol kesehatan dengan baik saat di luar kantor, misalnya saja dalam perjalanan dari rumah menuju tempat kerja. “Ya misalkan di satu tempat, di mana area itu lebih kecil dibandingkan jumlah yang hadir. Nah ini yang agak susah untuk memberikan masukan kepada mereka, seperti antrean mau naik KRL, dan MRT, Masih tidak kelihatannya disiplin,” jelasnya. (ato)

Share :

Baca Juga

Regional

Bioskop Jakarta Akan Buka, Anies Prioritaskan Kesehatan dan Keselamatan

Regional

3.605 Warga Jakarta Positif Corona, 331 Meninggal, dan 327 Sembuh

Regional

Selama Pandemi Covid-19, Jakarta Musnahkan 860 Kilogram Masker Bekas

Regional

Sidak ke Sumsel, Syahrul Yasin Limpo Minta Harga Gabah Sesuai HPP

Regional

Koramil Talang Ubi Siap Amankan PSU Pilkada PALI

Regional

Muara Enim Borong Penghargaan Inovator Terbaik Sumsel 2020

Regional

Untuk BPJS Kesehatan Non-PNS, Pemkot Palembang Anggarkan Rp 8,2 M

Regional

Langgar Aturan PSBB, 76 Perusahaan di Jakarta Ditutup Sementara