Home / Olahraga

Rabu, 5 Agustus 2020 - 10:15 WIB

Usai Home Tournament, PBSI Siap Gelar Simulasi Piala Thomas Dan Uber

Ganda putra terbaik, Kevin Sanjaya Sukamuljo dan Marcus Fernaldi Gideon menjadi andalan untuk Tim Thomas Indonesia. (badmintonindonesia)

Ganda putra terbaik, Kevin Sanjaya Sukamuljo dan Marcus Fernaldi Gideon menjadi andalan untuk Tim Thomas Indonesia. (badmintonindonesia)

JAKARTA, Transparanmerdeka.co – Sukses menggelar Home Turnamen berlabel Mola TV yang diikuti seluruh pebulutangkis penghuni pelatnas Cipayung Jakarta, PBSI siap menggelar simulasi Piala Thomas dan Uber yang tengah disiapkan berlaga di Ceres Arena, Aarhus, Denmark, pada 3-11 Oktober 2020.

Sekretaris Jenderal PP PBSI, Achmad Budiharto mengatakan, Mola TV PBSI Home Tournament bisa menerapkan sembilan puluh persen protokol kesehatan. Seluruh pertandingan tunggal putra, tunggal putri, ganda putra, ganda putri, dan ganda campuran berlangsung dengan baik.

“Pertama-tama kita patut bersyukur kejuaraan ini bisa selesai dengan baik, selamat dan lancar tanpa halangan. Sesuai tujuan semula, kami ingin memberi ajang kepada atlet yang sudah sekian lama berlatih, sekaligus menjadi masukan bahwa latihan selama ini ternyata masih belum mencukupi untuk ikut turnamen besar,” kata Budiharto.

“Panita pelaksana mau mengimplementasikan protokol kesehatan di kejuaraan ini. Kami bisa jalankan sembilan puluh persen. Beberapa hal akan dievaluasi lagi, salah satunya adalah petugas belum biasa menggunakan face shield sehingga mempengaruhi mereka dalam membuat suatu judgement,” lanjutnya.

Baca juga  PBSI Sambut Baik Klarifikasi BWF Soal Poin Untuk China dan Hongkong

Beberapa protokol kesehatan yang diterapkan di PBSI Home Tournament adalah semua pelaksana pertandingan dipastikan bebas dari Covid-19. Dalam pelaksanaannya, mereka juga menggunakan masker dan face shield. Khusus hakim servis, tiap mengganti shuttlecock, mereka menggunakan hand sanitizer.

Kiprah pemain muda di Mola TV PBSI Home Tournament juga diapresiasi oleh Budiharto. Ia menilai para pemain muda bisa mengejar ketertinggalan dari para seniornya. “Sebagai evaluasi bagi pemain muda, perlu ada peningkatan dari segi fisik serta pematangan strategi di lapangan,” ujarnya.

Berangkat dari sukses penyelenggaraan Mola TV PBSI Home Tournament, PBSI akan kembali menggelar kejuaraan serupa, kali ini dengan format beregu Piala Thomas dan Uber. Tim Indonesia dinilai perlu wadah untuk melatih kesiapan jelang perebutan supremasi bergengsi tersebut.

Baca juga  Kehadiran Beto Membuat Sriwijaya Belum Tambah Pemain

“Saat ini BWF (Badminton World Federation) bersama tuan rumah Denmark, sedang dalam proses terkait protokol kesehatan yang harus dilalui pebulutangkis. Kebetulan kami juga belum dapat kepastian lagi mengenai kejuaraan-kejuaraan resmi dari BWF oleh karena itu kami perlu simulasi untuk mematangkan kesiapan pemain kami,” jelas Budiharto.

Persiapan di turnamen beregu memang berbeda dengan turnamen perorangan. Dalam turnamen beregu, para atlet perlu memperkuat kekompakan, rasa percaya satu sama lain, teamwork dan sebagainnya. Penyelenggaraan simulasi dinilai tepat untuk pemanasan jelang Piala Thomas dan Uber.

Simulasi Piala Thomas dan Uber akan dilangsungkan di Pelatnas Cipayung pada awal September 2020. Para pemain akan dikelompokkan ke dalam beberapa grup dengan menggunakan format setengah kompetisi. (ato)

Share :

Baca Juga

Olahraga

BWF World Tour Finals 2020: Ahsan/Hendra Tantang Lee/Wang di Final

Olahraga

Ini Kata Praveen/Melati Setelah Meraih Titel Bergengsi di Tengah Wabah Covid-19

Olahraga

Korban Virus Corona Bertambah, Anies Resmi Tunda Formula E Jakarta

Olahraga

Kalahkan Lee Yang/Wang Chi-Lin di Semifinal, Kevin/Marcus Melesat ke Final

Olahraga

Bantu Jual Jersey Sriwijaya FC, Ini Bentuk Kepedulian Gubernur Sumsel

Olahraga

Indonesia Siap Tempur di Yonex Thailand Open 2021

Olahraga

KONI Sumsel Salurkan Bantuan Sembako Dari Kantor Pos Palembang

Olahraga

Tunggal Putra Gagal, Indonesia Raih 4 Gelar di Spain Masters 2021