Home / Hukum

Selasa, 4 Februari 2020 - 09:25 WIB

Walau Kembalikan Uang Negara, Kasus Jiwasraya Tetap Diusut

Jakarta, Transparanmerdeka.co

Kejaksaan Agung tetap mengusut dugaan dugaan korupsi PT Asuransi Jiwasraya (Persero), meski para tersangka mengembalikan kerugian negara. Direktur Penyidikan Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Agung (Jampidsus Kejagung), Febrie Adriansyah menegaskan, pengembalian uang negara tak menghilangkan jeratan pidana.

Dalam UU Tindak Pidana Korupsi Pasal 4 tidak menghilangkan pidana walau sudah mengembalikan uang negara. Febrie menilai hingga kini para tersangka belum menunjukkan itikad untuk mengembalikan kerugian negara dari kasus dugaan korupsi Jiwasraya. “Tak ada tanda bagaimana mereka berniat baik,” kata dia.

Hingga kini, kejaksaan masih mengejar aset-aset milik para tersangka. Sebanyak 1.400 sertifikat tanah disita untuk direkapitulasi nilai dan luasnya. Sebanyak 800 rekening saham juga telah diblokir. “Kami berkonsentrasi bagaimana mengejar aset-aset kemudian membuka rekening bank dan memastikan tanah-tanah yang sertifikat,” kata Febrie.

Baca juga  Ada Persekongkolan Jahat Bebaskan Djoko Tjandra Via Fatwa MA

Dalam kasus ini, Kejaksaan telah menetapkan lima orang tersangka dalam kasus dugaan korupsi Jiwasraya. Mereka yakni mantan Direktur Utama Hendrisman Rahim, bekas Kepala Investasi dan Divisi Keuangan Jiwasraya Syahmirwan dan, dan eks Direktur Keuangan Jiwasraya Hary Prasetyo.

Ada pula dua tersangka dari pihak swasta, yakni Komisaris PT Hanson Internasional Tbk Benny Tjokrosaputro dan Presiden Komisaris PT Trada Alam Minera Tbk Heru Hidayat. Benny Tjokro sempat memprotes kenapa hanya dirinya yang ditahan usai menjalani pemeriksaan di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) selama 12 jam pada Sabtu (1/2).

Baca juga  Kasus Korupsi Mantan Dirut BTN, Kejagung Tetapkan Satu Tersangka Lagi

Protes tersebut disampaikan melalui selembar kertas yang berisikan dua poin dan disampaikan pada awak media. “Ada puluhan manager investasi, berarti ada puluhan atau ratusan jenis saham yang bikin rugi, kenapa tidak semua ditangkap? Kenapa cuma Hanson?” tulis Benny.

Selain itu, dia juga membeberkan teka-teki tersangka lainnya melalui pelacakan penjual saham-saham yang bermasalah itu. “Saham Hanson yang ada di dalam manager investasi milik Jiwasraya beli dari siapa? Mudah kok dicari kalau ketemu penjualnya. Jadi jelas, ingat lho MYRX itu perusahaan tbk (terbuka). Ada lebih dari 8.000 pemegang saham,” katanya.

Pengusutan kasus ini bermula dari kegagalan Jiwasraya membayar klaim polis JS Saving Plan pada Oktober 2018 sebesar Rp 802 miliar. Jumlah gagal bayar polis ini terus membengkak. Berdasarkan catatan direksi baru, Jiwasraya tak dapat membayar klaim polis yang jatuh tempo pada periode Oktober-November 2019 sebesar Rp 12,4 triliun. (ato)

Share :

Baca Juga

Hukum

Kasus Djoko Tjandra, Polri Siap Kirim Irjen Pol Napoleon ke JPU

Hukum

Ditetapkan Jadi Tersangka, Gubernur Sulsel Bantah Korupsi

Hukum

Berkas Jaksa Pinangki Akan Diserahkan ke Pengadilan

Hukum

Kejagung Minta Komjak Tidak Perlu Periksa Jaksa Pinangki

Hukum

Terkait Ekspor Benur Lobster, KPK Tangkap Menteri KKP Edhy Prabowo

Hukum

Palsukan Dokumen, Jaksa: Brigjen Prasetijo Bikin Malu Polri

Hukum

KPK Ajak Masyarakat Kawal Sidang Teror Air Keras Pada Novel Baswedan

Hukum

Majelis BPSK Padang: Penarikan Kendaraan Oleh Debt Collektor Melawan Hukum