Home / Hukum

Senin, 3 Agustus 2020 - 05:15 WIB

YouTuber Daging Sampah Asal Palembang Terancam Pidana 10 Tahun

Edo Putra dan Diky Firdaus ketika membuat video ‘Prank Bagi Bagi Daging ke Emak-Emak Isinya Sampah #THEREALPRANK’. (youtube edo putra official)

Edo Putra dan Diky Firdaus ketika membuat video ‘Prank Bagi Bagi Daging ke Emak-Emak Isinya Sampah #THEREALPRANK’. (youtube edo putra official)

PALEMBANG, Transparanmerdeka.co – Aksi prank sampah Youtuber asal Palembang Sumatera Selatan (Sumsel) Edo Putra di channel Youtube Edo Putra Official, kini berujung pada penangkapan oleh polisi. Video prank kantong daging kurban yang ternyata berisi sampah, diposting Edo pada Jumat (31/7/2020), tepat di hari pertama Idul Adha 1441 Hijriah.

Kedua YouTuber asal Palembang, Edo Putra (24 tahun) dan Diky Firdaus (20 tahun), terancam hukuman penjara 10 tahun. Kepada polisi di Malpolrestabes Palembang, Edo kreator utama konten prank daging sampah tersebut mengakui perbuatannya. “Saya yang bikin konten itu. Saya menyesal,” kata Edo kepada wartawan Senin (3/8/2020).

Menurutnya, video tersebut dibuat beberapa hari sebelum diunggah di channel YouTube Edo Putra Official pada 31 Juli lalu. Edo dan Diky serta dua orang kreator konten lainnya yang kini masih buron, sengaja menyiapkan konsep konten prank daging kurban sampah. “Kami semua yang punya ide ini. Kami menyesal,” kata Edo dengan wajah tertunduk.

Baca juga  Ada Kode 'Paus' dan 'Daun Untuk si Kuning' Pada Kasus Benur Lobster Edhy Prabowo

Kapolrestabes Palembang, Kombes Pol Anom Setyadji mengatakan, Edo dan Diky ditetapkan menjadi tersangka karena dinilai melanggar Pasal 14 Ayat 1 dan 2 UU Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana dan Pasal 27 Ayat 1 Junto Pasal 45 Ayat 1 Undang Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang ITE. “Kedua tersangka terancam hukuman penjara maksimal 10 tahun,” kata Anom.

Dikatakan, usai memposting video prank tersebut, Edo bersama rekannya langsung diamankan petugas Mapolrestabes Palembang. Nasib Edo Putra dan rekannya tersebut, ternyata menyita perhatian keluarganya. Saat mereka diamankan polisi, keluarga Youtuber Palembang tersebut langsung berdatangan ke Mapolrestabes Palembang.

Makmun, paman Edo Putra meminta agar aparat kepolisian bisa membebaskan Edo Putra dan rekan keponakannya tersebut. Menurutnya, aksi Youtuber Palembang tersebut tidak merugikan orang lain, serta belum ada korban prank yang membuat laporan ke kepolisian.

“Mohon solusi terbaik agar bisa jadi pelajaran buat dia (Edo) ke depan. Keluarga ingin Edo dibebaskan. Keponakannya tersebut memang pernah bercerita kalau sedang disibukkan menjadi Youtuber. Namun, saya tidak mengetahui secara detail, apa saja aktivitas Edo Putra. Keluarga besarnya berharap keponakannya bersama temannya segera dibebaskan dari Mapolrestabes Palembang,” kata Makmun.

Baca juga  Presiden Minta Kejaksaan Beri Kemajuan Konkret Penuntasan Masalah HAM

Video prank berjudul ‘Prank Bagi Bagi Daging ke Emak-Emak Isinya Sampah #THEREALPRANK’ diposting di channel Youtube Edo Putra Official inilah, yang menyeret Edo Putra dan rekannya ke Mapolrestabes Palembang. Video berdurasi 11,56 menit tersebut sudah ditonton lebih dari 600 ribu. Channel Youtube Edo Putra Official tersebut, juga sudah diikuti sekitar 10,3 ribu subscriber.

Ternyata, video prank berisi sampah ini pernah dilakukan Edo Putra sebelumnya. Pada tanggal 25 Mei 2020 lalu, Youtuber Palembang ini mengunggah video berjudul ‘Prank Bagi-bagi THR ke Bocil Isinya Sampah’. Dia dan seorang rekannya membagikan amplop kepada empat orang remaja di dua lokasi berbeda. Setelah membagikan amplop tersebut, keduanya meninggalkan sasaran prank. (adm)

Share :

Baca Juga

Hukum

PK Anas Urbaningningrum Inkracht, KPK Langsung Eksekusi ke Lapas Sukamiskin

Hukum

Abu Bakar Ba’asyir Bebas Murni, Ini kata Kalapas Gunung Sindur

Hukum

Bacakan Pledoi, Pinangki Mengaku Salah dan Menyesal

Hukum

Ada Korupsi di Balik Pengadaan Cairan Top Cleaner, Ini Kata Kejagung

Hukum

Dewas KPK: AKP Stepanus Robin Pattuju Terima Uang Dari Banyak Kasus

Hukum

Kepala Desa Korupsi, Jaksa Agung: Jangan Langsung Pidana
Mantan Direktur TransJakarta, Donny Andy Sarmedi Saragih (depan) ketika ditangkap tim gabungan Kejaksaan. (net)

Hukum

Sempat Masuk DPO, Mantan Direktur TransJakarta Ditangkap Tim Gabungan Kejaksaan

Hukum

Kejagung: Berkas Kasus Paniai Belum Penuhi Syarat Pelanggaran HAM Berat